alexametrics
24.3 C
Jember
Sunday, 22 May 2022

Dua Hari Sepuluh Kali Gempa

Dalam dua hari, gempa bumi terjadi mencapai sepuluh kali. Letaknya tidak berubah, yaitu area laut barat daya Kabupaten Malang. Sebagian besar rumah warga yang telah retak akibat gempa, Sabtu (10/04), mulai ambruk terkena gempa susulan.

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Bencana alam terus datang bertubi-tubi. Setelah erupsi Gunung Semeru, awal Maret, kawasan perkotaan dikepung banjir. Akhir pekan kemarin, bencana gempa bumi menimpa kawasan barat Lumajang. Ratusan rumah warga banyak yang mengalami kerusakan ringan, sedang, hingga berat.

Selain menyebabkan lima orang meninggal dunia pada hari Sabtu (10/04), bencana ini juga membuat belasan orang mengalami luka ringan. Rata-rata mereka terluka akibat tertimpa reruntuhan bata rumah yang mulai jatuh. Sebab, gempa bumi susulan yang terjadi dampaknya cukup besar.

Petugas Stasiun Geofisika Pasuruan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Suwarto mengatakan, gempa bumi merupakan bencana alam yang tidak bisa diprediksi datangnya dan dampaknya. Tetapi setelah terjadi gempa bumi besar, berikutnya gempa susulan pasti terjadi.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Gempa bumi susulan cukup besar terjadi pada Minggu pagi sekitar pukul 06.54 itu mencapai 5,3 magnitudo. Beberapa desa telah saya survei juga merasakan getaran. Ritme gempa bumi dari besar, kemudian susulan. Secara statistik, baik frekuensi maupun intensitasnya biasanya menurun. Jumlah maupun kekuatannya semakin landai dan habis,” jelasnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Bencana alam terus datang bertubi-tubi. Setelah erupsi Gunung Semeru, awal Maret, kawasan perkotaan dikepung banjir. Akhir pekan kemarin, bencana gempa bumi menimpa kawasan barat Lumajang. Ratusan rumah warga banyak yang mengalami kerusakan ringan, sedang, hingga berat.

Selain menyebabkan lima orang meninggal dunia pada hari Sabtu (10/04), bencana ini juga membuat belasan orang mengalami luka ringan. Rata-rata mereka terluka akibat tertimpa reruntuhan bata rumah yang mulai jatuh. Sebab, gempa bumi susulan yang terjadi dampaknya cukup besar.

Petugas Stasiun Geofisika Pasuruan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Suwarto mengatakan, gempa bumi merupakan bencana alam yang tidak bisa diprediksi datangnya dan dampaknya. Tetapi setelah terjadi gempa bumi besar, berikutnya gempa susulan pasti terjadi.

“Gempa bumi susulan cukup besar terjadi pada Minggu pagi sekitar pukul 06.54 itu mencapai 5,3 magnitudo. Beberapa desa telah saya survei juga merasakan getaran. Ritme gempa bumi dari besar, kemudian susulan. Secara statistik, baik frekuensi maupun intensitasnya biasanya menurun. Jumlah maupun kekuatannya semakin landai dan habis,” jelasnya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Bencana alam terus datang bertubi-tubi. Setelah erupsi Gunung Semeru, awal Maret, kawasan perkotaan dikepung banjir. Akhir pekan kemarin, bencana gempa bumi menimpa kawasan barat Lumajang. Ratusan rumah warga banyak yang mengalami kerusakan ringan, sedang, hingga berat.

Selain menyebabkan lima orang meninggal dunia pada hari Sabtu (10/04), bencana ini juga membuat belasan orang mengalami luka ringan. Rata-rata mereka terluka akibat tertimpa reruntuhan bata rumah yang mulai jatuh. Sebab, gempa bumi susulan yang terjadi dampaknya cukup besar.

Petugas Stasiun Geofisika Pasuruan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Suwarto mengatakan, gempa bumi merupakan bencana alam yang tidak bisa diprediksi datangnya dan dampaknya. Tetapi setelah terjadi gempa bumi besar, berikutnya gempa susulan pasti terjadi.

“Gempa bumi susulan cukup besar terjadi pada Minggu pagi sekitar pukul 06.54 itu mencapai 5,3 magnitudo. Beberapa desa telah saya survei juga merasakan getaran. Ritme gempa bumi dari besar, kemudian susulan. Secara statistik, baik frekuensi maupun intensitasnya biasanya menurun. Jumlah maupun kekuatannya semakin landai dan habis,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/