alexametrics
26.5 C
Jember
Tuesday, 17 May 2022

Akibat Orang Tua Meninggal karena Covid-19 , Ratusan Anak Jadi Yatim Piatu

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Tidak sedikit anak-anak yang harus kehilangan orang tuanya karena virus korona. Kurang lebih jumlahnya mencapai 183 anak yang menjadi korban. Kini, jumlah itu terus divalidasi. Sebab, rencananya mereka bakal menerima program Layanan Dukungan Psikososial (LDP) dari provinsi.

Ratusan anak tersebut dibagi menjadi empat kelompok usia, yaitu usia 0 sampai 5 tahun sebanyak 36 anak, usia 6 sampai 12 tahun sebanyak 67 anak, dan usia 13 sampai 15 tahun sebanyak 43 anak. Berikutnya, usia 16 sampai 18 tahun sebanyak 37 anak. Anak-anak itu berasal dari seluruh kecamatan di Lumajang.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, dan Pemberdayaan Perempuan dr Rosyidah mengatakan, dalam menemukan jumlah anak itu, pihaknya melibatkan penyuluh keluarga berencana (KB) tingkat kecamatan, kader KB tingkat desa, hingga jajaran kader KB paling bawah tingkat RW.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Jumlah itu masih belum final karena masih kami konsultasikan dengan Dispendukcapil. Karena kami ingin data yang kami kirimkan ke provinsi sesuai dengan keadaan. Baik itu yatim, piatu, maupun yatim piatu. Karena mereka nanti akan mendapat pendampingan LDP dari provinsi,” katanya.

Karena deadline pengiriman jumlah anak yang kehilangan orang tuanya mepet, pendataan tersebut perlu disegerakan supaya penanganannya bisa segera dilaksanakan. Sebab, tidak semua anak bisa menerima kehilangan sosok penting dalam hidupnya. Baik kehilangan ayah maupun ibu, atau bahkan keduanya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Tidak sedikit anak-anak yang harus kehilangan orang tuanya karena virus korona. Kurang lebih jumlahnya mencapai 183 anak yang menjadi korban. Kini, jumlah itu terus divalidasi. Sebab, rencananya mereka bakal menerima program Layanan Dukungan Psikososial (LDP) dari provinsi.

Ratusan anak tersebut dibagi menjadi empat kelompok usia, yaitu usia 0 sampai 5 tahun sebanyak 36 anak, usia 6 sampai 12 tahun sebanyak 67 anak, dan usia 13 sampai 15 tahun sebanyak 43 anak. Berikutnya, usia 16 sampai 18 tahun sebanyak 37 anak. Anak-anak itu berasal dari seluruh kecamatan di Lumajang.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, dan Pemberdayaan Perempuan dr Rosyidah mengatakan, dalam menemukan jumlah anak itu, pihaknya melibatkan penyuluh keluarga berencana (KB) tingkat kecamatan, kader KB tingkat desa, hingga jajaran kader KB paling bawah tingkat RW.

“Jumlah itu masih belum final karena masih kami konsultasikan dengan Dispendukcapil. Karena kami ingin data yang kami kirimkan ke provinsi sesuai dengan keadaan. Baik itu yatim, piatu, maupun yatim piatu. Karena mereka nanti akan mendapat pendampingan LDP dari provinsi,” katanya.

Karena deadline pengiriman jumlah anak yang kehilangan orang tuanya mepet, pendataan tersebut perlu disegerakan supaya penanganannya bisa segera dilaksanakan. Sebab, tidak semua anak bisa menerima kehilangan sosok penting dalam hidupnya. Baik kehilangan ayah maupun ibu, atau bahkan keduanya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Tidak sedikit anak-anak yang harus kehilangan orang tuanya karena virus korona. Kurang lebih jumlahnya mencapai 183 anak yang menjadi korban. Kini, jumlah itu terus divalidasi. Sebab, rencananya mereka bakal menerima program Layanan Dukungan Psikososial (LDP) dari provinsi.

Ratusan anak tersebut dibagi menjadi empat kelompok usia, yaitu usia 0 sampai 5 tahun sebanyak 36 anak, usia 6 sampai 12 tahun sebanyak 67 anak, dan usia 13 sampai 15 tahun sebanyak 43 anak. Berikutnya, usia 16 sampai 18 tahun sebanyak 37 anak. Anak-anak itu berasal dari seluruh kecamatan di Lumajang.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, dan Pemberdayaan Perempuan dr Rosyidah mengatakan, dalam menemukan jumlah anak itu, pihaknya melibatkan penyuluh keluarga berencana (KB) tingkat kecamatan, kader KB tingkat desa, hingga jajaran kader KB paling bawah tingkat RW.

“Jumlah itu masih belum final karena masih kami konsultasikan dengan Dispendukcapil. Karena kami ingin data yang kami kirimkan ke provinsi sesuai dengan keadaan. Baik itu yatim, piatu, maupun yatim piatu. Karena mereka nanti akan mendapat pendampingan LDP dari provinsi,” katanya.

Karena deadline pengiriman jumlah anak yang kehilangan orang tuanya mepet, pendataan tersebut perlu disegerakan supaya penanganannya bisa segera dilaksanakan. Sebab, tidak semua anak bisa menerima kehilangan sosok penting dalam hidupnya. Baik kehilangan ayah maupun ibu, atau bahkan keduanya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/