alexametrics
19.8 C
Jember
Wednesday, 29 June 2022

Akhirnya Muncul Satu BUMTren

Belum Fokus Dibina Satu OPD, Masih Keroyokan

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Setelah dua tahun pemerintah mendorong untuk mendirikan Badan Usaha Milik Pesantren (BUMTren), akhirnya kemarin baru terwujud. Pondok Pesantren (Ponpes) Darun Najah, Desa Petahunan, Kecamatan Sumbersuko, jadi pencanangan pendirian BUMTren yang merupakan janji politik pasangan kepala daerah Thoriq-Indah itu.

Adanya BUMTren ini merupakan bukti bahwa ternyata pesantren memiliki peluang yang sama di bidang wirausaha. Pesantren tidak hanya bisa melahirkan santri-santri yang ahli dalam bidang ilmu agama, melainkan juga bisa melahirkan santri-santri yang unggul dalam memproduksi barang yang berkualitas.

Pengasuh Ponpes Darun Najah Hj Chullatul Lutfiyah mengatakan, belakangan ini cukup banyak produk-produk hasil sentuhan santri-santri yang terus berkembang. Meskipun pemasarannya kebanyakan masih meliputi sekitar alumni, tetapi hasil produk barang tersebut semakin diakui masyarakat luas.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Setelah dua tahun pemerintah mendorong untuk mendirikan Badan Usaha Milik Pesantren (BUMTren), akhirnya kemarin baru terwujud. Pondok Pesantren (Ponpes) Darun Najah, Desa Petahunan, Kecamatan Sumbersuko, jadi pencanangan pendirian BUMTren yang merupakan janji politik pasangan kepala daerah Thoriq-Indah itu.

Adanya BUMTren ini merupakan bukti bahwa ternyata pesantren memiliki peluang yang sama di bidang wirausaha. Pesantren tidak hanya bisa melahirkan santri-santri yang ahli dalam bidang ilmu agama, melainkan juga bisa melahirkan santri-santri yang unggul dalam memproduksi barang yang berkualitas.

Pengasuh Ponpes Darun Najah Hj Chullatul Lutfiyah mengatakan, belakangan ini cukup banyak produk-produk hasil sentuhan santri-santri yang terus berkembang. Meskipun pemasarannya kebanyakan masih meliputi sekitar alumni, tetapi hasil produk barang tersebut semakin diakui masyarakat luas.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Setelah dua tahun pemerintah mendorong untuk mendirikan Badan Usaha Milik Pesantren (BUMTren), akhirnya kemarin baru terwujud. Pondok Pesantren (Ponpes) Darun Najah, Desa Petahunan, Kecamatan Sumbersuko, jadi pencanangan pendirian BUMTren yang merupakan janji politik pasangan kepala daerah Thoriq-Indah itu.

Adanya BUMTren ini merupakan bukti bahwa ternyata pesantren memiliki peluang yang sama di bidang wirausaha. Pesantren tidak hanya bisa melahirkan santri-santri yang ahli dalam bidang ilmu agama, melainkan juga bisa melahirkan santri-santri yang unggul dalam memproduksi barang yang berkualitas.

Pengasuh Ponpes Darun Najah Hj Chullatul Lutfiyah mengatakan, belakangan ini cukup banyak produk-produk hasil sentuhan santri-santri yang terus berkembang. Meskipun pemasarannya kebanyakan masih meliputi sekitar alumni, tetapi hasil produk barang tersebut semakin diakui masyarakat luas.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/