alexametrics
23.4 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Kades Mojosari Diteror

Kaca Ruang Kerja Dirusak

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Setiap kebijakan kades kadang menimbulkan pro kontra. Ada yang sepakat, ada yang menolak. Jika sampai kelewatan, hal itu bisa berdampak panjang. Seperti yang terjadi pada Kades Mojosari, Kecamatan Sumbersuko, yang kemarin diteror. Ruangan kades dirusak oleh orang tak dikenal.

Saat ini, desa tersebut memang menjadi zona merah. Tiga warga setempat tertular virus korona, beberapa hari lalu. Akibatnya, segala kegiatan kemasyarakatan yang mengundang kerumunan sementara dilarang. Dugaan sementara, motif teror dengan merusak sejumlah fasilitas desa itu disebabkan penolakan kebijakan larangan kerumunan.

Informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Semeru, sekitar pukul 02.00 dini hari, kemungkinan besar kerusakan itu dilakukan. Di lokasi kejadian terdapat sebuah tongkat kayu dan beberapa pecahan keramik yang diduga kuat digunakan pelaku untuk merusak kaca ruangan kades.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kades Mojosari, Kecamatan Sumbersuko, Gatot Susiyanto menceritakan, pada malam hari itu rumahnya sempat didatangi dua orang tak dikenal mengendarai sepeda motor. Di depan rumah itu mereka langsung membunyikan gas sepeda motor dengan lantang. Lalu, ketika melihat kades, langsung melarikan diri.

“Saya perkiraan pukul 01.00 pulang dari keliling. Terus, sekitar pukul 01.45 ada orang di depan rumah pakai sepeda motor bleyer-bleyer dua kali. Terus, saya keluar, saya kejar orang itu sampai perempatan Labruk gak ada. Saya balik lagi ke rumah. Kemudian, pagi saya langsung ke sawah. Baru tadi pukul 07.00 saya dapat kabar kejadian ini,” jelasnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Setiap kebijakan kades kadang menimbulkan pro kontra. Ada yang sepakat, ada yang menolak. Jika sampai kelewatan, hal itu bisa berdampak panjang. Seperti yang terjadi pada Kades Mojosari, Kecamatan Sumbersuko, yang kemarin diteror. Ruangan kades dirusak oleh orang tak dikenal.

Saat ini, desa tersebut memang menjadi zona merah. Tiga warga setempat tertular virus korona, beberapa hari lalu. Akibatnya, segala kegiatan kemasyarakatan yang mengundang kerumunan sementara dilarang. Dugaan sementara, motif teror dengan merusak sejumlah fasilitas desa itu disebabkan penolakan kebijakan larangan kerumunan.

Informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Semeru, sekitar pukul 02.00 dini hari, kemungkinan besar kerusakan itu dilakukan. Di lokasi kejadian terdapat sebuah tongkat kayu dan beberapa pecahan keramik yang diduga kuat digunakan pelaku untuk merusak kaca ruangan kades.

Kades Mojosari, Kecamatan Sumbersuko, Gatot Susiyanto menceritakan, pada malam hari itu rumahnya sempat didatangi dua orang tak dikenal mengendarai sepeda motor. Di depan rumah itu mereka langsung membunyikan gas sepeda motor dengan lantang. Lalu, ketika melihat kades, langsung melarikan diri.

“Saya perkiraan pukul 01.00 pulang dari keliling. Terus, sekitar pukul 01.45 ada orang di depan rumah pakai sepeda motor bleyer-bleyer dua kali. Terus, saya keluar, saya kejar orang itu sampai perempatan Labruk gak ada. Saya balik lagi ke rumah. Kemudian, pagi saya langsung ke sawah. Baru tadi pukul 07.00 saya dapat kabar kejadian ini,” jelasnya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Setiap kebijakan kades kadang menimbulkan pro kontra. Ada yang sepakat, ada yang menolak. Jika sampai kelewatan, hal itu bisa berdampak panjang. Seperti yang terjadi pada Kades Mojosari, Kecamatan Sumbersuko, yang kemarin diteror. Ruangan kades dirusak oleh orang tak dikenal.

Saat ini, desa tersebut memang menjadi zona merah. Tiga warga setempat tertular virus korona, beberapa hari lalu. Akibatnya, segala kegiatan kemasyarakatan yang mengundang kerumunan sementara dilarang. Dugaan sementara, motif teror dengan merusak sejumlah fasilitas desa itu disebabkan penolakan kebijakan larangan kerumunan.

Informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Semeru, sekitar pukul 02.00 dini hari, kemungkinan besar kerusakan itu dilakukan. Di lokasi kejadian terdapat sebuah tongkat kayu dan beberapa pecahan keramik yang diduga kuat digunakan pelaku untuk merusak kaca ruangan kades.

Kades Mojosari, Kecamatan Sumbersuko, Gatot Susiyanto menceritakan, pada malam hari itu rumahnya sempat didatangi dua orang tak dikenal mengendarai sepeda motor. Di depan rumah itu mereka langsung membunyikan gas sepeda motor dengan lantang. Lalu, ketika melihat kades, langsung melarikan diri.

“Saya perkiraan pukul 01.00 pulang dari keliling. Terus, sekitar pukul 01.45 ada orang di depan rumah pakai sepeda motor bleyer-bleyer dua kali. Terus, saya keluar, saya kejar orang itu sampai perempatan Labruk gak ada. Saya balik lagi ke rumah. Kemudian, pagi saya langsung ke sawah. Baru tadi pukul 07.00 saya dapat kabar kejadian ini,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/