alexametrics
29.3 C
Jember
Thursday, 19 May 2022

Dapat Bantuan Bedah Rumah, Malah Diminta Bayar Kekurangan

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Tidak semua bantuan program Bedah Rumah beres. Ada juga yang menyisakan persoalan. Boro-boro diberi bantuan, ujung-ujungnya penerima malah diminta bayar kekurangan pekerjaan.

TUNJUKKAN NOTA: Viki ketika menunjukkan tagihan pembangunan rumahnya yang menggunakan program bedah rumah. Dalam tagihan tersebut tidak tampak besaran biaya yang dikenakan padanya.

Viki, warga Dusun Madurejo, Desa Munder, Kecamatan Yosowilangun, awalnya semringah karena tiba-tiba ditawari program bantuan Bedah Rumah. Setelah diajukan, bantuan diterima. Sehari setelah bantuan itu diterima, Anang sebagai orang yang membantu mengajukan menawari untuk mengerjakan rumahnya. Berlanjut mengarahkan pada toko bangunan untuk membangun. “Saya kaget ternyata habis Rp 16.625.000,” katanya. Dia kebingungan karena harus membayar sisanya. Sebab, bantuan hanya Rp 10 juta. Dia sampai nekat meminjam ke bank untuk membayar sisanya.

Sementara itu, Kades Munder Samsul Hadi tidak mengetahui pasti permasalahan tersebut bisa terjadi. Namun, sejak rumah Viki selesai dibangun sudah tiga kali dia mendatangi kantor desa. Dia mengeluhkan bantuan program bedah rumah yang tiba-tiba sekarang membuatnya terlilit utang.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Tidak semua bantuan program Bedah Rumah beres. Ada juga yang menyisakan persoalan. Boro-boro diberi bantuan, ujung-ujungnya penerima malah diminta bayar kekurangan pekerjaan.

TUNJUKKAN NOTA: Viki ketika menunjukkan tagihan pembangunan rumahnya yang menggunakan program bedah rumah. Dalam tagihan tersebut tidak tampak besaran biaya yang dikenakan padanya.

Viki, warga Dusun Madurejo, Desa Munder, Kecamatan Yosowilangun, awalnya semringah karena tiba-tiba ditawari program bantuan Bedah Rumah. Setelah diajukan, bantuan diterima. Sehari setelah bantuan itu diterima, Anang sebagai orang yang membantu mengajukan menawari untuk mengerjakan rumahnya. Berlanjut mengarahkan pada toko bangunan untuk membangun. “Saya kaget ternyata habis Rp 16.625.000,” katanya. Dia kebingungan karena harus membayar sisanya. Sebab, bantuan hanya Rp 10 juta. Dia sampai nekat meminjam ke bank untuk membayar sisanya.

Sementara itu, Kades Munder Samsul Hadi tidak mengetahui pasti permasalahan tersebut bisa terjadi. Namun, sejak rumah Viki selesai dibangun sudah tiga kali dia mendatangi kantor desa. Dia mengeluhkan bantuan program bedah rumah yang tiba-tiba sekarang membuatnya terlilit utang.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Tidak semua bantuan program Bedah Rumah beres. Ada juga yang menyisakan persoalan. Boro-boro diberi bantuan, ujung-ujungnya penerima malah diminta bayar kekurangan pekerjaan.

TUNJUKKAN NOTA: Viki ketika menunjukkan tagihan pembangunan rumahnya yang menggunakan program bedah rumah. Dalam tagihan tersebut tidak tampak besaran biaya yang dikenakan padanya.

Viki, warga Dusun Madurejo, Desa Munder, Kecamatan Yosowilangun, awalnya semringah karena tiba-tiba ditawari program bantuan Bedah Rumah. Setelah diajukan, bantuan diterima. Sehari setelah bantuan itu diterima, Anang sebagai orang yang membantu mengajukan menawari untuk mengerjakan rumahnya. Berlanjut mengarahkan pada toko bangunan untuk membangun. “Saya kaget ternyata habis Rp 16.625.000,” katanya. Dia kebingungan karena harus membayar sisanya. Sebab, bantuan hanya Rp 10 juta. Dia sampai nekat meminjam ke bank untuk membayar sisanya.

Sementara itu, Kades Munder Samsul Hadi tidak mengetahui pasti permasalahan tersebut bisa terjadi. Namun, sejak rumah Viki selesai dibangun sudah tiga kali dia mendatangi kantor desa. Dia mengeluhkan bantuan program bedah rumah yang tiba-tiba sekarang membuatnya terlilit utang.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/