alexametrics
27.5 C
Jember
Tuesday, 28 June 2022

Dua Hari Sepuluh Kali Gempa

Dalam dua hari, gempa bumi terjadi mencapai sepuluh kali. Letaknya tidak berubah, yaitu area laut barat daya Kabupaten Malang. Sebagian besar rumah warga yang telah retak akibat gempa, Sabtu (10/04), mulai ambruk terkena gempa susulan.

Mobile_AP_Rectangle 1

Informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Semeru, ada sekitar 217 rumah warga mengalami kerusakan ringan, 413 rumah warga yang rusak sedang, dan 275 yang mengalami rusak berat. Praktis, totalnya sekitar 905 rumah. Tersebar di 11 kecamatan. Paling parah di Desa Kaliuling, Kecamatan Tempursari, dan Desa Sidomulyo serta Desa/Kecamatan Pronojiwo.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang Indra Wibowo Leksana mengatakan, jumlah kerugian material tersebut terus berubah. Sebab, saat ini banyak rumah warga yang mengalami rusak ringan menjadi sedang hingga berat. “Ini masih fluktuatif karena masih asesmen,” jelasnya.

Sementara ini, seluruh petugas gabungan, baik dari unsur Pemkab Lumajang maupun TNI-Polri, terus melakukan pembersihan rumah-rumah warga yang mengalami kerusakan. Bahkan, beberapa petugas membantu merobohkan rumah warga yang mengalami kerusakan cukup parah supaya bisa diperbaiki.

Mobile_AP_Rectangle 2

Jurnalis: Atieqson Mar Iqbal
Fotografer: Atieqson Mar Iqbal
Editor: Hafid Asnan

- Advertisement -

Informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Semeru, ada sekitar 217 rumah warga mengalami kerusakan ringan, 413 rumah warga yang rusak sedang, dan 275 yang mengalami rusak berat. Praktis, totalnya sekitar 905 rumah. Tersebar di 11 kecamatan. Paling parah di Desa Kaliuling, Kecamatan Tempursari, dan Desa Sidomulyo serta Desa/Kecamatan Pronojiwo.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang Indra Wibowo Leksana mengatakan, jumlah kerugian material tersebut terus berubah. Sebab, saat ini banyak rumah warga yang mengalami rusak ringan menjadi sedang hingga berat. “Ini masih fluktuatif karena masih asesmen,” jelasnya.

Sementara ini, seluruh petugas gabungan, baik dari unsur Pemkab Lumajang maupun TNI-Polri, terus melakukan pembersihan rumah-rumah warga yang mengalami kerusakan. Bahkan, beberapa petugas membantu merobohkan rumah warga yang mengalami kerusakan cukup parah supaya bisa diperbaiki.

Jurnalis: Atieqson Mar Iqbal
Fotografer: Atieqson Mar Iqbal
Editor: Hafid Asnan

Informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Semeru, ada sekitar 217 rumah warga mengalami kerusakan ringan, 413 rumah warga yang rusak sedang, dan 275 yang mengalami rusak berat. Praktis, totalnya sekitar 905 rumah. Tersebar di 11 kecamatan. Paling parah di Desa Kaliuling, Kecamatan Tempursari, dan Desa Sidomulyo serta Desa/Kecamatan Pronojiwo.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang Indra Wibowo Leksana mengatakan, jumlah kerugian material tersebut terus berubah. Sebab, saat ini banyak rumah warga yang mengalami rusak ringan menjadi sedang hingga berat. “Ini masih fluktuatif karena masih asesmen,” jelasnya.

Sementara ini, seluruh petugas gabungan, baik dari unsur Pemkab Lumajang maupun TNI-Polri, terus melakukan pembersihan rumah-rumah warga yang mengalami kerusakan. Bahkan, beberapa petugas membantu merobohkan rumah warga yang mengalami kerusakan cukup parah supaya bisa diperbaiki.

Jurnalis: Atieqson Mar Iqbal
Fotografer: Atieqson Mar Iqbal
Editor: Hafid Asnan

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/