alexametrics
27.8 C
Jember
Sunday, 26 June 2022

Khawatirkan Jalan Piket Nol Semakin Parah

Hanya Ditutup Material dan Dibuatkan Saluran Air

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Jalan retak dan amblas di KM 58 Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, akhirnya ditangani sejak Selasa (10/8) lalu. Namun demikian, penanganan bersifat sementara. Kerusakan jalan tersebut hanya ditutup dengan material dan dipadatkan. Karena itu, ancaman kerusakan bisa kembali terjadi.

Informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Semeru, hujan beberapa waktu lalu menyebabkan jalur Piket Nol tersebut rusak. Akibatnya, air menggerus badan jalan dan memunculkan retakan sepanjang 20 meter. “Sekitar 20 tahun lalu pernah ada kejadian serupa,” ungkap Abdul Aziz, kepala desa setempat.

Azis mengatakan, kontur tanah tersebut memang rawan amblas. Oleh sebab itu, saat terjadi kerusakan, Kamis malam, warga langsung memberi tanda. Kendaraan dengan tonase berat tidak diizinkan melintas. “Sebelum dilakukan penanganan, kami berjaga di lokasi dengan sistem satu lajur bergantian. Ini juga mencegah agar jalanan tidak semakin parah. Dari Dinas Perhubungan juga bergerak cepat. Mereka sudah memasang imbauan agar tidak melintas di Piket Nol terlebih dahulu,” katanya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dia menjelaskan, awalnya retakan tersebut hanya kecil. Namun, longsoran tanah juga mengikis badan jalan. Sehingga retakan menjadi panjang dan melintang. Tidak hanya itu, kedua sisi jalan juga ikut retak dan amblas dengan kedalaman retakan berbeda-beda. “Kedalamannya 130 sentimeter di dekat tebing. Sedangkan di titik selatan jalan kedalamannya mencapai 90 sentimeter,” tambahnya.

Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.5 Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur-Bali Rizal Sanaba menuturkan bahwa kondisi tersebut sangat berbahaya. Oleh sebab itu, pihaknya langsung mengerahkan tim agar dapat dilakukan penanganan sementara. “Permasalahan di titik itu agak besar. Selain menutup retakan, kami juga sedang membuat saluran air di sisi jalan. Terutama di dekat tebing. Agar saat hujan air tidak mengalir ke jalan,” ujarnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Jalan retak dan amblas di KM 58 Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, akhirnya ditangani sejak Selasa (10/8) lalu. Namun demikian, penanganan bersifat sementara. Kerusakan jalan tersebut hanya ditutup dengan material dan dipadatkan. Karena itu, ancaman kerusakan bisa kembali terjadi.

Informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Semeru, hujan beberapa waktu lalu menyebabkan jalur Piket Nol tersebut rusak. Akibatnya, air menggerus badan jalan dan memunculkan retakan sepanjang 20 meter. “Sekitar 20 tahun lalu pernah ada kejadian serupa,” ungkap Abdul Aziz, kepala desa setempat.

Azis mengatakan, kontur tanah tersebut memang rawan amblas. Oleh sebab itu, saat terjadi kerusakan, Kamis malam, warga langsung memberi tanda. Kendaraan dengan tonase berat tidak diizinkan melintas. “Sebelum dilakukan penanganan, kami berjaga di lokasi dengan sistem satu lajur bergantian. Ini juga mencegah agar jalanan tidak semakin parah. Dari Dinas Perhubungan juga bergerak cepat. Mereka sudah memasang imbauan agar tidak melintas di Piket Nol terlebih dahulu,” katanya.

Dia menjelaskan, awalnya retakan tersebut hanya kecil. Namun, longsoran tanah juga mengikis badan jalan. Sehingga retakan menjadi panjang dan melintang. Tidak hanya itu, kedua sisi jalan juga ikut retak dan amblas dengan kedalaman retakan berbeda-beda. “Kedalamannya 130 sentimeter di dekat tebing. Sedangkan di titik selatan jalan kedalamannya mencapai 90 sentimeter,” tambahnya.

Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.5 Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur-Bali Rizal Sanaba menuturkan bahwa kondisi tersebut sangat berbahaya. Oleh sebab itu, pihaknya langsung mengerahkan tim agar dapat dilakukan penanganan sementara. “Permasalahan di titik itu agak besar. Selain menutup retakan, kami juga sedang membuat saluran air di sisi jalan. Terutama di dekat tebing. Agar saat hujan air tidak mengalir ke jalan,” ujarnya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Jalan retak dan amblas di KM 58 Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, akhirnya ditangani sejak Selasa (10/8) lalu. Namun demikian, penanganan bersifat sementara. Kerusakan jalan tersebut hanya ditutup dengan material dan dipadatkan. Karena itu, ancaman kerusakan bisa kembali terjadi.

Informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Semeru, hujan beberapa waktu lalu menyebabkan jalur Piket Nol tersebut rusak. Akibatnya, air menggerus badan jalan dan memunculkan retakan sepanjang 20 meter. “Sekitar 20 tahun lalu pernah ada kejadian serupa,” ungkap Abdul Aziz, kepala desa setempat.

Azis mengatakan, kontur tanah tersebut memang rawan amblas. Oleh sebab itu, saat terjadi kerusakan, Kamis malam, warga langsung memberi tanda. Kendaraan dengan tonase berat tidak diizinkan melintas. “Sebelum dilakukan penanganan, kami berjaga di lokasi dengan sistem satu lajur bergantian. Ini juga mencegah agar jalanan tidak semakin parah. Dari Dinas Perhubungan juga bergerak cepat. Mereka sudah memasang imbauan agar tidak melintas di Piket Nol terlebih dahulu,” katanya.

Dia menjelaskan, awalnya retakan tersebut hanya kecil. Namun, longsoran tanah juga mengikis badan jalan. Sehingga retakan menjadi panjang dan melintang. Tidak hanya itu, kedua sisi jalan juga ikut retak dan amblas dengan kedalaman retakan berbeda-beda. “Kedalamannya 130 sentimeter di dekat tebing. Sedangkan di titik selatan jalan kedalamannya mencapai 90 sentimeter,” tambahnya.

Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.5 Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur-Bali Rizal Sanaba menuturkan bahwa kondisi tersebut sangat berbahaya. Oleh sebab itu, pihaknya langsung mengerahkan tim agar dapat dilakukan penanganan sementara. “Permasalahan di titik itu agak besar. Selain menutup retakan, kami juga sedang membuat saluran air di sisi jalan. Terutama di dekat tebing. Agar saat hujan air tidak mengalir ke jalan,” ujarnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/