alexametrics
30.9 C
Jember
Monday, 16 May 2022

Penambang Pasir Waswas Lahar Dingin Gunung Semeru

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Beberapa hari terakhir, hujan kerap turun di sekitar kawasan Gunung Semeru. Tidak hanya masyarakat, para penambang pasir juga semakin waswas. Sebab, tempat penambangan yang berada di Curah Kobokan, Supiturang, Pronojiwo, menjadi jalan lahar. Jika lava pijar berguguran, lalu disusul dengan hujan intensitas sedang hingga tinggi, dipastikan lahar dingin akan melalui lokasi penambangan.

Ancaman lahar dingin tetap ada. Namun, mereka tetap nekat menambang. Sebab, jika tidak, penghasilan harian akan menurun. Meski demikian, jumlah penambang tidak sebanyak biasanya. Selain khawatir ada lahar dingin, penambang juga memilih libur pada hari Jumat.

Samsul Hadi, salah satu penambang, tidak menampik hal itu. Menurutnya, para penambang takut jika terjadi lahar dingin. Apalagi lahar tersebut datang saat penambangan pasir beroperasi. Seperti yang terjadi akhir tahun lalu, ketika terjadi erupsi Gunung Semeru. Salah satu penambang menjadi korban lahar dingin Gunung Semeru.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Ya, takut. Tetapi biasanya ada tanda (erupsi, Red). Kemarin cuacanya kurang bagus, bahkan turun hujan agak lebat. Namun, laharnya tidak terlalu besar. Hanya saja, jalan yang biasanya dilalui kendaraan truk pasir rusak ringan,” katanya.

Samsul menjelaskan, jika aktivitas Gunung Semeru tinggi, penambang berhenti sementara. Hingga dirasa aman, mereka akan kembali beraktivitas. “Sekarang ini (kemarin, Red) cuaca cerah. Tetapi, biasanya menjelang sore mulai berubah. Jika seperti itu, aktivitas dihentikan lebih cepat dari biasanya. Jam lima sore sudah selesai. Tentu kami juga khawatir ada lahar dingin,” jelasnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Beberapa hari terakhir, hujan kerap turun di sekitar kawasan Gunung Semeru. Tidak hanya masyarakat, para penambang pasir juga semakin waswas. Sebab, tempat penambangan yang berada di Curah Kobokan, Supiturang, Pronojiwo, menjadi jalan lahar. Jika lava pijar berguguran, lalu disusul dengan hujan intensitas sedang hingga tinggi, dipastikan lahar dingin akan melalui lokasi penambangan.

Ancaman lahar dingin tetap ada. Namun, mereka tetap nekat menambang. Sebab, jika tidak, penghasilan harian akan menurun. Meski demikian, jumlah penambang tidak sebanyak biasanya. Selain khawatir ada lahar dingin, penambang juga memilih libur pada hari Jumat.

Samsul Hadi, salah satu penambang, tidak menampik hal itu. Menurutnya, para penambang takut jika terjadi lahar dingin. Apalagi lahar tersebut datang saat penambangan pasir beroperasi. Seperti yang terjadi akhir tahun lalu, ketika terjadi erupsi Gunung Semeru. Salah satu penambang menjadi korban lahar dingin Gunung Semeru.

“Ya, takut. Tetapi biasanya ada tanda (erupsi, Red). Kemarin cuacanya kurang bagus, bahkan turun hujan agak lebat. Namun, laharnya tidak terlalu besar. Hanya saja, jalan yang biasanya dilalui kendaraan truk pasir rusak ringan,” katanya.

Samsul menjelaskan, jika aktivitas Gunung Semeru tinggi, penambang berhenti sementara. Hingga dirasa aman, mereka akan kembali beraktivitas. “Sekarang ini (kemarin, Red) cuaca cerah. Tetapi, biasanya menjelang sore mulai berubah. Jika seperti itu, aktivitas dihentikan lebih cepat dari biasanya. Jam lima sore sudah selesai. Tentu kami juga khawatir ada lahar dingin,” jelasnya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Beberapa hari terakhir, hujan kerap turun di sekitar kawasan Gunung Semeru. Tidak hanya masyarakat, para penambang pasir juga semakin waswas. Sebab, tempat penambangan yang berada di Curah Kobokan, Supiturang, Pronojiwo, menjadi jalan lahar. Jika lava pijar berguguran, lalu disusul dengan hujan intensitas sedang hingga tinggi, dipastikan lahar dingin akan melalui lokasi penambangan.

Ancaman lahar dingin tetap ada. Namun, mereka tetap nekat menambang. Sebab, jika tidak, penghasilan harian akan menurun. Meski demikian, jumlah penambang tidak sebanyak biasanya. Selain khawatir ada lahar dingin, penambang juga memilih libur pada hari Jumat.

Samsul Hadi, salah satu penambang, tidak menampik hal itu. Menurutnya, para penambang takut jika terjadi lahar dingin. Apalagi lahar tersebut datang saat penambangan pasir beroperasi. Seperti yang terjadi akhir tahun lalu, ketika terjadi erupsi Gunung Semeru. Salah satu penambang menjadi korban lahar dingin Gunung Semeru.

“Ya, takut. Tetapi biasanya ada tanda (erupsi, Red). Kemarin cuacanya kurang bagus, bahkan turun hujan agak lebat. Namun, laharnya tidak terlalu besar. Hanya saja, jalan yang biasanya dilalui kendaraan truk pasir rusak ringan,” katanya.

Samsul menjelaskan, jika aktivitas Gunung Semeru tinggi, penambang berhenti sementara. Hingga dirasa aman, mereka akan kembali beraktivitas. “Sekarang ini (kemarin, Red) cuaca cerah. Tetapi, biasanya menjelang sore mulai berubah. Jika seperti itu, aktivitas dihentikan lebih cepat dari biasanya. Jam lima sore sudah selesai. Tentu kami juga khawatir ada lahar dingin,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/