alexametrics
32.5 C
Jember
Friday, 22 October 2021

Marak Baliho Ilegal, Minim Sanksi

Penurunan reklame maupun baliho ilegal tidak membuat pemilik atau pemasang jera. Keberadaannya tetap menjamur di banyak tempat. Saat ini paling banyak didominasi reklame perumahan dan TV kabel.  

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Penertiban dan penindakan rutin petugas Satpol PP Lumajang memang tak kurang-kurang. Bahkan, hampir setiap hari mereka melakukan operasi gabungan menyasar reklame maupun baliho ilegal di setiap kecamatan. Saking banyaknya, sampai-sampai keberadaannya tidak pernah habis.

Kabid Penegakan Produk Hukum Daerah Satpol PP Lumajang Didik Budi Santoso mengatakan, bersih-bersih media promosi ilegal alias reklame atau baliho yang tidak memiliki izin seperti menjadi makanan sehari-hari. Sebab, sebagai institusi penegak perda, pihaknya berkewajiban melakukan penertiban apa-apa yang melanggar peraturan.

“Ini rutin kami lakukan, ya karena baliho yang tidak berizin itu sama dengan melanggar. Maka, sudah menjadi tugas kami untuk menertibkan. Di semua wilayah kami terus operasi untuk memastikan semua wilayah bersih,” katanya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Ciri-ciri reklame atau baliho ilegal itu sangat kentara. Biasanya ditempel di lokasi yang sangat strategis, ditempel di lampu penerangan jalan, pohon, dan sebagainya. Sekalipun kadang memakai tiang sendiri, ciri-ciri yang paling mencolok adalah tidak ada tanda bayar pajak dan masa berlaku.

Menurutnya, sanksi yang sudah diberikan cukup tegas, memberi peringatan pertama, kedua, hingga penindakan khusus. “Seperti kalau reklame yang mendirikan tiang sendiri. Itu kami sarankan untuk mengurus izin. Tetapi, kalau sudah tiga kali kami peringatkan dan membandel, terpaksa kami bongkar,” tambahnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Penertiban dan penindakan rutin petugas Satpol PP Lumajang memang tak kurang-kurang. Bahkan, hampir setiap hari mereka melakukan operasi gabungan menyasar reklame maupun baliho ilegal di setiap kecamatan. Saking banyaknya, sampai-sampai keberadaannya tidak pernah habis.

Kabid Penegakan Produk Hukum Daerah Satpol PP Lumajang Didik Budi Santoso mengatakan, bersih-bersih media promosi ilegal alias reklame atau baliho yang tidak memiliki izin seperti menjadi makanan sehari-hari. Sebab, sebagai institusi penegak perda, pihaknya berkewajiban melakukan penertiban apa-apa yang melanggar peraturan.

“Ini rutin kami lakukan, ya karena baliho yang tidak berizin itu sama dengan melanggar. Maka, sudah menjadi tugas kami untuk menertibkan. Di semua wilayah kami terus operasi untuk memastikan semua wilayah bersih,” katanya.

Ciri-ciri reklame atau baliho ilegal itu sangat kentara. Biasanya ditempel di lokasi yang sangat strategis, ditempel di lampu penerangan jalan, pohon, dan sebagainya. Sekalipun kadang memakai tiang sendiri, ciri-ciri yang paling mencolok adalah tidak ada tanda bayar pajak dan masa berlaku.

Menurutnya, sanksi yang sudah diberikan cukup tegas, memberi peringatan pertama, kedua, hingga penindakan khusus. “Seperti kalau reklame yang mendirikan tiang sendiri. Itu kami sarankan untuk mengurus izin. Tetapi, kalau sudah tiga kali kami peringatkan dan membandel, terpaksa kami bongkar,” tambahnya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Penertiban dan penindakan rutin petugas Satpol PP Lumajang memang tak kurang-kurang. Bahkan, hampir setiap hari mereka melakukan operasi gabungan menyasar reklame maupun baliho ilegal di setiap kecamatan. Saking banyaknya, sampai-sampai keberadaannya tidak pernah habis.

Kabid Penegakan Produk Hukum Daerah Satpol PP Lumajang Didik Budi Santoso mengatakan, bersih-bersih media promosi ilegal alias reklame atau baliho yang tidak memiliki izin seperti menjadi makanan sehari-hari. Sebab, sebagai institusi penegak perda, pihaknya berkewajiban melakukan penertiban apa-apa yang melanggar peraturan.

“Ini rutin kami lakukan, ya karena baliho yang tidak berizin itu sama dengan melanggar. Maka, sudah menjadi tugas kami untuk menertibkan. Di semua wilayah kami terus operasi untuk memastikan semua wilayah bersih,” katanya.

Ciri-ciri reklame atau baliho ilegal itu sangat kentara. Biasanya ditempel di lokasi yang sangat strategis, ditempel di lampu penerangan jalan, pohon, dan sebagainya. Sekalipun kadang memakai tiang sendiri, ciri-ciri yang paling mencolok adalah tidak ada tanda bayar pajak dan masa berlaku.

Menurutnya, sanksi yang sudah diberikan cukup tegas, memberi peringatan pertama, kedua, hingga penindakan khusus. “Seperti kalau reklame yang mendirikan tiang sendiri. Itu kami sarankan untuk mengurus izin. Tetapi, kalau sudah tiga kali kami peringatkan dan membandel, terpaksa kami bongkar,” tambahnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca