alexametrics
29.6 C
Jember
Sunday, 14 August 2022

Perbaikan Jembatan Sudah Puluhan Kali

Masih Belum Ada Solusi Kongkret

Mobile_AP_Rectangle 1

GESANG, Radar Semeru – Jembatan permanen penghubung Desa Gesang, Kecamatan Tempeh, dengan Desa Sememu, Kecamatan Pasirian, sudah terputus setahun lebih. Perbaikan jembatan itu masih belum tampak hingga saat ini. Sehingga masyarakat masih mengandalkan jembatan darurat sebagai akses alternatif.

Jembatan dari bambu itu menjadi satu-satunya akses tercepat dari Pasirian-Tempeh dan sebaliknya. Memang pembangunan jembatan itu bersifat darurat dan sementara. Oleh karena itu, jembatan berkali-kali rusak tersapu aliran air dan batu dari Sungai Mujur.

“Sudah sepuluh kali jembatan ini diperbaiki. Setiap hujan deras dalam waktu lama terutama di bagian hulu, bisa dipastikan jembatan akan rusak karena air sungai dan batu,” ujar Yasin, warga setempat.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dia mengaku, kondisi itu menyebabkan jembatan alternatif rusak parah. Sehingga masyarakat langsung memperbaiki esok harinya. Biaya pembangunan jembatan itu swadaya dari masyarakat. Paling banyak berasal dari masyarakat dan pengendara yang melintasi jembatan. “Hasil sumbangan warga yang melintas itu digunakan untuk pemeliharaan jembatan, operasional penjaga dan pembangunan masjid,” tambahnya.

Secara bergantian warga Desa Gesang berjaga di pos ujung jembatan. Selain berjaga, mereka juga memantau kondisi sungai dan jembatan. Bahkan, mereka juga ikut membantu masyarakat yang menyeberangi jembatan.

- Advertisement -

GESANG, Radar Semeru – Jembatan permanen penghubung Desa Gesang, Kecamatan Tempeh, dengan Desa Sememu, Kecamatan Pasirian, sudah terputus setahun lebih. Perbaikan jembatan itu masih belum tampak hingga saat ini. Sehingga masyarakat masih mengandalkan jembatan darurat sebagai akses alternatif.

Jembatan dari bambu itu menjadi satu-satunya akses tercepat dari Pasirian-Tempeh dan sebaliknya. Memang pembangunan jembatan itu bersifat darurat dan sementara. Oleh karena itu, jembatan berkali-kali rusak tersapu aliran air dan batu dari Sungai Mujur.

“Sudah sepuluh kali jembatan ini diperbaiki. Setiap hujan deras dalam waktu lama terutama di bagian hulu, bisa dipastikan jembatan akan rusak karena air sungai dan batu,” ujar Yasin, warga setempat.

Dia mengaku, kondisi itu menyebabkan jembatan alternatif rusak parah. Sehingga masyarakat langsung memperbaiki esok harinya. Biaya pembangunan jembatan itu swadaya dari masyarakat. Paling banyak berasal dari masyarakat dan pengendara yang melintasi jembatan. “Hasil sumbangan warga yang melintas itu digunakan untuk pemeliharaan jembatan, operasional penjaga dan pembangunan masjid,” tambahnya.

Secara bergantian warga Desa Gesang berjaga di pos ujung jembatan. Selain berjaga, mereka juga memantau kondisi sungai dan jembatan. Bahkan, mereka juga ikut membantu masyarakat yang menyeberangi jembatan.

GESANG, Radar Semeru – Jembatan permanen penghubung Desa Gesang, Kecamatan Tempeh, dengan Desa Sememu, Kecamatan Pasirian, sudah terputus setahun lebih. Perbaikan jembatan itu masih belum tampak hingga saat ini. Sehingga masyarakat masih mengandalkan jembatan darurat sebagai akses alternatif.

Jembatan dari bambu itu menjadi satu-satunya akses tercepat dari Pasirian-Tempeh dan sebaliknya. Memang pembangunan jembatan itu bersifat darurat dan sementara. Oleh karena itu, jembatan berkali-kali rusak tersapu aliran air dan batu dari Sungai Mujur.

“Sudah sepuluh kali jembatan ini diperbaiki. Setiap hujan deras dalam waktu lama terutama di bagian hulu, bisa dipastikan jembatan akan rusak karena air sungai dan batu,” ujar Yasin, warga setempat.

Dia mengaku, kondisi itu menyebabkan jembatan alternatif rusak parah. Sehingga masyarakat langsung memperbaiki esok harinya. Biaya pembangunan jembatan itu swadaya dari masyarakat. Paling banyak berasal dari masyarakat dan pengendara yang melintasi jembatan. “Hasil sumbangan warga yang melintas itu digunakan untuk pemeliharaan jembatan, operasional penjaga dan pembangunan masjid,” tambahnya.

Secara bergantian warga Desa Gesang berjaga di pos ujung jembatan. Selain berjaga, mereka juga memantau kondisi sungai dan jembatan. Bahkan, mereka juga ikut membantu masyarakat yang menyeberangi jembatan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/