alexametrics
24.1 C
Jember
Saturday, 28 May 2022

Korban Lahar Panas Gunung Semeru Total Masih 60 Orang Meninggal Dunia

Satu Jenazah Operator Alat Berat di Kampung Renteng

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Hingga kini, proses pencarian korban tertimbun material awan panas guguran (APG) Gunung Semeru masih berlanjut. Kemarin, tim gabungan menemukan kembali satu jenazah tertimbun. Tepatnya di Kampung Renteng, Dusun Kebondeli Utara, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro. Kuat dugaan, jenazah tersebut merupakan salah satu operator alat berat di kawasan pertambangan.

Salah satu tim gabungan asal Semarang, Heri Kiswati, mengungkapkan, penemuan itu berawal dari informasi masyarakat. Sebab, saat berada di sekitar tempat kejadian perkara (TKP), masyarakat mencium bau tidak sedap. Setelah ditelusuri, tim gabungan menemukan titik letak jenazah tertimbun material.

“Kami dapat informasi bau tidak sedap. Akhirnya, tim gabungan melakukan pencarian dan penggalian di sekitar kawasan tanggul pertambangan pasir. Ternyata benar, ada jenazah tertimbun,” ungkapnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Heri menjelaskan, penggalian dilakukan sedalam dua meter. Kondisi tubuh korban sudah tidak bisa teridentifikasi. Namun, identitas korban ditemukan di saku celana. Korban bernama Muhammad Akbar Ridhoi, warga Desa/Kecamatan Tempursari, Lumajang. “Jadi, saat evakuasi itu, tim juga menemukan identitas korban berupa SIM C. Kartu identitas ini ditemukan di saku celana yang dikenakan korban. Identitas atas nama Muhammad Akbar Ridhoi,” tuturnya.

Tak hanya itu, personel tim gabungan juga menemukan sebuah tas yang berisi satu unit handphone. Barang tersebut berada tidak jauh dari penemuan jenazah. Namun, masyarakat menerangkan, benda tersebut bukan milik korban. Sebab, berdasarkan ciri-cirinya, benda tersebut milik korban lain yang masih belum ditemukan.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Hingga kini, proses pencarian korban tertimbun material awan panas guguran (APG) Gunung Semeru masih berlanjut. Kemarin, tim gabungan menemukan kembali satu jenazah tertimbun. Tepatnya di Kampung Renteng, Dusun Kebondeli Utara, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro. Kuat dugaan, jenazah tersebut merupakan salah satu operator alat berat di kawasan pertambangan.

Salah satu tim gabungan asal Semarang, Heri Kiswati, mengungkapkan, penemuan itu berawal dari informasi masyarakat. Sebab, saat berada di sekitar tempat kejadian perkara (TKP), masyarakat mencium bau tidak sedap. Setelah ditelusuri, tim gabungan menemukan titik letak jenazah tertimbun material.

“Kami dapat informasi bau tidak sedap. Akhirnya, tim gabungan melakukan pencarian dan penggalian di sekitar kawasan tanggul pertambangan pasir. Ternyata benar, ada jenazah tertimbun,” ungkapnya.

Heri menjelaskan, penggalian dilakukan sedalam dua meter. Kondisi tubuh korban sudah tidak bisa teridentifikasi. Namun, identitas korban ditemukan di saku celana. Korban bernama Muhammad Akbar Ridhoi, warga Desa/Kecamatan Tempursari, Lumajang. “Jadi, saat evakuasi itu, tim juga menemukan identitas korban berupa SIM C. Kartu identitas ini ditemukan di saku celana yang dikenakan korban. Identitas atas nama Muhammad Akbar Ridhoi,” tuturnya.

Tak hanya itu, personel tim gabungan juga menemukan sebuah tas yang berisi satu unit handphone. Barang tersebut berada tidak jauh dari penemuan jenazah. Namun, masyarakat menerangkan, benda tersebut bukan milik korban. Sebab, berdasarkan ciri-cirinya, benda tersebut milik korban lain yang masih belum ditemukan.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Hingga kini, proses pencarian korban tertimbun material awan panas guguran (APG) Gunung Semeru masih berlanjut. Kemarin, tim gabungan menemukan kembali satu jenazah tertimbun. Tepatnya di Kampung Renteng, Dusun Kebondeli Utara, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro. Kuat dugaan, jenazah tersebut merupakan salah satu operator alat berat di kawasan pertambangan.

Salah satu tim gabungan asal Semarang, Heri Kiswati, mengungkapkan, penemuan itu berawal dari informasi masyarakat. Sebab, saat berada di sekitar tempat kejadian perkara (TKP), masyarakat mencium bau tidak sedap. Setelah ditelusuri, tim gabungan menemukan titik letak jenazah tertimbun material.

“Kami dapat informasi bau tidak sedap. Akhirnya, tim gabungan melakukan pencarian dan penggalian di sekitar kawasan tanggul pertambangan pasir. Ternyata benar, ada jenazah tertimbun,” ungkapnya.

Heri menjelaskan, penggalian dilakukan sedalam dua meter. Kondisi tubuh korban sudah tidak bisa teridentifikasi. Namun, identitas korban ditemukan di saku celana. Korban bernama Muhammad Akbar Ridhoi, warga Desa/Kecamatan Tempursari, Lumajang. “Jadi, saat evakuasi itu, tim juga menemukan identitas korban berupa SIM C. Kartu identitas ini ditemukan di saku celana yang dikenakan korban. Identitas atas nama Muhammad Akbar Ridhoi,” tuturnya.

Tak hanya itu, personel tim gabungan juga menemukan sebuah tas yang berisi satu unit handphone. Barang tersebut berada tidak jauh dari penemuan jenazah. Namun, masyarakat menerangkan, benda tersebut bukan milik korban. Sebab, berdasarkan ciri-cirinya, benda tersebut milik korban lain yang masih belum ditemukan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/