Keluhan Para Pedagang Bermunculan

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Sepekan penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat berjalan, rupanya tidak sedikit pedagang yang mampu bertahan. Saat ini, cukup banyak pedagang yang mulai berani menyampaikan keluhannya di grup Facebook Lapor Lumajang. Seperti unggahan akun Debi Kopling, pedagang kaki lima di Jalan PB Sudirman.

“Kami semalam dapat imbauan dari Babinsa Tompokersan untuk para PKL5 yang berjualan malam hari untuk tutup jam 20.00 WIB dan kami mematuhi imbauan tersebut dan pertanyaannya, jam 17.00 kami siap-siap nyurung rombong, jam 18.00 baru selesai dasar warung, jam 20.00 kami disuruh untuk tutup. Terus kalo jualan dua jam kira-kira dapat penghasilan dari mana, Pak?” tulisnya.

Lebih lanjut, dia membandingkan aktivitas warga yang diperbolehkan pada siang hari. Padahal saat siang hari, kerumunan warga paling banyak. Tetapi, perlakuannya dinilai datar. “Apa memang koronanya itu datang pada malam hari saja ya, Pak. Soalnya kami yang mencari nafkah malam hari sangat kesulitan untuk memenuhi kebutuhan yang di rumah,” tambahnya.

Laporan ini merupakan salah satu keluhan yang direspons banyak orang. Sekitar 800 orang menaruh jempol pada unggahan tersebut. Bahkan, tanggapannya juga tembus 800 komentar. Ada yang sependapat, menolak, dan memberikan saran. Seperti komentar akun Aisyah Muhari.