alexametrics
25.6 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Aktivitas Gunung Semeru Mengkhawatirkan, Warga Sekitar Waspada

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Belakangan ini, aktivitas tinggi Gunung Semeru dirasakan warga sekitar. Suara gemuruh dan ledakan kecil sesekali terdengar. Tidak hanya saat malam, pada pagi dan siang hari juga terdengar. Masyarakat semakin khawatir. Apalagi gunung tersebut terlihat memuntahkan lava pijar beberapa kali.

Saryo, warga setempat, mengungkapkan, hampir sepekan ini aktivitas Gunung Semeru terus naik. Dia beberapa kali mendengar suara ledakan dan gemuruh dari puncak gunung. Namun, karena cuaca mendung, dia tidak bisa melihat guguran secara langsung. “Tertutup mendung. Tetapi suaranya terdengar jelas. Warga lainnya juga mendengar,” ungkapnya.

Meski demikian, aktivitas warga sekitar tetap normal seperti biasanya. Sebab, bagi mereka, hal tersebut sudah biasa. Namun, mereka tetap waspada jika sewaktu-waktu gunung tersebut erupsi. “Empat hari yang lalu, sekitar pukul sembilan pagi, ada suara ledakan keras dari gunung. Kemungkinan lavanya keluar. Kami tidak langsung lari. Melihat dulu dan menunggu informasi evakuasi. Jika tidak, aktivitasnya, ya, kembali seperti biasa,” tambahnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Pantauan Jawa Pos Radar Semeru dari Desa Oro-Oro Ombo, kemarin, aktivitas gunung masih sama. Cuaca mendung dan sempat hujan mengakibatkan puncak gunung tidak terlihat. Namun, sekitar pukul 01.00 WIB hingga 03.00 WIB, guguran lava pijar terlihat jelas. Meski jumlah letusannya tidak sebanyak pada hari sebelumnya, gempa embusan dan gempa tektonik jauh lebih tinggi.

“Aktivitas letusan berjumlah 38 kali. Sedangkan embusannya berjumlah 14 kali. Kalau gempa tektonik jauhnya bertambah jadi empat kali,” ungkap Joko Sambang, Kabid Kedaruratan, Rekonstruksi, dan Rehabilitasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Belakangan ini, aktivitas tinggi Gunung Semeru dirasakan warga sekitar. Suara gemuruh dan ledakan kecil sesekali terdengar. Tidak hanya saat malam, pada pagi dan siang hari juga terdengar. Masyarakat semakin khawatir. Apalagi gunung tersebut terlihat memuntahkan lava pijar beberapa kali.

Saryo, warga setempat, mengungkapkan, hampir sepekan ini aktivitas Gunung Semeru terus naik. Dia beberapa kali mendengar suara ledakan dan gemuruh dari puncak gunung. Namun, karena cuaca mendung, dia tidak bisa melihat guguran secara langsung. “Tertutup mendung. Tetapi suaranya terdengar jelas. Warga lainnya juga mendengar,” ungkapnya.

Meski demikian, aktivitas warga sekitar tetap normal seperti biasanya. Sebab, bagi mereka, hal tersebut sudah biasa. Namun, mereka tetap waspada jika sewaktu-waktu gunung tersebut erupsi. “Empat hari yang lalu, sekitar pukul sembilan pagi, ada suara ledakan keras dari gunung. Kemungkinan lavanya keluar. Kami tidak langsung lari. Melihat dulu dan menunggu informasi evakuasi. Jika tidak, aktivitasnya, ya, kembali seperti biasa,” tambahnya.

Pantauan Jawa Pos Radar Semeru dari Desa Oro-Oro Ombo, kemarin, aktivitas gunung masih sama. Cuaca mendung dan sempat hujan mengakibatkan puncak gunung tidak terlihat. Namun, sekitar pukul 01.00 WIB hingga 03.00 WIB, guguran lava pijar terlihat jelas. Meski jumlah letusannya tidak sebanyak pada hari sebelumnya, gempa embusan dan gempa tektonik jauh lebih tinggi.

“Aktivitas letusan berjumlah 38 kali. Sedangkan embusannya berjumlah 14 kali. Kalau gempa tektonik jauhnya bertambah jadi empat kali,” ungkap Joko Sambang, Kabid Kedaruratan, Rekonstruksi, dan Rehabilitasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Belakangan ini, aktivitas tinggi Gunung Semeru dirasakan warga sekitar. Suara gemuruh dan ledakan kecil sesekali terdengar. Tidak hanya saat malam, pada pagi dan siang hari juga terdengar. Masyarakat semakin khawatir. Apalagi gunung tersebut terlihat memuntahkan lava pijar beberapa kali.

Saryo, warga setempat, mengungkapkan, hampir sepekan ini aktivitas Gunung Semeru terus naik. Dia beberapa kali mendengar suara ledakan dan gemuruh dari puncak gunung. Namun, karena cuaca mendung, dia tidak bisa melihat guguran secara langsung. “Tertutup mendung. Tetapi suaranya terdengar jelas. Warga lainnya juga mendengar,” ungkapnya.

Meski demikian, aktivitas warga sekitar tetap normal seperti biasanya. Sebab, bagi mereka, hal tersebut sudah biasa. Namun, mereka tetap waspada jika sewaktu-waktu gunung tersebut erupsi. “Empat hari yang lalu, sekitar pukul sembilan pagi, ada suara ledakan keras dari gunung. Kemungkinan lavanya keluar. Kami tidak langsung lari. Melihat dulu dan menunggu informasi evakuasi. Jika tidak, aktivitasnya, ya, kembali seperti biasa,” tambahnya.

Pantauan Jawa Pos Radar Semeru dari Desa Oro-Oro Ombo, kemarin, aktivitas gunung masih sama. Cuaca mendung dan sempat hujan mengakibatkan puncak gunung tidak terlihat. Namun, sekitar pukul 01.00 WIB hingga 03.00 WIB, guguran lava pijar terlihat jelas. Meski jumlah letusannya tidak sebanyak pada hari sebelumnya, gempa embusan dan gempa tektonik jauh lebih tinggi.

“Aktivitas letusan berjumlah 38 kali. Sedangkan embusannya berjumlah 14 kali. Kalau gempa tektonik jauhnya bertambah jadi empat kali,” ungkap Joko Sambang, Kabid Kedaruratan, Rekonstruksi, dan Rehabilitasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/