alexametrics
30.5 C
Jember
Wednesday, 10 August 2022

Diduga karena Terdampak Wabah PMK, Orderan Tusuk Sate Menurun

Mobile_AP_Rectangle 1

TOMPOKERSAN, Radar Semeru – Tusuk sate saat Idul Adha biasanya banyak diburu warga. Namun, saat ini tidak begitu banyak seperti sebelum-sebelumnya. Penjualannya menurun akibat PMK. Biasanya pedagang menyiapkan stok sampai 300 bungkus. Saat ini hanya setengahnya saja. Seperti yang terjadi di Pasar Baru Lumajang.

BACA JUGA : Pelaksanaan Kurikulum Merdeka, Guru Diberi Kebebasan Berkreasi

Muhtar, penjual di pasar, mengaku bahwa tusuk sate yang dulu jadi incaran warga kali ini justru sepi pembeli. Menurutnya, hal ini disebabkan penyakit mulut dan kuku (PMK) yang melanda Lumajang. Akibatnya, warga lebih berhati-hati untuk mengonsumsi daging.

- Advertisement -

TOMPOKERSAN, Radar Semeru – Tusuk sate saat Idul Adha biasanya banyak diburu warga. Namun, saat ini tidak begitu banyak seperti sebelum-sebelumnya. Penjualannya menurun akibat PMK. Biasanya pedagang menyiapkan stok sampai 300 bungkus. Saat ini hanya setengahnya saja. Seperti yang terjadi di Pasar Baru Lumajang.

BACA JUGA : Pelaksanaan Kurikulum Merdeka, Guru Diberi Kebebasan Berkreasi

Muhtar, penjual di pasar, mengaku bahwa tusuk sate yang dulu jadi incaran warga kali ini justru sepi pembeli. Menurutnya, hal ini disebabkan penyakit mulut dan kuku (PMK) yang melanda Lumajang. Akibatnya, warga lebih berhati-hati untuk mengonsumsi daging.

TOMPOKERSAN, Radar Semeru – Tusuk sate saat Idul Adha biasanya banyak diburu warga. Namun, saat ini tidak begitu banyak seperti sebelum-sebelumnya. Penjualannya menurun akibat PMK. Biasanya pedagang menyiapkan stok sampai 300 bungkus. Saat ini hanya setengahnya saja. Seperti yang terjadi di Pasar Baru Lumajang.

BACA JUGA : Pelaksanaan Kurikulum Merdeka, Guru Diberi Kebebasan Berkreasi

Muhtar, penjual di pasar, mengaku bahwa tusuk sate yang dulu jadi incaran warga kali ini justru sepi pembeli. Menurutnya, hal ini disebabkan penyakit mulut dan kuku (PMK) yang melanda Lumajang. Akibatnya, warga lebih berhati-hati untuk mengonsumsi daging.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/