alexametrics
24.3 C
Jember
Sunday, 22 May 2022

Minimnya Kepatuhan Perusahaan Melindungi Pekerja

Pengalaman dua tahun pemberian bantuan subsidi upah (BSU) bersyarat rupanya tidak banyak dijadikan pelajaran berharga oleh perusahaan. Sebab, jumlah penerima bantuan tersebut diprediksi sama dengan tahun lalu.

Mobile_AP_Rectangle 1

TOMPOKERSAN, Radar Semeru – Rencana pencairan BSU tahun ini rupanya menjadi kabar gembira bagi seluruh pekerja atau buruh yang menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Sebab, mereka akan kembali menerima bantuan untuk bangkit meningkatkan perekonomian dari dampak penanganan korona.

BACA JUGA : Sukses Gratiskan Wisata, Jember Jadi Sorotan

Tahun 2021, besaran bantuan yang terima sebesar Rp 1 juta. Seluruh penerima bantuan itu merupakan pekerja di sektor industri barang konsumsi, transportasi, aneka industri, properti dan real estate, perdagangan, dan jasa kecuali pendidikan dan kesehatan.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kabid Bidang Hubungan Industrial dan Jamsostek Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Lumajang Supriyadi mengatakan, setidaknya di Lumajang ada sekitar 2.215 perusahaan. Sementara, jumlah pekerja yang dilaporkan perusahaan ke Pemkab Lumajang hampir 57.300 orang.

“Di luar itu mungkin ada lumayan banyak, karena kadang perusahaan pasang surut. Kadang menambah karyawan, tetapi tidak rutin melaporkan. Jangankan melaporkan pekerja yang baru, melaporkan berapa jumlah karyawannya yang sudah terlindungi juga tidak banyak yang terbuka ke kami,” katanya.

Sementara itu, Kepala Disnaker Lumajang dr Rosyidah menjelaskan, kepatuhan perusahaan melindungi pekerjanya cukup lemah. Namun, kondisi itu disebabkan banyak hal. Misalnya, perusahaan masih mempertimbangkan loyalitas pekerja yang bekerja di perusahaannya.

“Baru kerja satu atau dua bulan, lalu keluar. Jadi, hanya pekerja yang serius dilindungi,” ujarnya. Lebih lanjut, dr Rosyidah melanjutkan, ketentuan pencairan bantuan tahun lalu mengatur siapa saja yang menjadi penerima. Seperti seluruh guru tidak tetap (GTT) alias tenaga honorer di bidang pendidikan serta tenaga kesehatan (nakes) tidak dapat bantuan.

“Kalau tahun ini mekanismenya belum turun, karena saat ini Kementerian Ketenagakerjaan masih membahas bagaimana teknis pencairannya. Apa ada kategori yang berubah atau tetap, itu masih belum tahu. Tetapi, kemungkinan besar jumlah penerimanya hampir sama dengan sebelumnya,” pungkasnya. (son/c2/fid)

- Advertisement -

TOMPOKERSAN, Radar Semeru – Rencana pencairan BSU tahun ini rupanya menjadi kabar gembira bagi seluruh pekerja atau buruh yang menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Sebab, mereka akan kembali menerima bantuan untuk bangkit meningkatkan perekonomian dari dampak penanganan korona.

BACA JUGA : Sukses Gratiskan Wisata, Jember Jadi Sorotan

Tahun 2021, besaran bantuan yang terima sebesar Rp 1 juta. Seluruh penerima bantuan itu merupakan pekerja di sektor industri barang konsumsi, transportasi, aneka industri, properti dan real estate, perdagangan, dan jasa kecuali pendidikan dan kesehatan.

Kabid Bidang Hubungan Industrial dan Jamsostek Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Lumajang Supriyadi mengatakan, setidaknya di Lumajang ada sekitar 2.215 perusahaan. Sementara, jumlah pekerja yang dilaporkan perusahaan ke Pemkab Lumajang hampir 57.300 orang.

“Di luar itu mungkin ada lumayan banyak, karena kadang perusahaan pasang surut. Kadang menambah karyawan, tetapi tidak rutin melaporkan. Jangankan melaporkan pekerja yang baru, melaporkan berapa jumlah karyawannya yang sudah terlindungi juga tidak banyak yang terbuka ke kami,” katanya.

Sementara itu, Kepala Disnaker Lumajang dr Rosyidah menjelaskan, kepatuhan perusahaan melindungi pekerjanya cukup lemah. Namun, kondisi itu disebabkan banyak hal. Misalnya, perusahaan masih mempertimbangkan loyalitas pekerja yang bekerja di perusahaannya.

“Baru kerja satu atau dua bulan, lalu keluar. Jadi, hanya pekerja yang serius dilindungi,” ujarnya. Lebih lanjut, dr Rosyidah melanjutkan, ketentuan pencairan bantuan tahun lalu mengatur siapa saja yang menjadi penerima. Seperti seluruh guru tidak tetap (GTT) alias tenaga honorer di bidang pendidikan serta tenaga kesehatan (nakes) tidak dapat bantuan.

“Kalau tahun ini mekanismenya belum turun, karena saat ini Kementerian Ketenagakerjaan masih membahas bagaimana teknis pencairannya. Apa ada kategori yang berubah atau tetap, itu masih belum tahu. Tetapi, kemungkinan besar jumlah penerimanya hampir sama dengan sebelumnya,” pungkasnya. (son/c2/fid)

TOMPOKERSAN, Radar Semeru – Rencana pencairan BSU tahun ini rupanya menjadi kabar gembira bagi seluruh pekerja atau buruh yang menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Sebab, mereka akan kembali menerima bantuan untuk bangkit meningkatkan perekonomian dari dampak penanganan korona.

BACA JUGA : Sukses Gratiskan Wisata, Jember Jadi Sorotan

Tahun 2021, besaran bantuan yang terima sebesar Rp 1 juta. Seluruh penerima bantuan itu merupakan pekerja di sektor industri barang konsumsi, transportasi, aneka industri, properti dan real estate, perdagangan, dan jasa kecuali pendidikan dan kesehatan.

Kabid Bidang Hubungan Industrial dan Jamsostek Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Lumajang Supriyadi mengatakan, setidaknya di Lumajang ada sekitar 2.215 perusahaan. Sementara, jumlah pekerja yang dilaporkan perusahaan ke Pemkab Lumajang hampir 57.300 orang.

“Di luar itu mungkin ada lumayan banyak, karena kadang perusahaan pasang surut. Kadang menambah karyawan, tetapi tidak rutin melaporkan. Jangankan melaporkan pekerja yang baru, melaporkan berapa jumlah karyawannya yang sudah terlindungi juga tidak banyak yang terbuka ke kami,” katanya.

Sementara itu, Kepala Disnaker Lumajang dr Rosyidah menjelaskan, kepatuhan perusahaan melindungi pekerjanya cukup lemah. Namun, kondisi itu disebabkan banyak hal. Misalnya, perusahaan masih mempertimbangkan loyalitas pekerja yang bekerja di perusahaannya.

“Baru kerja satu atau dua bulan, lalu keluar. Jadi, hanya pekerja yang serius dilindungi,” ujarnya. Lebih lanjut, dr Rosyidah melanjutkan, ketentuan pencairan bantuan tahun lalu mengatur siapa saja yang menjadi penerima. Seperti seluruh guru tidak tetap (GTT) alias tenaga honorer di bidang pendidikan serta tenaga kesehatan (nakes) tidak dapat bantuan.

“Kalau tahun ini mekanismenya belum turun, karena saat ini Kementerian Ketenagakerjaan masih membahas bagaimana teknis pencairannya. Apa ada kategori yang berubah atau tetap, itu masih belum tahu. Tetapi, kemungkinan besar jumlah penerimanya hampir sama dengan sebelumnya,” pungkasnya. (son/c2/fid)

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/