alexametrics
23.4 C
Jember
Sunday, 29 May 2022

CCTV Hasil Swadaya Sudah Terpasang, Pantau Aliran Sungai Semeru

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Sebanyak tiga instalasi tower pemantau berdiri di tiga titik kawasan rawan bencana (KRB) Gunung Semeru. Ketiganya dipasang closed circuit television (CCTV) atau kamera thermal dengan mengandalkan panel surya. Kamera tersebut dipasang secara swadaya oleh gabungan lima potensi SAR. Yakni IRBOX, SAR Surabaya, Kitabisa, Doni Salmanan, dan HDCI.

Pemasangan itu merupakan bagian dari early warning system (EWS). Meskipun belum tersambung langsung dengan Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Gunung Semeru di Pos Gunung Sawur, kamera tersebut bisa dipantau secara online melalui smartphone. Sehingga, informasi kondisi daerah aliran sungai (DAS) Gunung Semeru bisa disampaikan dengan cepat.

Mobile_AP_Rectangle 2

Ketiga instalasi itu dipasang di Dusun Sumbersari dan Dusun Curahkobokan, Desa Supiturang. Sementara, satu instalasi lain terpasang di Dusun Kajar Kuning, Desa Sumberwuluh. “Sudah dioperasikan beberapa hari lalu. Penggunaannya masih sederhana dan semi manual,” ujar Rodek, koordinator pelaksana.

Dia mengatakan, instalasi itu bisa membantu petugas pemantau Gunung Semeru. Sebab, selama ini pemantauan dilakukan secara manual. Artinya, masyarakat maupun relawan mendatangi bibir sungai aliran lahar Gunung Semeru. Menurut dia, hal tersebut sangat berbahaya. Terlebih, aktivitas Gunung Semeru masih fluktuatif.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Sebanyak tiga instalasi tower pemantau berdiri di tiga titik kawasan rawan bencana (KRB) Gunung Semeru. Ketiganya dipasang closed circuit television (CCTV) atau kamera thermal dengan mengandalkan panel surya. Kamera tersebut dipasang secara swadaya oleh gabungan lima potensi SAR. Yakni IRBOX, SAR Surabaya, Kitabisa, Doni Salmanan, dan HDCI.

Pemasangan itu merupakan bagian dari early warning system (EWS). Meskipun belum tersambung langsung dengan Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Gunung Semeru di Pos Gunung Sawur, kamera tersebut bisa dipantau secara online melalui smartphone. Sehingga, informasi kondisi daerah aliran sungai (DAS) Gunung Semeru bisa disampaikan dengan cepat.

Ketiga instalasi itu dipasang di Dusun Sumbersari dan Dusun Curahkobokan, Desa Supiturang. Sementara, satu instalasi lain terpasang di Dusun Kajar Kuning, Desa Sumberwuluh. “Sudah dioperasikan beberapa hari lalu. Penggunaannya masih sederhana dan semi manual,” ujar Rodek, koordinator pelaksana.

Dia mengatakan, instalasi itu bisa membantu petugas pemantau Gunung Semeru. Sebab, selama ini pemantauan dilakukan secara manual. Artinya, masyarakat maupun relawan mendatangi bibir sungai aliran lahar Gunung Semeru. Menurut dia, hal tersebut sangat berbahaya. Terlebih, aktivitas Gunung Semeru masih fluktuatif.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Sebanyak tiga instalasi tower pemantau berdiri di tiga titik kawasan rawan bencana (KRB) Gunung Semeru. Ketiganya dipasang closed circuit television (CCTV) atau kamera thermal dengan mengandalkan panel surya. Kamera tersebut dipasang secara swadaya oleh gabungan lima potensi SAR. Yakni IRBOX, SAR Surabaya, Kitabisa, Doni Salmanan, dan HDCI.

Pemasangan itu merupakan bagian dari early warning system (EWS). Meskipun belum tersambung langsung dengan Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Gunung Semeru di Pos Gunung Sawur, kamera tersebut bisa dipantau secara online melalui smartphone. Sehingga, informasi kondisi daerah aliran sungai (DAS) Gunung Semeru bisa disampaikan dengan cepat.

Ketiga instalasi itu dipasang di Dusun Sumbersari dan Dusun Curahkobokan, Desa Supiturang. Sementara, satu instalasi lain terpasang di Dusun Kajar Kuning, Desa Sumberwuluh. “Sudah dioperasikan beberapa hari lalu. Penggunaannya masih sederhana dan semi manual,” ujar Rodek, koordinator pelaksana.

Dia mengatakan, instalasi itu bisa membantu petugas pemantau Gunung Semeru. Sebab, selama ini pemantauan dilakukan secara manual. Artinya, masyarakat maupun relawan mendatangi bibir sungai aliran lahar Gunung Semeru. Menurut dia, hal tersebut sangat berbahaya. Terlebih, aktivitas Gunung Semeru masih fluktuatif.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/