alexametrics
23.3 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Minta Target Dua Bulan Beres

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Cuaca yang tidak menentu membuat pekerjaan penyelesaian pembangunan jalur tambang molor cukup lama. Akibatnya, masalah sosial yang berkembang di masyarakat sulit terurai. Asosiasi Penambang Rakyat Indonesia (APRI) meminta tambahan waktu dua bulan pekerjaan tersebut beres.

Diakui, saat ini masyarakat memang dirugikan. Akses jalan perkampungan banyak yang rusak. Tetapi, di sisi lain, warga yang bekerja di tambang serta pemilik armada truk pasir juga tidak memiliki pilihan akses lain. Sebab, jalur tambang masih belum bisa dilewati.

Ketua Komisi B DPRD Lumajang Eko Adis Prayoga menilai, persoalan tambang pasir tidak bisa dilihat secara parsial atau satu sudut pandang. Sebab, setiap masalah sosial yang muncul saling berkaitan. Pihaknya mengapresiasi langkah Pemkab Lumajang yang menyerahkan tanggung jawab pembangunan jalur tambang pada APRI.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Kalau hari ini teknis di lapangan masih belum memuaskan, tetapi ada progres yang kita lihat, kami tunggu. Kalau misalkan tidak serius, ayo lihat bersama-sama. Harapannya, asosiasi ini mampu menyelesaikan pekerjaannya dengan tepat waktu. Supaya persoalan pasir perlahan bisa terurai,” ucapnya.

Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPU TR) Lumajang Agus Siswanto mengatakan, setiap level pemerintah memiliki kewenangan masing-masing. Ada yang jalan nasional, provinsi, hingga kabupaten. Tahun ini kami membangun sepanjang jalan dari Pasirian ke Desa Bades hingga Desa Gondoruso.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Cuaca yang tidak menentu membuat pekerjaan penyelesaian pembangunan jalur tambang molor cukup lama. Akibatnya, masalah sosial yang berkembang di masyarakat sulit terurai. Asosiasi Penambang Rakyat Indonesia (APRI) meminta tambahan waktu dua bulan pekerjaan tersebut beres.

Diakui, saat ini masyarakat memang dirugikan. Akses jalan perkampungan banyak yang rusak. Tetapi, di sisi lain, warga yang bekerja di tambang serta pemilik armada truk pasir juga tidak memiliki pilihan akses lain. Sebab, jalur tambang masih belum bisa dilewati.

Ketua Komisi B DPRD Lumajang Eko Adis Prayoga menilai, persoalan tambang pasir tidak bisa dilihat secara parsial atau satu sudut pandang. Sebab, setiap masalah sosial yang muncul saling berkaitan. Pihaknya mengapresiasi langkah Pemkab Lumajang yang menyerahkan tanggung jawab pembangunan jalur tambang pada APRI.

“Kalau hari ini teknis di lapangan masih belum memuaskan, tetapi ada progres yang kita lihat, kami tunggu. Kalau misalkan tidak serius, ayo lihat bersama-sama. Harapannya, asosiasi ini mampu menyelesaikan pekerjaannya dengan tepat waktu. Supaya persoalan pasir perlahan bisa terurai,” ucapnya.

Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPU TR) Lumajang Agus Siswanto mengatakan, setiap level pemerintah memiliki kewenangan masing-masing. Ada yang jalan nasional, provinsi, hingga kabupaten. Tahun ini kami membangun sepanjang jalan dari Pasirian ke Desa Bades hingga Desa Gondoruso.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Cuaca yang tidak menentu membuat pekerjaan penyelesaian pembangunan jalur tambang molor cukup lama. Akibatnya, masalah sosial yang berkembang di masyarakat sulit terurai. Asosiasi Penambang Rakyat Indonesia (APRI) meminta tambahan waktu dua bulan pekerjaan tersebut beres.

Diakui, saat ini masyarakat memang dirugikan. Akses jalan perkampungan banyak yang rusak. Tetapi, di sisi lain, warga yang bekerja di tambang serta pemilik armada truk pasir juga tidak memiliki pilihan akses lain. Sebab, jalur tambang masih belum bisa dilewati.

Ketua Komisi B DPRD Lumajang Eko Adis Prayoga menilai, persoalan tambang pasir tidak bisa dilihat secara parsial atau satu sudut pandang. Sebab, setiap masalah sosial yang muncul saling berkaitan. Pihaknya mengapresiasi langkah Pemkab Lumajang yang menyerahkan tanggung jawab pembangunan jalur tambang pada APRI.

“Kalau hari ini teknis di lapangan masih belum memuaskan, tetapi ada progres yang kita lihat, kami tunggu. Kalau misalkan tidak serius, ayo lihat bersama-sama. Harapannya, asosiasi ini mampu menyelesaikan pekerjaannya dengan tepat waktu. Supaya persoalan pasir perlahan bisa terurai,” ucapnya.

Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPU TR) Lumajang Agus Siswanto mengatakan, setiap level pemerintah memiliki kewenangan masing-masing. Ada yang jalan nasional, provinsi, hingga kabupaten. Tahun ini kami membangun sepanjang jalan dari Pasirian ke Desa Bades hingga Desa Gondoruso.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/