alexametrics
21.9 C
Jember
Saturday, 20 August 2022

Sehari Diguncang Gempa Ratusan Kali

Mobile_AP_Rectangle 1

SELOK AWAR-AWAR, Radar Semeru – Sejak terjadi gempa bumi pada Sabtu (09/07) pukul 03.27, gempa susulan terus-terusan terjadi. Sampai pukul 08.00 kemarin, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat ada 146 gempa susulan. Tentu ratusan gempa itu akan mengurangi potensi gempa megathrust 8,7 magnitudo.

Meskipun lokasi gempa susulan berdekatan dengan pusat gempa tahun 1994, gempa tersebut tidak mengakibatkan tsunami. Sebab, rata-rata kekuatan gempa di bawah 5 magnitudo. Bahkan, di Lumajang tidak ada dampak yang signifikan. Nelayan di Pantai Watu Pecak, Desa Selok Awar-Awar, pun masih tetap melakukan aktivitasnya melaut.

Kasi Observasi dan Informasi Stasiun Geofisika Kelas II BMKG Pasuruan Suwarto mengatakan, getaran gempa yang terjadi di titik koordinat 9,64 lintang selatan dan 112,91 bujur timur terasa di beberapa kabupaten. Tidak hanya Lumajang. Sebagian warga Jember, Malang, hingga Blitar merasakan getarannya.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Kami sudah melakukan relokasi hiposenter gempa bumi. Sehingga kami telah mengetahui pasti, gempa utama yang terjadi pada pukul 03.27 itu bukan 5,4 magnitudo, tetapi 5,2 magnitudo. Kalau di bawah 6 magnitudo, potensi tsunami itu kecil. Pergeseran tidak terlalu besar, jadi tidak berpengaruh pada permukaan air laut,” katanya.

- Advertisement -

SELOK AWAR-AWAR, Radar Semeru – Sejak terjadi gempa bumi pada Sabtu (09/07) pukul 03.27, gempa susulan terus-terusan terjadi. Sampai pukul 08.00 kemarin, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat ada 146 gempa susulan. Tentu ratusan gempa itu akan mengurangi potensi gempa megathrust 8,7 magnitudo.

Meskipun lokasi gempa susulan berdekatan dengan pusat gempa tahun 1994, gempa tersebut tidak mengakibatkan tsunami. Sebab, rata-rata kekuatan gempa di bawah 5 magnitudo. Bahkan, di Lumajang tidak ada dampak yang signifikan. Nelayan di Pantai Watu Pecak, Desa Selok Awar-Awar, pun masih tetap melakukan aktivitasnya melaut.

Kasi Observasi dan Informasi Stasiun Geofisika Kelas II BMKG Pasuruan Suwarto mengatakan, getaran gempa yang terjadi di titik koordinat 9,64 lintang selatan dan 112,91 bujur timur terasa di beberapa kabupaten. Tidak hanya Lumajang. Sebagian warga Jember, Malang, hingga Blitar merasakan getarannya.

“Kami sudah melakukan relokasi hiposenter gempa bumi. Sehingga kami telah mengetahui pasti, gempa utama yang terjadi pada pukul 03.27 itu bukan 5,4 magnitudo, tetapi 5,2 magnitudo. Kalau di bawah 6 magnitudo, potensi tsunami itu kecil. Pergeseran tidak terlalu besar, jadi tidak berpengaruh pada permukaan air laut,” katanya.

SELOK AWAR-AWAR, Radar Semeru – Sejak terjadi gempa bumi pada Sabtu (09/07) pukul 03.27, gempa susulan terus-terusan terjadi. Sampai pukul 08.00 kemarin, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat ada 146 gempa susulan. Tentu ratusan gempa itu akan mengurangi potensi gempa megathrust 8,7 magnitudo.

Meskipun lokasi gempa susulan berdekatan dengan pusat gempa tahun 1994, gempa tersebut tidak mengakibatkan tsunami. Sebab, rata-rata kekuatan gempa di bawah 5 magnitudo. Bahkan, di Lumajang tidak ada dampak yang signifikan. Nelayan di Pantai Watu Pecak, Desa Selok Awar-Awar, pun masih tetap melakukan aktivitasnya melaut.

Kasi Observasi dan Informasi Stasiun Geofisika Kelas II BMKG Pasuruan Suwarto mengatakan, getaran gempa yang terjadi di titik koordinat 9,64 lintang selatan dan 112,91 bujur timur terasa di beberapa kabupaten. Tidak hanya Lumajang. Sebagian warga Jember, Malang, hingga Blitar merasakan getarannya.

“Kami sudah melakukan relokasi hiposenter gempa bumi. Sehingga kami telah mengetahui pasti, gempa utama yang terjadi pada pukul 03.27 itu bukan 5,4 magnitudo, tetapi 5,2 magnitudo. Kalau di bawah 6 magnitudo, potensi tsunami itu kecil. Pergeseran tidak terlalu besar, jadi tidak berpengaruh pada permukaan air laut,” katanya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/