alexametrics
27.5 C
Jember
Tuesday, 28 June 2022

Pekerja Kesulitan Dapatkan Vaksinasi

Minta Fasilitasi Perusahaan untuk Digelar Mandiri

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Program vaksinasi di Lumajang memang sudah disediakan untuk masyarakat umum. Namun, sepertinya hal tersebut belum merata. Sebab, banyak karyawan atau pekerja belum mengikutinya. Mereka masih terhalang dengan jam kerja dan tidak ada vaksin di perusahaan.

Betty Triana Kartika Wiyati, Kasi Syarat Kerja, Upah dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Lumajang mengatakan, perusahaan kesulitan melakukan vaksinasi. Sebab, pelaksanaan vaksin masih difokuskan pada lansia dan tenaga pendidik. Sementara bagi pekerja masih menunggu vaksin gotong royong.

“Vaksinasi ini tidak dikaver oleh jaminan kesehatan. Tetapi, selama gratis, hal tersebut harus merata. Memang kami tidak bisa memfasilitasi hal tersebut. Karena itu adalah kewenangan Dinas Kesehatan. Namun, kami menerima informasi bahwa perusahaan sulit melakukan vaksinasi secara masal ke pekerjanya. Dinkes menginformasikan agar perusahaan menunggu vaksin gotong royong,” katanya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dia mengungkapkan, sejauh ini banyak pekerja yang belum divaksin. Oleh sebab itu, dia mengimbau agar melakukan vaksinasi secara mandiri. “Sementara, data yang masuk itu banyak yang belum melakukan vaksinasi daripada yang sudah. Tetapi, sejumlah perusahaan juga sudah melakukan vaksin secara mandiri, seperti Jumat lalu. Kalau ingin masyarakat segera divaksin secara keseluruhan, sebaiknya juga memfasilitasi vaksin pekerja secara kolektif,” tambahnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Program vaksinasi di Lumajang memang sudah disediakan untuk masyarakat umum. Namun, sepertinya hal tersebut belum merata. Sebab, banyak karyawan atau pekerja belum mengikutinya. Mereka masih terhalang dengan jam kerja dan tidak ada vaksin di perusahaan.

Betty Triana Kartika Wiyati, Kasi Syarat Kerja, Upah dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Lumajang mengatakan, perusahaan kesulitan melakukan vaksinasi. Sebab, pelaksanaan vaksin masih difokuskan pada lansia dan tenaga pendidik. Sementara bagi pekerja masih menunggu vaksin gotong royong.

“Vaksinasi ini tidak dikaver oleh jaminan kesehatan. Tetapi, selama gratis, hal tersebut harus merata. Memang kami tidak bisa memfasilitasi hal tersebut. Karena itu adalah kewenangan Dinas Kesehatan. Namun, kami menerima informasi bahwa perusahaan sulit melakukan vaksinasi secara masal ke pekerjanya. Dinkes menginformasikan agar perusahaan menunggu vaksin gotong royong,” katanya.

Dia mengungkapkan, sejauh ini banyak pekerja yang belum divaksin. Oleh sebab itu, dia mengimbau agar melakukan vaksinasi secara mandiri. “Sementara, data yang masuk itu banyak yang belum melakukan vaksinasi daripada yang sudah. Tetapi, sejumlah perusahaan juga sudah melakukan vaksin secara mandiri, seperti Jumat lalu. Kalau ingin masyarakat segera divaksin secara keseluruhan, sebaiknya juga memfasilitasi vaksin pekerja secara kolektif,” tambahnya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Program vaksinasi di Lumajang memang sudah disediakan untuk masyarakat umum. Namun, sepertinya hal tersebut belum merata. Sebab, banyak karyawan atau pekerja belum mengikutinya. Mereka masih terhalang dengan jam kerja dan tidak ada vaksin di perusahaan.

Betty Triana Kartika Wiyati, Kasi Syarat Kerja, Upah dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Lumajang mengatakan, perusahaan kesulitan melakukan vaksinasi. Sebab, pelaksanaan vaksin masih difokuskan pada lansia dan tenaga pendidik. Sementara bagi pekerja masih menunggu vaksin gotong royong.

“Vaksinasi ini tidak dikaver oleh jaminan kesehatan. Tetapi, selama gratis, hal tersebut harus merata. Memang kami tidak bisa memfasilitasi hal tersebut. Karena itu adalah kewenangan Dinas Kesehatan. Namun, kami menerima informasi bahwa perusahaan sulit melakukan vaksinasi secara masal ke pekerjanya. Dinkes menginformasikan agar perusahaan menunggu vaksin gotong royong,” katanya.

Dia mengungkapkan, sejauh ini banyak pekerja yang belum divaksin. Oleh sebab itu, dia mengimbau agar melakukan vaksinasi secara mandiri. “Sementara, data yang masuk itu banyak yang belum melakukan vaksinasi daripada yang sudah. Tetapi, sejumlah perusahaan juga sudah melakukan vaksin secara mandiri, seperti Jumat lalu. Kalau ingin masyarakat segera divaksin secara keseluruhan, sebaiknya juga memfasilitasi vaksin pekerja secara kolektif,” tambahnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

Siapkan Pesta Rakyat

Jember Menang 2-0 Lawan Jombang

/