alexametrics
23.3 C
Jember
Tuesday, 17 May 2022

Keruk Sedimen Sungai Habiskan Rp 2,1 M

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Normalisasi sungai di Lumajang tidak hanya dilakukan di sungai besar Bondoyudo. Jaringan irigasi juga menjadi sasaran. Salah satunya di jaringan irigasi Gubuk Domas, Kecamatan Tekung, beberapa hari lalu. Hal ini dilakukan agar saluran air dapat berfungsi maksimal.

Aktivitas itu disambut baik oleh masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan jaringan irigasi. Sebab, saat musim hujan seperti ini volume air meningkat drastis. Mereka waswas air akan meluber dan menggenangi permukiman mereka. “Sangat senang akhirnya sungainya dikeruk. Tidak khawatir lagi kalau hujan atau air datang. Semoga tidak jebol dan banjir,” ungkap Al, warga Desa Wonokerto, Kecamatan Tekung.

Sementara itu, Kasi Pemeliharaan dan Bangunan Penunjang Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPU TR) Lumajang Subowo mengatakan, normalisasi tersebut termasuk dalam program Integrated Participatory Development and Management of Irrigation Program (IPDMIP) dari pemerintah pusat. Tujuannya agar keberlanjutan sistem irigasi sebagai sarana pendukung hasil pertanian. Namun, dia menyayangkan kurangnya kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah di sungai.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Kami memiliki kewajiban memberikan pelayanan ke lahan petani dengan air irigasi dan menangani saluran di sekitar lingkungan. Poin kedua ini bisa mengganggu poin pertama. Karena masih ada masyarakat yang belum memiliki kesadaran membuang sampah di tempatnya. Sehingga dampaknya ke lahan pertanian. Selain airnya kotor, bisa juga berbahaya bagi hasil pertanian,” katanya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Normalisasi sungai di Lumajang tidak hanya dilakukan di sungai besar Bondoyudo. Jaringan irigasi juga menjadi sasaran. Salah satunya di jaringan irigasi Gubuk Domas, Kecamatan Tekung, beberapa hari lalu. Hal ini dilakukan agar saluran air dapat berfungsi maksimal.

Aktivitas itu disambut baik oleh masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan jaringan irigasi. Sebab, saat musim hujan seperti ini volume air meningkat drastis. Mereka waswas air akan meluber dan menggenangi permukiman mereka. “Sangat senang akhirnya sungainya dikeruk. Tidak khawatir lagi kalau hujan atau air datang. Semoga tidak jebol dan banjir,” ungkap Al, warga Desa Wonokerto, Kecamatan Tekung.

Sementara itu, Kasi Pemeliharaan dan Bangunan Penunjang Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPU TR) Lumajang Subowo mengatakan, normalisasi tersebut termasuk dalam program Integrated Participatory Development and Management of Irrigation Program (IPDMIP) dari pemerintah pusat. Tujuannya agar keberlanjutan sistem irigasi sebagai sarana pendukung hasil pertanian. Namun, dia menyayangkan kurangnya kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah di sungai.

“Kami memiliki kewajiban memberikan pelayanan ke lahan petani dengan air irigasi dan menangani saluran di sekitar lingkungan. Poin kedua ini bisa mengganggu poin pertama. Karena masih ada masyarakat yang belum memiliki kesadaran membuang sampah di tempatnya. Sehingga dampaknya ke lahan pertanian. Selain airnya kotor, bisa juga berbahaya bagi hasil pertanian,” katanya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Normalisasi sungai di Lumajang tidak hanya dilakukan di sungai besar Bondoyudo. Jaringan irigasi juga menjadi sasaran. Salah satunya di jaringan irigasi Gubuk Domas, Kecamatan Tekung, beberapa hari lalu. Hal ini dilakukan agar saluran air dapat berfungsi maksimal.

Aktivitas itu disambut baik oleh masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan jaringan irigasi. Sebab, saat musim hujan seperti ini volume air meningkat drastis. Mereka waswas air akan meluber dan menggenangi permukiman mereka. “Sangat senang akhirnya sungainya dikeruk. Tidak khawatir lagi kalau hujan atau air datang. Semoga tidak jebol dan banjir,” ungkap Al, warga Desa Wonokerto, Kecamatan Tekung.

Sementara itu, Kasi Pemeliharaan dan Bangunan Penunjang Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPU TR) Lumajang Subowo mengatakan, normalisasi tersebut termasuk dalam program Integrated Participatory Development and Management of Irrigation Program (IPDMIP) dari pemerintah pusat. Tujuannya agar keberlanjutan sistem irigasi sebagai sarana pendukung hasil pertanian. Namun, dia menyayangkan kurangnya kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah di sungai.

“Kami memiliki kewajiban memberikan pelayanan ke lahan petani dengan air irigasi dan menangani saluran di sekitar lingkungan. Poin kedua ini bisa mengganggu poin pertama. Karena masih ada masyarakat yang belum memiliki kesadaran membuang sampah di tempatnya. Sehingga dampaknya ke lahan pertanian. Selain airnya kotor, bisa juga berbahaya bagi hasil pertanian,” katanya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/