alexametrics
29.9 C
Jember
Friday, 20 May 2022

Tiga Murid SD Hilang saat Erupsi, Dinas Pendidikan Jember Serahkan Bantuan

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Erupsi Gunung Semeru, Sabtu (4/12) lalu, tak hanya berdampak pada rumah warga dan persawahan. Sejumlah sekolah juga terdampak. Baik lembaga sekolah dasar (SD) negeri maupun sekolah swasta terimbas erupsi.

Sedikitnya ada 25 satuan pendidikan yang terdampak awan panas guguran erupsi Gunung Semeru. Kebanyakan yang terdampak ada di dua kecamatan. Yakni di Kecamatan Candipuro dan Kecamatan Pronojiwo. “Sekolah swasta juga terdampak,” kata Agus Salim, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lumajang, kemarin.

Agus menyampaikan kondisi ini saat ada kunjungan dari Dinas Pendidikan Jember. Bambang Hariono, Kepala Dinas Pendidikan Jember, bersama Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMPN Kabupaten Jember ketika itu berkunjung ke Lumajang.

Mobile_AP_Rectangle 2

Selain itu, dampak dari erupsi ini ada tiga siswa yang dinyatakan hilang. Sebanyak 2.406 siswa mengungsi dan sebagian rumahnya hancur. Serta ada 115 guru mengungsi. Karena itu, atas dampak erupsi ini Dinas Pendidikan sudah mengeluarkan surat edaran terkait pembelajaran dalam situasi darurat erupsi Semeru.

Agus menerangkan, pihaknya juga terus berkoordinasi dengan BPBD setempat dan selalu mencari informasi terkait dampak erupsi Gunung Semeru. Itu dilakukan agar pelayanan pendidikan tidak berhenti.

Proses pembelajaran pada wilayah terdampak bersifat situasional dan kondisional. “Sementara bagi peserta didik terdampak yang berada di tempat-tempat pengungsian di Kecamatan Candipuro dan Pronojiwo pelaksanaan pembelajaran menggunakan mekanisme pembelajaran darurat dengan model pembelajaran kolaboratif,” katanya saat ada kunjungan dari Dinas Pendidikan Jember.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Erupsi Gunung Semeru, Sabtu (4/12) lalu, tak hanya berdampak pada rumah warga dan persawahan. Sejumlah sekolah juga terdampak. Baik lembaga sekolah dasar (SD) negeri maupun sekolah swasta terimbas erupsi.

Sedikitnya ada 25 satuan pendidikan yang terdampak awan panas guguran erupsi Gunung Semeru. Kebanyakan yang terdampak ada di dua kecamatan. Yakni di Kecamatan Candipuro dan Kecamatan Pronojiwo. “Sekolah swasta juga terdampak,” kata Agus Salim, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lumajang, kemarin.

Agus menyampaikan kondisi ini saat ada kunjungan dari Dinas Pendidikan Jember. Bambang Hariono, Kepala Dinas Pendidikan Jember, bersama Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMPN Kabupaten Jember ketika itu berkunjung ke Lumajang.

Selain itu, dampak dari erupsi ini ada tiga siswa yang dinyatakan hilang. Sebanyak 2.406 siswa mengungsi dan sebagian rumahnya hancur. Serta ada 115 guru mengungsi. Karena itu, atas dampak erupsi ini Dinas Pendidikan sudah mengeluarkan surat edaran terkait pembelajaran dalam situasi darurat erupsi Semeru.

Agus menerangkan, pihaknya juga terus berkoordinasi dengan BPBD setempat dan selalu mencari informasi terkait dampak erupsi Gunung Semeru. Itu dilakukan agar pelayanan pendidikan tidak berhenti.

Proses pembelajaran pada wilayah terdampak bersifat situasional dan kondisional. “Sementara bagi peserta didik terdampak yang berada di tempat-tempat pengungsian di Kecamatan Candipuro dan Pronojiwo pelaksanaan pembelajaran menggunakan mekanisme pembelajaran darurat dengan model pembelajaran kolaboratif,” katanya saat ada kunjungan dari Dinas Pendidikan Jember.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Erupsi Gunung Semeru, Sabtu (4/12) lalu, tak hanya berdampak pada rumah warga dan persawahan. Sejumlah sekolah juga terdampak. Baik lembaga sekolah dasar (SD) negeri maupun sekolah swasta terimbas erupsi.

Sedikitnya ada 25 satuan pendidikan yang terdampak awan panas guguran erupsi Gunung Semeru. Kebanyakan yang terdampak ada di dua kecamatan. Yakni di Kecamatan Candipuro dan Kecamatan Pronojiwo. “Sekolah swasta juga terdampak,” kata Agus Salim, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lumajang, kemarin.

Agus menyampaikan kondisi ini saat ada kunjungan dari Dinas Pendidikan Jember. Bambang Hariono, Kepala Dinas Pendidikan Jember, bersama Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMPN Kabupaten Jember ketika itu berkunjung ke Lumajang.

Selain itu, dampak dari erupsi ini ada tiga siswa yang dinyatakan hilang. Sebanyak 2.406 siswa mengungsi dan sebagian rumahnya hancur. Serta ada 115 guru mengungsi. Karena itu, atas dampak erupsi ini Dinas Pendidikan sudah mengeluarkan surat edaran terkait pembelajaran dalam situasi darurat erupsi Semeru.

Agus menerangkan, pihaknya juga terus berkoordinasi dengan BPBD setempat dan selalu mencari informasi terkait dampak erupsi Gunung Semeru. Itu dilakukan agar pelayanan pendidikan tidak berhenti.

Proses pembelajaran pada wilayah terdampak bersifat situasional dan kondisional. “Sementara bagi peserta didik terdampak yang berada di tempat-tempat pengungsian di Kecamatan Candipuro dan Pronojiwo pelaksanaan pembelajaran menggunakan mekanisme pembelajaran darurat dengan model pembelajaran kolaboratif,” katanya saat ada kunjungan dari Dinas Pendidikan Jember.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/