alexametrics
23.5 C
Jember
Thursday, 18 August 2022

Minta Pelebaran Aliran Sungai

Ratusan Warga Demo Tambak Udang

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Kurang lebih seratus orang di pesisir pantai selatan menuntut perusahaan tambak udang yang berada di Wotgalih, Kecamatan Yosowilangun, untuk melakukan pelebaran sungai. Sebab, lahan sawah milik mereka sering terendam banjir ketika memasuki musim penghujan.

Sekitar pukul 11.00 WIB, gabungan petani warga Desa Wotgalih, Desa Jatimulyo, Kecamatan Kunir, dan nelayan asal Desa Paseban, Kecamatan Kencong, Jember, menggeruduk PT Bumi Subur. Ada tiga tuntutan yang mereka ajukan, yaitu revitalisasi sungai, masalah instalasi pengelolaan air limbah (IPAL), serta menagih corporate social responsibility (CSR).

Koordinator aksi, Ali Ridho mengatakan, beberapa tahun yang lalu warga setempat meminta pelebaran sungai, tetapi tidak segera dikabulkan. Akhirnya, lahan sawah yang berada di sepanjang aliran sungai tembus tambak udang harus terendam air. Padahal dulu tidak pernah terjadi.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Mulai zaman Cak Thoriq menjabat sebagai DPRD Provinsi hingga sekarang menjadi bupati, revitalisasi sungai tidak segera dilakukan. Warga yang memiliki lahan pertanian akhirnya hanya bisa panen satu kali dalam setahun. Itu pun panennya ketika musim kemarau. Kalau musim hujan ya tidak ditanami,” katanya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Kurang lebih seratus orang di pesisir pantai selatan menuntut perusahaan tambak udang yang berada di Wotgalih, Kecamatan Yosowilangun, untuk melakukan pelebaran sungai. Sebab, lahan sawah milik mereka sering terendam banjir ketika memasuki musim penghujan.

Sekitar pukul 11.00 WIB, gabungan petani warga Desa Wotgalih, Desa Jatimulyo, Kecamatan Kunir, dan nelayan asal Desa Paseban, Kecamatan Kencong, Jember, menggeruduk PT Bumi Subur. Ada tiga tuntutan yang mereka ajukan, yaitu revitalisasi sungai, masalah instalasi pengelolaan air limbah (IPAL), serta menagih corporate social responsibility (CSR).

Koordinator aksi, Ali Ridho mengatakan, beberapa tahun yang lalu warga setempat meminta pelebaran sungai, tetapi tidak segera dikabulkan. Akhirnya, lahan sawah yang berada di sepanjang aliran sungai tembus tambak udang harus terendam air. Padahal dulu tidak pernah terjadi.

“Mulai zaman Cak Thoriq menjabat sebagai DPRD Provinsi hingga sekarang menjadi bupati, revitalisasi sungai tidak segera dilakukan. Warga yang memiliki lahan pertanian akhirnya hanya bisa panen satu kali dalam setahun. Itu pun panennya ketika musim kemarau. Kalau musim hujan ya tidak ditanami,” katanya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Kurang lebih seratus orang di pesisir pantai selatan menuntut perusahaan tambak udang yang berada di Wotgalih, Kecamatan Yosowilangun, untuk melakukan pelebaran sungai. Sebab, lahan sawah milik mereka sering terendam banjir ketika memasuki musim penghujan.

Sekitar pukul 11.00 WIB, gabungan petani warga Desa Wotgalih, Desa Jatimulyo, Kecamatan Kunir, dan nelayan asal Desa Paseban, Kecamatan Kencong, Jember, menggeruduk PT Bumi Subur. Ada tiga tuntutan yang mereka ajukan, yaitu revitalisasi sungai, masalah instalasi pengelolaan air limbah (IPAL), serta menagih corporate social responsibility (CSR).

Koordinator aksi, Ali Ridho mengatakan, beberapa tahun yang lalu warga setempat meminta pelebaran sungai, tetapi tidak segera dikabulkan. Akhirnya, lahan sawah yang berada di sepanjang aliran sungai tembus tambak udang harus terendam air. Padahal dulu tidak pernah terjadi.

“Mulai zaman Cak Thoriq menjabat sebagai DPRD Provinsi hingga sekarang menjadi bupati, revitalisasi sungai tidak segera dilakukan. Warga yang memiliki lahan pertanian akhirnya hanya bisa panen satu kali dalam setahun. Itu pun panennya ketika musim kemarau. Kalau musim hujan ya tidak ditanami,” katanya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/