alexametrics
31.8 C
Jember
Tuesday, 16 August 2022

Tanpa Swab Dinyatakan Tertular Korona

Periksa ke Puskesmas dan RS Makin Waswas

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Orang yang menderita penyakit semakin waswas memeriksakan diri ke puskesmas atau rumah sakit. Sebab, bukannya mendapatkan perawatan yang baik, justru mendapat perlakuan yang tidak-tidak. Seperti yang terjadi pada warga yang berobat tetapi divonis korona.

Sanurdin, warga Dusun Igir-Igir, Desa Darungan, Kecamatan Yosowilangun, ini misalnya. Dia dinyatakan tertular, tetapi tidak disertai bukti penyebab. Mulanya melakukan pengobatan ke Klinik Wiratama Desa Karanganyar, setelah itu diminta untuk melakukan isolasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Haryoto.

Taufik, anaknya, mengatakan, sebelumnya bapaknya menderita sakit demam. Bahkan juga menjalani perawatan selama beberapa hari di Puskesmas Yosowilangun. Sempat diminta untuk menginap selama dua hari, tetapi tidak ada gejala atau vonis tertular korona. Seketika membaik dan dipersilakan untuk pulang.

Mobile_AP_Rectangle 2

Selang beberapa hari berikutnya, penyakitnya kambuh, sehingga diantarkan untuk menjalani pemeriksaan selanjutnya di Klinik Desa Karanganyar. Padahal, di tempat tersebut tidak dilakukan pengambilan swab, tetapi tiba-tiba dinyatakan tertular. “Belum pernah di-swab, tapi kata dokter tertular. Ya saya bawa pulang,” katanya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Orang yang menderita penyakit semakin waswas memeriksakan diri ke puskesmas atau rumah sakit. Sebab, bukannya mendapatkan perawatan yang baik, justru mendapat perlakuan yang tidak-tidak. Seperti yang terjadi pada warga yang berobat tetapi divonis korona.

Sanurdin, warga Dusun Igir-Igir, Desa Darungan, Kecamatan Yosowilangun, ini misalnya. Dia dinyatakan tertular, tetapi tidak disertai bukti penyebab. Mulanya melakukan pengobatan ke Klinik Wiratama Desa Karanganyar, setelah itu diminta untuk melakukan isolasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Haryoto.

Taufik, anaknya, mengatakan, sebelumnya bapaknya menderita sakit demam. Bahkan juga menjalani perawatan selama beberapa hari di Puskesmas Yosowilangun. Sempat diminta untuk menginap selama dua hari, tetapi tidak ada gejala atau vonis tertular korona. Seketika membaik dan dipersilakan untuk pulang.

Selang beberapa hari berikutnya, penyakitnya kambuh, sehingga diantarkan untuk menjalani pemeriksaan selanjutnya di Klinik Desa Karanganyar. Padahal, di tempat tersebut tidak dilakukan pengambilan swab, tetapi tiba-tiba dinyatakan tertular. “Belum pernah di-swab, tapi kata dokter tertular. Ya saya bawa pulang,” katanya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Orang yang menderita penyakit semakin waswas memeriksakan diri ke puskesmas atau rumah sakit. Sebab, bukannya mendapatkan perawatan yang baik, justru mendapat perlakuan yang tidak-tidak. Seperti yang terjadi pada warga yang berobat tetapi divonis korona.

Sanurdin, warga Dusun Igir-Igir, Desa Darungan, Kecamatan Yosowilangun, ini misalnya. Dia dinyatakan tertular, tetapi tidak disertai bukti penyebab. Mulanya melakukan pengobatan ke Klinik Wiratama Desa Karanganyar, setelah itu diminta untuk melakukan isolasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Haryoto.

Taufik, anaknya, mengatakan, sebelumnya bapaknya menderita sakit demam. Bahkan juga menjalani perawatan selama beberapa hari di Puskesmas Yosowilangun. Sempat diminta untuk menginap selama dua hari, tetapi tidak ada gejala atau vonis tertular korona. Seketika membaik dan dipersilakan untuk pulang.

Selang beberapa hari berikutnya, penyakitnya kambuh, sehingga diantarkan untuk menjalani pemeriksaan selanjutnya di Klinik Desa Karanganyar. Padahal, di tempat tersebut tidak dilakukan pengambilan swab, tetapi tiba-tiba dinyatakan tertular. “Belum pernah di-swab, tapi kata dokter tertular. Ya saya bawa pulang,” katanya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/