alexametrics
22.9 C
Jember
Sunday, 14 August 2022

Bantuan Rp 600 Ribu, Tapi Bo’ong

Separuh Lebih Pekerja Belum Terdaftar di BPJS-TK

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Benar memang ada bantuan pemerintah untuk karyawan dengan gaji di bawah Rp 5 juta. Nilainya mencapai 600 ribu per bulan. Namun rasa-rasanya bantuan itu hanya akan jadi mimpi bagi sebagian besar karyawan Lumajang. Sebab, lebih separuh pekerja di Lumajang belum terdaftar sebagai peserta di BPJS Ketenagakerjaan. Padahal, salah satu syaratnya wajib terdaftar.

Salah satu yang meyakini menjadi mimpi adalah perempuan muda yang biasanya bekerja di salah satu pusat perbelanjaan modern yang ada di Lumajang. Dia terlihat bingung. Entah harus senang atau bersedih dengan kabar itu. Sebab, kucuran dana dari pusat yang seharusnya dapat diterima sebagai stimulus ekonomi keluarganya masih belum jelas. Dia juga tidak tahu apakah sudah terdaftar atau belum dalam jaminan sosial ketenagakerjaan oleh perusahaannya.

Kondisi itu sama persis seperti yang dirasakan pekerja-pekerja di tempat lain. Padahal, kartu sakti untuk melindungi diri dari ancaman kecelakaan kerja sangat berfungsi sebagai syarat menerima bantuan sebesar Rp 600 ribu rupiah selama empat bulan. “Enggak, saya belum pernah pegang kartu BPJS Ketenagakerjaan,” ucap perempuan asal Tekung itu.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sekretaris Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Lumajang Totok Sudjarwo mengatakan, pada 2019 lalu jumlah pekerja perusahaan yang terdaftar mencapai 40.298 orang. Mereka terdiri atas beragam jenis usaha. Paling banyak pengolahan kayu yang mencapai 18.942 orang.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Benar memang ada bantuan pemerintah untuk karyawan dengan gaji di bawah Rp 5 juta. Nilainya mencapai 600 ribu per bulan. Namun rasa-rasanya bantuan itu hanya akan jadi mimpi bagi sebagian besar karyawan Lumajang. Sebab, lebih separuh pekerja di Lumajang belum terdaftar sebagai peserta di BPJS Ketenagakerjaan. Padahal, salah satu syaratnya wajib terdaftar.

Salah satu yang meyakini menjadi mimpi adalah perempuan muda yang biasanya bekerja di salah satu pusat perbelanjaan modern yang ada di Lumajang. Dia terlihat bingung. Entah harus senang atau bersedih dengan kabar itu. Sebab, kucuran dana dari pusat yang seharusnya dapat diterima sebagai stimulus ekonomi keluarganya masih belum jelas. Dia juga tidak tahu apakah sudah terdaftar atau belum dalam jaminan sosial ketenagakerjaan oleh perusahaannya.

Kondisi itu sama persis seperti yang dirasakan pekerja-pekerja di tempat lain. Padahal, kartu sakti untuk melindungi diri dari ancaman kecelakaan kerja sangat berfungsi sebagai syarat menerima bantuan sebesar Rp 600 ribu rupiah selama empat bulan. “Enggak, saya belum pernah pegang kartu BPJS Ketenagakerjaan,” ucap perempuan asal Tekung itu.

Sekretaris Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Lumajang Totok Sudjarwo mengatakan, pada 2019 lalu jumlah pekerja perusahaan yang terdaftar mencapai 40.298 orang. Mereka terdiri atas beragam jenis usaha. Paling banyak pengolahan kayu yang mencapai 18.942 orang.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Benar memang ada bantuan pemerintah untuk karyawan dengan gaji di bawah Rp 5 juta. Nilainya mencapai 600 ribu per bulan. Namun rasa-rasanya bantuan itu hanya akan jadi mimpi bagi sebagian besar karyawan Lumajang. Sebab, lebih separuh pekerja di Lumajang belum terdaftar sebagai peserta di BPJS Ketenagakerjaan. Padahal, salah satu syaratnya wajib terdaftar.

Salah satu yang meyakini menjadi mimpi adalah perempuan muda yang biasanya bekerja di salah satu pusat perbelanjaan modern yang ada di Lumajang. Dia terlihat bingung. Entah harus senang atau bersedih dengan kabar itu. Sebab, kucuran dana dari pusat yang seharusnya dapat diterima sebagai stimulus ekonomi keluarganya masih belum jelas. Dia juga tidak tahu apakah sudah terdaftar atau belum dalam jaminan sosial ketenagakerjaan oleh perusahaannya.

Kondisi itu sama persis seperti yang dirasakan pekerja-pekerja di tempat lain. Padahal, kartu sakti untuk melindungi diri dari ancaman kecelakaan kerja sangat berfungsi sebagai syarat menerima bantuan sebesar Rp 600 ribu rupiah selama empat bulan. “Enggak, saya belum pernah pegang kartu BPJS Ketenagakerjaan,” ucap perempuan asal Tekung itu.

Sekretaris Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Lumajang Totok Sudjarwo mengatakan, pada 2019 lalu jumlah pekerja perusahaan yang terdaftar mencapai 40.298 orang. Mereka terdiri atas beragam jenis usaha. Paling banyak pengolahan kayu yang mencapai 18.942 orang.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/