alexametrics
23.3 C
Jember
Friday, 27 May 2022

Pentingnya Bimbingan Perkawinan bagi Calon Pengantin

Hidup bersama sebagai sepasang suami istri memang perlu kesiapan yang matang. Terutama memantapkan mental. Adanya bimbingan perkawinan yang begitu penting ini belum punya dasar untuk diwajibkan.

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.IDCalon pengantin (catin) yang hendak menikah disarankan mengikuti bimbingan perkawinan (bimwin). Meski tidak bersifat wajib, bimbingan ini diklaim Kantor Kementerian Agama (Kemenag) sebagai upaya menekan kasus perceraian. Khususnya di Lumajang, yang memiliki angka perceraian cukup tinggi.

Wahib, Ketua Paguyuban Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Lumajang, mengungkapkan, bimwin sangat efektif memberikan bekal kepada catin yang akan melaksanakan pernikahan. Sebab, mereka mendapatkan banyak bekal materi dalam berumah tangga. “Ini upaya untuk mempersiapkan masa depan bersama dengan berbagai macam materi yang diperoleh dari bimwin,” ungkapnya.

Lelaki yang juga menjabat sebagai Kepala KUA Kecamatan Lumajang ini mengatakan, belum ada regulasi yang mewajibkan bimwin. Karenanya, kuota pasangan catin yang mengikuti bimwin terbatas. Meski demikian, antusiasme catin sangat tinggi. Karenanya, pihaknya memprioritaskan catin dengan pelaksanaan nikah terlebih dahulu.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Pelaksanaannya dua hari. Tetapi, kebanyakan peserta di hari kedua izin tidak mengikuti pelatihan. Rata-rata mereka bekerja. Sedangkan cuti hanya diberikan satu hari. Sehingga, kami maksimalkan materi penting tentang keluarga kami sampaikan di hari pertama secara tuntas,” katanya.

Bimbingan yang diberikan tidak hanya bimwin bagi catin. Ada dua program lainnya. Yakni bimbingan perkawinan bagi remaja usia sekolah (BRUS) dan bimbingan perkawinan bagi keluarga sakinah.

“Bimbingan ini sebuah keniscayaan dan kebutuhan bagi para calon pengantin. Tentu sangat penting sekali memikirkan kehidupan rumah tangga ke depan. Sehingga mereka bisa menyiapkan generasi yang berkualitas. Mohon maaf, ada sebagian yang tidak ikut bimwin tidak memiliki pemikiran jangka panjang. Jadi, kurang memahami dinamika keluarga dan hakikat pernikahan,” tandas Sudihartono, Kasi Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Lumajang.

Dia menambahkan, pada tahun 2020, ada ribuan pasangan catin mengikuti bimwin. Hingga pertengahan tahun 2021, jumlah tersebut terus meningkat. Namun, karena adanya pemberlakuan PPKM, bimwin tidak dapat dilaksanakan dengan maksimal. “Tahun 2020 ada 52 angkatan bimwin. Per angkatan 25 pasangan. Hingga Mei 2021 ada 20 angkatan. Selanjutnya, hanya 15 angkatan dengan jumlah peserta 30 orang,” tambahnya.

Agar Catin Lebih Siap Menikah

Pemberian bimbingan perkawinan (bimwin) juga bertujuan untuk mematangkan persiapan calon pengantin (catin). Sebab, materi yang diberikan mencakup pencegahan, cara menghadapi masalah, dan penyelesaiannya. Tidak hanya itu, catin juga dibekali manajemen dan pengelolaan lahir batin pernikahan. Agar pasangan catin lebih mantap dan siap hidup bersama.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.IDCalon pengantin (catin) yang hendak menikah disarankan mengikuti bimbingan perkawinan (bimwin). Meski tidak bersifat wajib, bimbingan ini diklaim Kantor Kementerian Agama (Kemenag) sebagai upaya menekan kasus perceraian. Khususnya di Lumajang, yang memiliki angka perceraian cukup tinggi.

Wahib, Ketua Paguyuban Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Lumajang, mengungkapkan, bimwin sangat efektif memberikan bekal kepada catin yang akan melaksanakan pernikahan. Sebab, mereka mendapatkan banyak bekal materi dalam berumah tangga. “Ini upaya untuk mempersiapkan masa depan bersama dengan berbagai macam materi yang diperoleh dari bimwin,” ungkapnya.

Lelaki yang juga menjabat sebagai Kepala KUA Kecamatan Lumajang ini mengatakan, belum ada regulasi yang mewajibkan bimwin. Karenanya, kuota pasangan catin yang mengikuti bimwin terbatas. Meski demikian, antusiasme catin sangat tinggi. Karenanya, pihaknya memprioritaskan catin dengan pelaksanaan nikah terlebih dahulu.

“Pelaksanaannya dua hari. Tetapi, kebanyakan peserta di hari kedua izin tidak mengikuti pelatihan. Rata-rata mereka bekerja. Sedangkan cuti hanya diberikan satu hari. Sehingga, kami maksimalkan materi penting tentang keluarga kami sampaikan di hari pertama secara tuntas,” katanya.

Bimbingan yang diberikan tidak hanya bimwin bagi catin. Ada dua program lainnya. Yakni bimbingan perkawinan bagi remaja usia sekolah (BRUS) dan bimbingan perkawinan bagi keluarga sakinah.

“Bimbingan ini sebuah keniscayaan dan kebutuhan bagi para calon pengantin. Tentu sangat penting sekali memikirkan kehidupan rumah tangga ke depan. Sehingga mereka bisa menyiapkan generasi yang berkualitas. Mohon maaf, ada sebagian yang tidak ikut bimwin tidak memiliki pemikiran jangka panjang. Jadi, kurang memahami dinamika keluarga dan hakikat pernikahan,” tandas Sudihartono, Kasi Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Lumajang.

Dia menambahkan, pada tahun 2020, ada ribuan pasangan catin mengikuti bimwin. Hingga pertengahan tahun 2021, jumlah tersebut terus meningkat. Namun, karena adanya pemberlakuan PPKM, bimwin tidak dapat dilaksanakan dengan maksimal. “Tahun 2020 ada 52 angkatan bimwin. Per angkatan 25 pasangan. Hingga Mei 2021 ada 20 angkatan. Selanjutnya, hanya 15 angkatan dengan jumlah peserta 30 orang,” tambahnya.

Agar Catin Lebih Siap Menikah

Pemberian bimbingan perkawinan (bimwin) juga bertujuan untuk mematangkan persiapan calon pengantin (catin). Sebab, materi yang diberikan mencakup pencegahan, cara menghadapi masalah, dan penyelesaiannya. Tidak hanya itu, catin juga dibekali manajemen dan pengelolaan lahir batin pernikahan. Agar pasangan catin lebih mantap dan siap hidup bersama.

LUMAJANG, RADARJEMBER.IDCalon pengantin (catin) yang hendak menikah disarankan mengikuti bimbingan perkawinan (bimwin). Meski tidak bersifat wajib, bimbingan ini diklaim Kantor Kementerian Agama (Kemenag) sebagai upaya menekan kasus perceraian. Khususnya di Lumajang, yang memiliki angka perceraian cukup tinggi.

Wahib, Ketua Paguyuban Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Lumajang, mengungkapkan, bimwin sangat efektif memberikan bekal kepada catin yang akan melaksanakan pernikahan. Sebab, mereka mendapatkan banyak bekal materi dalam berumah tangga. “Ini upaya untuk mempersiapkan masa depan bersama dengan berbagai macam materi yang diperoleh dari bimwin,” ungkapnya.

Lelaki yang juga menjabat sebagai Kepala KUA Kecamatan Lumajang ini mengatakan, belum ada regulasi yang mewajibkan bimwin. Karenanya, kuota pasangan catin yang mengikuti bimwin terbatas. Meski demikian, antusiasme catin sangat tinggi. Karenanya, pihaknya memprioritaskan catin dengan pelaksanaan nikah terlebih dahulu.

“Pelaksanaannya dua hari. Tetapi, kebanyakan peserta di hari kedua izin tidak mengikuti pelatihan. Rata-rata mereka bekerja. Sedangkan cuti hanya diberikan satu hari. Sehingga, kami maksimalkan materi penting tentang keluarga kami sampaikan di hari pertama secara tuntas,” katanya.

Bimbingan yang diberikan tidak hanya bimwin bagi catin. Ada dua program lainnya. Yakni bimbingan perkawinan bagi remaja usia sekolah (BRUS) dan bimbingan perkawinan bagi keluarga sakinah.

“Bimbingan ini sebuah keniscayaan dan kebutuhan bagi para calon pengantin. Tentu sangat penting sekali memikirkan kehidupan rumah tangga ke depan. Sehingga mereka bisa menyiapkan generasi yang berkualitas. Mohon maaf, ada sebagian yang tidak ikut bimwin tidak memiliki pemikiran jangka panjang. Jadi, kurang memahami dinamika keluarga dan hakikat pernikahan,” tandas Sudihartono, Kasi Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Lumajang.

Dia menambahkan, pada tahun 2020, ada ribuan pasangan catin mengikuti bimwin. Hingga pertengahan tahun 2021, jumlah tersebut terus meningkat. Namun, karena adanya pemberlakuan PPKM, bimwin tidak dapat dilaksanakan dengan maksimal. “Tahun 2020 ada 52 angkatan bimwin. Per angkatan 25 pasangan. Hingga Mei 2021 ada 20 angkatan. Selanjutnya, hanya 15 angkatan dengan jumlah peserta 30 orang,” tambahnya.

Agar Catin Lebih Siap Menikah

Pemberian bimbingan perkawinan (bimwin) juga bertujuan untuk mematangkan persiapan calon pengantin (catin). Sebab, materi yang diberikan mencakup pencegahan, cara menghadapi masalah, dan penyelesaiannya. Tidak hanya itu, catin juga dibekali manajemen dan pengelolaan lahir batin pernikahan. Agar pasangan catin lebih mantap dan siap hidup bersama.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/