alexametrics
31 C
Jember
Monday, 23 May 2022

Kesulitan Mengukur Performa Atlet

Taekwondo Persiapan Latihan Teknik dan Taktik

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Sebagai salah satu cabang olah raga (cabor) prioritas juara di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Jatim, tim Taekwondo Indonesia (TI) Lumajang harus bekerja ekstra. Sebab, sejak pandemi mereka tidak bisa uji tanding ke luar daerah. Namun, TI Lumajang optimistis tetap bisa memenuhi target juara dari KONI Lumajang.

Akhmad Romdzoni Mulyawan, Ketua Pengkab TI Lumajang, mengatakan bahwa saat ini persiapan tim menitikberatkan pada latihan teknik dan taktik. Sebab, hal itu sebagai alternatif peningkatan skillselain fisik. Padahal, di Porprov sebelumnya, persiapan TI Lumajang sangat padat dengan mengikuti uji tanding hingga luar daerah. “Karena pandemi, tidak ada event kejuaraan. Jadi, fokus latihan teknik dan taktik,” ucapnya.

Romdzoni mengakui, pandemi ini menurunkan performa atlet. Sebab, jam terbang kejuaraan berkurang drastis. “Kami tidak bisa mengukur kemampuan atlet. Karena jam terbang mereka untuk tanding berkurang, bahkan hampir tidak ada. Meski rutin latihan, kami benar-benar masih kesulitan mengukurnya,” ungkapnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dia mengatakan, atlet binaannya sempat down dan terbebani target juara. Namun, pihaknya selalu memberi motivasi dalam setiap latihan. Hasilnya, mereka tetap semangat berlatih. “Jadwal latihan rutin dan disiplin. Kami juga latihan dengan keras agar atlet selalu semangat dan termotivasi untuk juara,” katanya.

Selain tidak ada uji tanding, batasan jumlah atlet berlatih juga menjadi kendala. Oleh karena itu, pihaknya memberikan kebebasan bagi atlet untuk tidak latihan jika ada halangan. “Misalnya kalau sakit, kami tidak membolehkan latihan. Fokus penyembuhan dan bisa latihan mandiri di rumah. Latihan dan jumlah atletnya memang kami batasi. Maksimal 20 orang dalam arena latihan,” jelasnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Sebagai salah satu cabang olah raga (cabor) prioritas juara di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Jatim, tim Taekwondo Indonesia (TI) Lumajang harus bekerja ekstra. Sebab, sejak pandemi mereka tidak bisa uji tanding ke luar daerah. Namun, TI Lumajang optimistis tetap bisa memenuhi target juara dari KONI Lumajang.

Akhmad Romdzoni Mulyawan, Ketua Pengkab TI Lumajang, mengatakan bahwa saat ini persiapan tim menitikberatkan pada latihan teknik dan taktik. Sebab, hal itu sebagai alternatif peningkatan skillselain fisik. Padahal, di Porprov sebelumnya, persiapan TI Lumajang sangat padat dengan mengikuti uji tanding hingga luar daerah. “Karena pandemi, tidak ada event kejuaraan. Jadi, fokus latihan teknik dan taktik,” ucapnya.

Romdzoni mengakui, pandemi ini menurunkan performa atlet. Sebab, jam terbang kejuaraan berkurang drastis. “Kami tidak bisa mengukur kemampuan atlet. Karena jam terbang mereka untuk tanding berkurang, bahkan hampir tidak ada. Meski rutin latihan, kami benar-benar masih kesulitan mengukurnya,” ungkapnya.

Dia mengatakan, atlet binaannya sempat down dan terbebani target juara. Namun, pihaknya selalu memberi motivasi dalam setiap latihan. Hasilnya, mereka tetap semangat berlatih. “Jadwal latihan rutin dan disiplin. Kami juga latihan dengan keras agar atlet selalu semangat dan termotivasi untuk juara,” katanya.

Selain tidak ada uji tanding, batasan jumlah atlet berlatih juga menjadi kendala. Oleh karena itu, pihaknya memberikan kebebasan bagi atlet untuk tidak latihan jika ada halangan. “Misalnya kalau sakit, kami tidak membolehkan latihan. Fokus penyembuhan dan bisa latihan mandiri di rumah. Latihan dan jumlah atletnya memang kami batasi. Maksimal 20 orang dalam arena latihan,” jelasnya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Sebagai salah satu cabang olah raga (cabor) prioritas juara di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Jatim, tim Taekwondo Indonesia (TI) Lumajang harus bekerja ekstra. Sebab, sejak pandemi mereka tidak bisa uji tanding ke luar daerah. Namun, TI Lumajang optimistis tetap bisa memenuhi target juara dari KONI Lumajang.

Akhmad Romdzoni Mulyawan, Ketua Pengkab TI Lumajang, mengatakan bahwa saat ini persiapan tim menitikberatkan pada latihan teknik dan taktik. Sebab, hal itu sebagai alternatif peningkatan skillselain fisik. Padahal, di Porprov sebelumnya, persiapan TI Lumajang sangat padat dengan mengikuti uji tanding hingga luar daerah. “Karena pandemi, tidak ada event kejuaraan. Jadi, fokus latihan teknik dan taktik,” ucapnya.

Romdzoni mengakui, pandemi ini menurunkan performa atlet. Sebab, jam terbang kejuaraan berkurang drastis. “Kami tidak bisa mengukur kemampuan atlet. Karena jam terbang mereka untuk tanding berkurang, bahkan hampir tidak ada. Meski rutin latihan, kami benar-benar masih kesulitan mengukurnya,” ungkapnya.

Dia mengatakan, atlet binaannya sempat down dan terbebani target juara. Namun, pihaknya selalu memberi motivasi dalam setiap latihan. Hasilnya, mereka tetap semangat berlatih. “Jadwal latihan rutin dan disiplin. Kami juga latihan dengan keras agar atlet selalu semangat dan termotivasi untuk juara,” katanya.

Selain tidak ada uji tanding, batasan jumlah atlet berlatih juga menjadi kendala. Oleh karena itu, pihaknya memberikan kebebasan bagi atlet untuk tidak latihan jika ada halangan. “Misalnya kalau sakit, kami tidak membolehkan latihan. Fokus penyembuhan dan bisa latihan mandiri di rumah. Latihan dan jumlah atletnya memang kami batasi. Maksimal 20 orang dalam arena latihan,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/