alexametrics
29.9 C
Jember
Friday, 20 May 2022

Ahli Waris Pengajar Dapat Santunan

BP Jamsostek dan Wabup Serahkan Rp 42 Juta kepada Ahli Waris

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan atau yang lebih dikenal dengan BPJamsostek menyerahkan salah satu manfaat program bersama Wabup Lumajang Indah Amperawati. Yaitu santunan jaminan kematian kepada ahli waris pengasuh pondok pesantren yang meninggal dunia.

Santunan sebesar Rp 42 juta itu diserahkan langsung kepada Ustadah Zulis Siti Maslamah Al Hafidz, istri almarhum Ustad Imron Rosyadi Al Hafidz, pengasuh Pondok Pesantren TahfidzulQur’anBahrusysyifa. Penyerahan berlangsung pada acara Milad Sewindu Bahrusysyifa didampingi oleh Ketua BPJamsostek Cabang Lumajang Sasongko Adji.

Wabupyang akrab disapa Bunda Indah ini mengucapkan turut berduka cita atas meninggalnya salah satu pengajar pondok pesantren di Kelurahan Jogotrunan tersebut. Sebagai bentuk perlindungan bagi para pekerja, pihaknya ikut menyerahkan santunan jaminan kematian dari BPJamsostek Lumajang pada ahli waris.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Inilah komitmen kami semua untuk memberikan perlindungan kepada pekerja. Termasuk warga yang bekerja di bidang pendidikan.Harapannya, mereka bisa mendapatkan perlindungan sosial ketenagakerjaan. Kami support sepenuhnya karena ini semuanya untuk kepentingan masyarakat,” ujarnya.

Sasongko Adji mengatakan, sejak awal Pemkab Lumajang terus mendorong para pekerja informal dan  pekerja formal seperti orang yang bekerja di bidang sosial keagamaan untuk memiliki jaminan sosial BPJamsostek. Sebab, banyak program yang dapat membantu kesejahteraan pekerja.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan atau yang lebih dikenal dengan BPJamsostek menyerahkan salah satu manfaat program bersama Wabup Lumajang Indah Amperawati. Yaitu santunan jaminan kematian kepada ahli waris pengasuh pondok pesantren yang meninggal dunia.

Santunan sebesar Rp 42 juta itu diserahkan langsung kepada Ustadah Zulis Siti Maslamah Al Hafidz, istri almarhum Ustad Imron Rosyadi Al Hafidz, pengasuh Pondok Pesantren TahfidzulQur’anBahrusysyifa. Penyerahan berlangsung pada acara Milad Sewindu Bahrusysyifa didampingi oleh Ketua BPJamsostek Cabang Lumajang Sasongko Adji.

Wabupyang akrab disapa Bunda Indah ini mengucapkan turut berduka cita atas meninggalnya salah satu pengajar pondok pesantren di Kelurahan Jogotrunan tersebut. Sebagai bentuk perlindungan bagi para pekerja, pihaknya ikut menyerahkan santunan jaminan kematian dari BPJamsostek Lumajang pada ahli waris.

“Inilah komitmen kami semua untuk memberikan perlindungan kepada pekerja. Termasuk warga yang bekerja di bidang pendidikan.Harapannya, mereka bisa mendapatkan perlindungan sosial ketenagakerjaan. Kami support sepenuhnya karena ini semuanya untuk kepentingan masyarakat,” ujarnya.

Sasongko Adji mengatakan, sejak awal Pemkab Lumajang terus mendorong para pekerja informal dan  pekerja formal seperti orang yang bekerja di bidang sosial keagamaan untuk memiliki jaminan sosial BPJamsostek. Sebab, banyak program yang dapat membantu kesejahteraan pekerja.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan atau yang lebih dikenal dengan BPJamsostek menyerahkan salah satu manfaat program bersama Wabup Lumajang Indah Amperawati. Yaitu santunan jaminan kematian kepada ahli waris pengasuh pondok pesantren yang meninggal dunia.

Santunan sebesar Rp 42 juta itu diserahkan langsung kepada Ustadah Zulis Siti Maslamah Al Hafidz, istri almarhum Ustad Imron Rosyadi Al Hafidz, pengasuh Pondok Pesantren TahfidzulQur’anBahrusysyifa. Penyerahan berlangsung pada acara Milad Sewindu Bahrusysyifa didampingi oleh Ketua BPJamsostek Cabang Lumajang Sasongko Adji.

Wabupyang akrab disapa Bunda Indah ini mengucapkan turut berduka cita atas meninggalnya salah satu pengajar pondok pesantren di Kelurahan Jogotrunan tersebut. Sebagai bentuk perlindungan bagi para pekerja, pihaknya ikut menyerahkan santunan jaminan kematian dari BPJamsostek Lumajang pada ahli waris.

“Inilah komitmen kami semua untuk memberikan perlindungan kepada pekerja. Termasuk warga yang bekerja di bidang pendidikan.Harapannya, mereka bisa mendapatkan perlindungan sosial ketenagakerjaan. Kami support sepenuhnya karena ini semuanya untuk kepentingan masyarakat,” ujarnya.

Sasongko Adji mengatakan, sejak awal Pemkab Lumajang terus mendorong para pekerja informal dan  pekerja formal seperti orang yang bekerja di bidang sosial keagamaan untuk memiliki jaminan sosial BPJamsostek. Sebab, banyak program yang dapat membantu kesejahteraan pekerja.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/