alexametrics
31.2 C
Jember
Tuesday, 17 May 2022

Gempa Renggut Lima Nyawa

Satu Kejatuhan Batu, Tiga Terkena Bangunan

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Gempa bumi di laut barat daya Kabupaten Malang membuat heboh warga Lumajang dan Jawa Timur, kemarin (10/4). Setidaknya, tercatat lima orang meninggal dunia akibat gempa berkekuatan 6,7 skala richter itu. Dua orang meninggal akibat kejatuhan batu besar, sedangkan dua warga lagi meninggal karena reruntuhan bangunan.

Data yang berhasil dihimpun, empat warga yang meninggal seluruhnya warga Kecamatan Tempusari Lumajang. Korban pertama adalah Ahmad Fadholi, warga  Desa Tempurrejo RT 002 RW 002. Pria ini meninggal seketika setelah kejatuhan batu besar saat mengendarai sepeda motor di Piket Nol, Lumajang tepatnya di Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro. Jasad korban selanjutnya dievakuasi ke kamar mayat RSUD Pasirian.

Korban kedua yang meninggal dunia adalah Sri Yani, 46, perempuan yang tak lain adalah istri Fadholi. Meski sempat dievakuasi namun tidak tertolong.Korban pun menyusul suaminya alias meninggal dunia juga.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sedangkan untuk meninggal ketiga adalah Juwanto. Korban meninggal keempat adalah Nasar. Dan korban kelima adalah Bonangi. Juwanto, Nasar, dan Bonangi sama-sama warga Desa Kaliulang, Tempursari. Kelima korban diketahui meninggal akibat reruntuhan bangunan ketika gempa bumi terjadi. Selain keempat korban meninggal, ada belasan warga lain yang dikabarkan mengalami luka-luka.

Dalam rilis BPBD Lumajang, selain warga meninggal dan luka tersebut, juga terdapat sejumlah bangunan rumah yang rusak. Lokasi rumah retak dan rusak tersebar di belasan desa yang ada di Lumajang. Petugas BPBD, para relawan pun melakukan evaluasi ke sejumlah lokasi. Hingga berita ini ditulis pukul 19.00, belum ada yang berhasil dihubungi Jawa Pos Radar Lumajang, terutama terkait tiga korban meninggal tersebut.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Gempa bumi di laut barat daya Kabupaten Malang membuat heboh warga Lumajang dan Jawa Timur, kemarin (10/4). Setidaknya, tercatat lima orang meninggal dunia akibat gempa berkekuatan 6,7 skala richter itu. Dua orang meninggal akibat kejatuhan batu besar, sedangkan dua warga lagi meninggal karena reruntuhan bangunan.

Data yang berhasil dihimpun, empat warga yang meninggal seluruhnya warga Kecamatan Tempusari Lumajang. Korban pertama adalah Ahmad Fadholi, warga  Desa Tempurrejo RT 002 RW 002. Pria ini meninggal seketika setelah kejatuhan batu besar saat mengendarai sepeda motor di Piket Nol, Lumajang tepatnya di Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro. Jasad korban selanjutnya dievakuasi ke kamar mayat RSUD Pasirian.

Korban kedua yang meninggal dunia adalah Sri Yani, 46, perempuan yang tak lain adalah istri Fadholi. Meski sempat dievakuasi namun tidak tertolong.Korban pun menyusul suaminya alias meninggal dunia juga.

Sedangkan untuk meninggal ketiga adalah Juwanto. Korban meninggal keempat adalah Nasar. Dan korban kelima adalah Bonangi. Juwanto, Nasar, dan Bonangi sama-sama warga Desa Kaliulang, Tempursari. Kelima korban diketahui meninggal akibat reruntuhan bangunan ketika gempa bumi terjadi. Selain keempat korban meninggal, ada belasan warga lain yang dikabarkan mengalami luka-luka.

Dalam rilis BPBD Lumajang, selain warga meninggal dan luka tersebut, juga terdapat sejumlah bangunan rumah yang rusak. Lokasi rumah retak dan rusak tersebar di belasan desa yang ada di Lumajang. Petugas BPBD, para relawan pun melakukan evaluasi ke sejumlah lokasi. Hingga berita ini ditulis pukul 19.00, belum ada yang berhasil dihubungi Jawa Pos Radar Lumajang, terutama terkait tiga korban meninggal tersebut.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Gempa bumi di laut barat daya Kabupaten Malang membuat heboh warga Lumajang dan Jawa Timur, kemarin (10/4). Setidaknya, tercatat lima orang meninggal dunia akibat gempa berkekuatan 6,7 skala richter itu. Dua orang meninggal akibat kejatuhan batu besar, sedangkan dua warga lagi meninggal karena reruntuhan bangunan.

Data yang berhasil dihimpun, empat warga yang meninggal seluruhnya warga Kecamatan Tempusari Lumajang. Korban pertama adalah Ahmad Fadholi, warga  Desa Tempurrejo RT 002 RW 002. Pria ini meninggal seketika setelah kejatuhan batu besar saat mengendarai sepeda motor di Piket Nol, Lumajang tepatnya di Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro. Jasad korban selanjutnya dievakuasi ke kamar mayat RSUD Pasirian.

Korban kedua yang meninggal dunia adalah Sri Yani, 46, perempuan yang tak lain adalah istri Fadholi. Meski sempat dievakuasi namun tidak tertolong.Korban pun menyusul suaminya alias meninggal dunia juga.

Sedangkan untuk meninggal ketiga adalah Juwanto. Korban meninggal keempat adalah Nasar. Dan korban kelima adalah Bonangi. Juwanto, Nasar, dan Bonangi sama-sama warga Desa Kaliulang, Tempursari. Kelima korban diketahui meninggal akibat reruntuhan bangunan ketika gempa bumi terjadi. Selain keempat korban meninggal, ada belasan warga lain yang dikabarkan mengalami luka-luka.

Dalam rilis BPBD Lumajang, selain warga meninggal dan luka tersebut, juga terdapat sejumlah bangunan rumah yang rusak. Lokasi rumah retak dan rusak tersebar di belasan desa yang ada di Lumajang. Petugas BPBD, para relawan pun melakukan evaluasi ke sejumlah lokasi. Hingga berita ini ditulis pukul 19.00, belum ada yang berhasil dihubungi Jawa Pos Radar Lumajang, terutama terkait tiga korban meninggal tersebut.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/