31.1 C
Jember
Wednesday, 29 March 2023

Atlet Lumajang Raih tiga Medali PON XX Papua

Mewakili kontingen Jawa Timur, kiprah atlet Lumajang dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua sangat memuaskan. Meski minim jam terbang karena terbentur pandemi, mereka tetap giat berlatih. Hasil sementara, mereka membawa pulang tiga medali.

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Sejumlah cabang olahraga (cabor) pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua sudah selesai dipertandingkan. Meski masih bergulir, para atlet yang selesai bertanding sudah kembali ke daerah asal masing-masing. Salah satunya atlet wushu Jawa Timur dari Lumajang, Efi Dian Sofiana.

Efi, sapaan akrabnya, mengungkapkan, pelaksanaan PON kali ini jauh berbeda dengan sebelumnya. Sebab, di masa pandemi, latihan tidak dapat maksimal. Bahkan, sejumlah jadwal latih tanding atau tryout antaratlet lain juga dibatalkan. Sehingga, hal tersebut juga berdampak saat di arena pertandingan.

“PON Jabar tahun 2016 lalu, latihan bisa maksimal. Karena kami masih bisa melakukan banyak latih tanding dengan atlet provinsi lain. Sedangkan karena pandemi korona, banyak jadwal yang harus di-cancel. Jadi, jam terbangnya masih sangat kurang,” ungkapnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Meski demikian, dia bangga. Sebab, dia berhasil membawa medali perunggu dari nomor wushu sanda kelas 48 kg putri. “Tentu sangat senang. Tetapi bukan karena dapat juara atau reward-nya. Tidak semuanya dilihat dari materi. Yang penting bisa berprestasi dan memajukan olahraga Lumajang,” tambahnya.

Sementara itu, Saiful Rijal, atlet sepak takraw asal Pronojiwo, Lumajang, juga bangga. Meski tryout di luar negeri seperti Malaysia dan Thailand tidak terlaksana, dia tetap latihan maksimal di Pusat Pelatihan Daerah (Puslatda) Jawa Timur. Dia menjelaskan, dukungan dari Pemerintah Lumajang juga sangat tinggi. Sehingga, hal itu memotivasinya untuk meraih juara.

“Sejak tahun 2018 sudah mengikuti PON mewakili Lumajang atas nama kontingen Jawa Timur. Banyak pengalaman tentunya. Terutama dukungan dan apresiasi yang luar biasa. Biasanya dapat reward seperti uang pembinaan. Tetapi, jauh lebih berharga dari itu adalah membanggakan Lumajang,” jelasnya.

Peraih medali emas dan perak sepak takraw PON Papua tersebut berharap, hasil capaian atlet dalam ajang PON bisa memberikan semangat bagi atlet lain. Terutama para atlet yang akan bertanding pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) tahun depan. “Kuncinya, atlet Lumajang harus terus berkarya. Catat prestasi setinggi-tingginya. Tentu terus belajar dan berlatih. Jangan sampai berhenti,” pungkasnya.

 

 

Jurnalis : Muhammad Sidkin Ali
Fotografer : Muhammad Sidkin Ali
Redaktur : Hafid Asnan

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Sejumlah cabang olahraga (cabor) pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua sudah selesai dipertandingkan. Meski masih bergulir, para atlet yang selesai bertanding sudah kembali ke daerah asal masing-masing. Salah satunya atlet wushu Jawa Timur dari Lumajang, Efi Dian Sofiana.

Efi, sapaan akrabnya, mengungkapkan, pelaksanaan PON kali ini jauh berbeda dengan sebelumnya. Sebab, di masa pandemi, latihan tidak dapat maksimal. Bahkan, sejumlah jadwal latih tanding atau tryout antaratlet lain juga dibatalkan. Sehingga, hal tersebut juga berdampak saat di arena pertandingan.

“PON Jabar tahun 2016 lalu, latihan bisa maksimal. Karena kami masih bisa melakukan banyak latih tanding dengan atlet provinsi lain. Sedangkan karena pandemi korona, banyak jadwal yang harus di-cancel. Jadi, jam terbangnya masih sangat kurang,” ungkapnya.

Meski demikian, dia bangga. Sebab, dia berhasil membawa medali perunggu dari nomor wushu sanda kelas 48 kg putri. “Tentu sangat senang. Tetapi bukan karena dapat juara atau reward-nya. Tidak semuanya dilihat dari materi. Yang penting bisa berprestasi dan memajukan olahraga Lumajang,” tambahnya.

Sementara itu, Saiful Rijal, atlet sepak takraw asal Pronojiwo, Lumajang, juga bangga. Meski tryout di luar negeri seperti Malaysia dan Thailand tidak terlaksana, dia tetap latihan maksimal di Pusat Pelatihan Daerah (Puslatda) Jawa Timur. Dia menjelaskan, dukungan dari Pemerintah Lumajang juga sangat tinggi. Sehingga, hal itu memotivasinya untuk meraih juara.

“Sejak tahun 2018 sudah mengikuti PON mewakili Lumajang atas nama kontingen Jawa Timur. Banyak pengalaman tentunya. Terutama dukungan dan apresiasi yang luar biasa. Biasanya dapat reward seperti uang pembinaan. Tetapi, jauh lebih berharga dari itu adalah membanggakan Lumajang,” jelasnya.

Peraih medali emas dan perak sepak takraw PON Papua tersebut berharap, hasil capaian atlet dalam ajang PON bisa memberikan semangat bagi atlet lain. Terutama para atlet yang akan bertanding pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) tahun depan. “Kuncinya, atlet Lumajang harus terus berkarya. Catat prestasi setinggi-tingginya. Tentu terus belajar dan berlatih. Jangan sampai berhenti,” pungkasnya.

 

 

Jurnalis : Muhammad Sidkin Ali
Fotografer : Muhammad Sidkin Ali
Redaktur : Hafid Asnan

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Sejumlah cabang olahraga (cabor) pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua sudah selesai dipertandingkan. Meski masih bergulir, para atlet yang selesai bertanding sudah kembali ke daerah asal masing-masing. Salah satunya atlet wushu Jawa Timur dari Lumajang, Efi Dian Sofiana.

Efi, sapaan akrabnya, mengungkapkan, pelaksanaan PON kali ini jauh berbeda dengan sebelumnya. Sebab, di masa pandemi, latihan tidak dapat maksimal. Bahkan, sejumlah jadwal latih tanding atau tryout antaratlet lain juga dibatalkan. Sehingga, hal tersebut juga berdampak saat di arena pertandingan.

“PON Jabar tahun 2016 lalu, latihan bisa maksimal. Karena kami masih bisa melakukan banyak latih tanding dengan atlet provinsi lain. Sedangkan karena pandemi korona, banyak jadwal yang harus di-cancel. Jadi, jam terbangnya masih sangat kurang,” ungkapnya.

Meski demikian, dia bangga. Sebab, dia berhasil membawa medali perunggu dari nomor wushu sanda kelas 48 kg putri. “Tentu sangat senang. Tetapi bukan karena dapat juara atau reward-nya. Tidak semuanya dilihat dari materi. Yang penting bisa berprestasi dan memajukan olahraga Lumajang,” tambahnya.

Sementara itu, Saiful Rijal, atlet sepak takraw asal Pronojiwo, Lumajang, juga bangga. Meski tryout di luar negeri seperti Malaysia dan Thailand tidak terlaksana, dia tetap latihan maksimal di Pusat Pelatihan Daerah (Puslatda) Jawa Timur. Dia menjelaskan, dukungan dari Pemerintah Lumajang juga sangat tinggi. Sehingga, hal itu memotivasinya untuk meraih juara.

“Sejak tahun 2018 sudah mengikuti PON mewakili Lumajang atas nama kontingen Jawa Timur. Banyak pengalaman tentunya. Terutama dukungan dan apresiasi yang luar biasa. Biasanya dapat reward seperti uang pembinaan. Tetapi, jauh lebih berharga dari itu adalah membanggakan Lumajang,” jelasnya.

Peraih medali emas dan perak sepak takraw PON Papua tersebut berharap, hasil capaian atlet dalam ajang PON bisa memberikan semangat bagi atlet lain. Terutama para atlet yang akan bertanding pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) tahun depan. “Kuncinya, atlet Lumajang harus terus berkarya. Catat prestasi setinggi-tingginya. Tentu terus belajar dan berlatih. Jangan sampai berhenti,” pungkasnya.

 

 

Jurnalis : Muhammad Sidkin Ali
Fotografer : Muhammad Sidkin Ali
Redaktur : Hafid Asnan

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca