alexametrics
23.3 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Perkirakan Distribusi Bantuan untuk Korban Gunung Semeru Selama Sebulan

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID Melewati enam hari pascaerupsi Gunung Semeru, uluran tangan dan kepedulian terhadap warga terdampak terus mengalir ke posko-posko pengungsian. Sebagian posko ada yang dipenuhi bantuan. Kini Pemkab Lumajang seharusnya mulai mengatur perkiraan distribusi untuk mencukupi kebutuhan.

Meskipun pemkab telah menetapkan masa tanggap darurat selama sebulan, warga yang mengungsi tersebar di banyak titik di Lumajang belum merencanakan bakal pindah ke mana. Terutama bagi warga yang rumahnya rusak parah. Memang ada persetujuan relokasi, tetapi menempati posko pengungsian bisa berbulan-bulan lamanya.

Sekretaris Desa Penanggal, Kecamatan Candipuro, Mufidun Al-Amin mengatakan, semula bantuan diterima dari perseorangan, kelompok, komunitas, lembaga swasta, instansi pemerintahan, pengusaha, partai dan politisi, serta banyak lainnya ditempatkan di ruang khusus. Namun, karena terus berdatangan, akhirnya memenuhi balai pertemuan.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Bantuan yang terkumpul ini terdata dengan jelas. Memang menumpuk, bahkan kami masih terus menerima bantuan tersebut. Kalau perlu akan kami sediakan gudang. Bukan karena apa, kami juga mulai memperkirakan kebutuhan pengungsi yang ada di desa kami hingga selama beberapa bulan. Karena kan mereka belum punya tempat tinggal,” katanya.

Bantuan tersebut berupa sembako, air mineral, makanan siap saji, dan banyak lainnya. Sampai-sampai bantuan yang diletakkan di balai pertemuan warga menumpuk hingga setinggi dua meter. Di tempat pengungsian lain, bantuan juga sama, menumpuk. Butuh gudang untuk menampung bantuan tersebut.

Amin melanjutkan, di desanya tersebar sekitar 800 lebih pengungsi. Mereka bermalam di banyak titik. Ada yang bermalam di kantor desa, di rumah kerabatnya, masjid, dan tempat-tempat yang menurut mereka aman. “Untuk kebutuhan makan, kami kirim tiga kali sehari,” tambahnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID Melewati enam hari pascaerupsi Gunung Semeru, uluran tangan dan kepedulian terhadap warga terdampak terus mengalir ke posko-posko pengungsian. Sebagian posko ada yang dipenuhi bantuan. Kini Pemkab Lumajang seharusnya mulai mengatur perkiraan distribusi untuk mencukupi kebutuhan.

Meskipun pemkab telah menetapkan masa tanggap darurat selama sebulan, warga yang mengungsi tersebar di banyak titik di Lumajang belum merencanakan bakal pindah ke mana. Terutama bagi warga yang rumahnya rusak parah. Memang ada persetujuan relokasi, tetapi menempati posko pengungsian bisa berbulan-bulan lamanya.

Sekretaris Desa Penanggal, Kecamatan Candipuro, Mufidun Al-Amin mengatakan, semula bantuan diterima dari perseorangan, kelompok, komunitas, lembaga swasta, instansi pemerintahan, pengusaha, partai dan politisi, serta banyak lainnya ditempatkan di ruang khusus. Namun, karena terus berdatangan, akhirnya memenuhi balai pertemuan.

“Bantuan yang terkumpul ini terdata dengan jelas. Memang menumpuk, bahkan kami masih terus menerima bantuan tersebut. Kalau perlu akan kami sediakan gudang. Bukan karena apa, kami juga mulai memperkirakan kebutuhan pengungsi yang ada di desa kami hingga selama beberapa bulan. Karena kan mereka belum punya tempat tinggal,” katanya.

Bantuan tersebut berupa sembako, air mineral, makanan siap saji, dan banyak lainnya. Sampai-sampai bantuan yang diletakkan di balai pertemuan warga menumpuk hingga setinggi dua meter. Di tempat pengungsian lain, bantuan juga sama, menumpuk. Butuh gudang untuk menampung bantuan tersebut.

Amin melanjutkan, di desanya tersebar sekitar 800 lebih pengungsi. Mereka bermalam di banyak titik. Ada yang bermalam di kantor desa, di rumah kerabatnya, masjid, dan tempat-tempat yang menurut mereka aman. “Untuk kebutuhan makan, kami kirim tiga kali sehari,” tambahnya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID Melewati enam hari pascaerupsi Gunung Semeru, uluran tangan dan kepedulian terhadap warga terdampak terus mengalir ke posko-posko pengungsian. Sebagian posko ada yang dipenuhi bantuan. Kini Pemkab Lumajang seharusnya mulai mengatur perkiraan distribusi untuk mencukupi kebutuhan.

Meskipun pemkab telah menetapkan masa tanggap darurat selama sebulan, warga yang mengungsi tersebar di banyak titik di Lumajang belum merencanakan bakal pindah ke mana. Terutama bagi warga yang rumahnya rusak parah. Memang ada persetujuan relokasi, tetapi menempati posko pengungsian bisa berbulan-bulan lamanya.

Sekretaris Desa Penanggal, Kecamatan Candipuro, Mufidun Al-Amin mengatakan, semula bantuan diterima dari perseorangan, kelompok, komunitas, lembaga swasta, instansi pemerintahan, pengusaha, partai dan politisi, serta banyak lainnya ditempatkan di ruang khusus. Namun, karena terus berdatangan, akhirnya memenuhi balai pertemuan.

“Bantuan yang terkumpul ini terdata dengan jelas. Memang menumpuk, bahkan kami masih terus menerima bantuan tersebut. Kalau perlu akan kami sediakan gudang. Bukan karena apa, kami juga mulai memperkirakan kebutuhan pengungsi yang ada di desa kami hingga selama beberapa bulan. Karena kan mereka belum punya tempat tinggal,” katanya.

Bantuan tersebut berupa sembako, air mineral, makanan siap saji, dan banyak lainnya. Sampai-sampai bantuan yang diletakkan di balai pertemuan warga menumpuk hingga setinggi dua meter. Di tempat pengungsian lain, bantuan juga sama, menumpuk. Butuh gudang untuk menampung bantuan tersebut.

Amin melanjutkan, di desanya tersebar sekitar 800 lebih pengungsi. Mereka bermalam di banyak titik. Ada yang bermalam di kantor desa, di rumah kerabatnya, masjid, dan tempat-tempat yang menurut mereka aman. “Untuk kebutuhan makan, kami kirim tiga kali sehari,” tambahnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/