alexametrics
24 C
Jember
Monday, 8 August 2022

Berangkat Diantar, Pulang Dijemput Orang Tua

Metode Pembelajaran Sinau Bareng Bakal Dimulai

Mobile_AP_Rectangle 1

“Tempat duduknya diatur zig-zag. Artinya, satu meja diperuntukkan hanya untuk satu siswa. Bahkan dalam ruangan dibatasi hanya 25 persen siswa per kelas,” ucapnya. Siswa yang menderita sakit demam dan pusing tidak diperkenankan melakukan model pembelajaran PSB tersebut.

Diakui, permintaan para wali murid sangat variatif. Ada yang cenderung memilih tetap menggunakan proses pembelajaran daring. Ada juga yang tetap memilihi model Gusam. Apalagi jumlah murid yang menempuh pendidikan di lembaga sekolah tersebut berjumlah tiga ratusan siswa. Praktis, bakal banyak pilihan-pilihan.

Kepala Koordinator Pelayanan Pendidikan (KPP) Sukodono Ghoniyul Khusnah mengatakan, saking ketatnya proses pembelajaran PSB, orang tua yang menginginkan KBM menggunakan model itu harus mengantarkan dan menjemput anaknya ketika berangkat dan pulang sekolah. “Tidak boleh orang lain. Harus orang dalam satu kartu keluarga,” pungkasnya.

- Advertisement -

“Tempat duduknya diatur zig-zag. Artinya, satu meja diperuntukkan hanya untuk satu siswa. Bahkan dalam ruangan dibatasi hanya 25 persen siswa per kelas,” ucapnya. Siswa yang menderita sakit demam dan pusing tidak diperkenankan melakukan model pembelajaran PSB tersebut.

Diakui, permintaan para wali murid sangat variatif. Ada yang cenderung memilih tetap menggunakan proses pembelajaran daring. Ada juga yang tetap memilihi model Gusam. Apalagi jumlah murid yang menempuh pendidikan di lembaga sekolah tersebut berjumlah tiga ratusan siswa. Praktis, bakal banyak pilihan-pilihan.

Kepala Koordinator Pelayanan Pendidikan (KPP) Sukodono Ghoniyul Khusnah mengatakan, saking ketatnya proses pembelajaran PSB, orang tua yang menginginkan KBM menggunakan model itu harus mengantarkan dan menjemput anaknya ketika berangkat dan pulang sekolah. “Tidak boleh orang lain. Harus orang dalam satu kartu keluarga,” pungkasnya.

“Tempat duduknya diatur zig-zag. Artinya, satu meja diperuntukkan hanya untuk satu siswa. Bahkan dalam ruangan dibatasi hanya 25 persen siswa per kelas,” ucapnya. Siswa yang menderita sakit demam dan pusing tidak diperkenankan melakukan model pembelajaran PSB tersebut.

Diakui, permintaan para wali murid sangat variatif. Ada yang cenderung memilih tetap menggunakan proses pembelajaran daring. Ada juga yang tetap memilihi model Gusam. Apalagi jumlah murid yang menempuh pendidikan di lembaga sekolah tersebut berjumlah tiga ratusan siswa. Praktis, bakal banyak pilihan-pilihan.

Kepala Koordinator Pelayanan Pendidikan (KPP) Sukodono Ghoniyul Khusnah mengatakan, saking ketatnya proses pembelajaran PSB, orang tua yang menginginkan KBM menggunakan model itu harus mengantarkan dan menjemput anaknya ketika berangkat dan pulang sekolah. “Tidak boleh orang lain. Harus orang dalam satu kartu keluarga,” pungkasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/