alexametrics
31 C
Jember
Monday, 23 May 2022

Bertambah Dua Orang, Total Delapan Pasien Positif

Pemkab Bakal Lacak Teman dan Keluarga Pasien Positif Covid-19

Mobile_AP_Rectangle 1

DITROTUNAN.RADARJEMBER.ID– Pemkab Lumajang serius menangani wabah Covid-19 di daerahnya. Terlebih saat ini, jumlah penderitanya terus bertambah. Jika sebelumnya, pasien yang dinyatakan positif berjumlah enam orang, kini bertambah dua pasien lagi. Sehingga menjadi delapan orang.

Bupati Lumajang Thoriqul Haq saat mengumumkan di Pendapa Arya Wiraraja, Sabtu (11/4), kedua korban merupakan warga Kecamatan Sukodono. Korban pertama adalah R, 49, dan telah meninggal dunia pada 9 April. Pasien berikutnya berinisial TLE, 46, yang diketahui berpofesi sebagai aparatur sipil negera (ASN).

Menurutnya, pasien berinisial R tidak memiliki perjalanan dari luar daerah maupun luar negeri. Kesehariannya bekerja menjadi pegawai swasta. Pasien itu telah meninggal 9 April lalu. Sebelumnya di bersatus pasien dalam pengawasan (PDP). “Kemudian meningkat menjadi positif,” ujarnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sedangkan TLE, adalah aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Lumajang. Bersama dengan AL, TLE mengikuti pelatihan tenaga kesehatan haji indonesia (TKHI) di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, baru-baru ini. Oleh karena itu, Pemkab Lumajang akan melakukan verifikasi pada seluruh teman dan keluarga pasien positif tersebut. “Ini untuk mengidentifikasi tertular atau tidak,” tambahnya.

Dia menjelaskan, hasil pemetaan sementara yang dilakukan, rata-rata pasien terjangkit positif Covid-19 tergolong dalam tiga kategori. Pertama, datang dari luar negeri maupun daerah. Kedua, mengikuti pelatihan TKHI. Dan ketiga, pernah melakukan kontak langsung dengan kedua golongan sebelumnya, paling rentan adalah orang terdekat dan keluarga.

- Advertisement -

DITROTUNAN.RADARJEMBER.ID– Pemkab Lumajang serius menangani wabah Covid-19 di daerahnya. Terlebih saat ini, jumlah penderitanya terus bertambah. Jika sebelumnya, pasien yang dinyatakan positif berjumlah enam orang, kini bertambah dua pasien lagi. Sehingga menjadi delapan orang.

Bupati Lumajang Thoriqul Haq saat mengumumkan di Pendapa Arya Wiraraja, Sabtu (11/4), kedua korban merupakan warga Kecamatan Sukodono. Korban pertama adalah R, 49, dan telah meninggal dunia pada 9 April. Pasien berikutnya berinisial TLE, 46, yang diketahui berpofesi sebagai aparatur sipil negera (ASN).

Menurutnya, pasien berinisial R tidak memiliki perjalanan dari luar daerah maupun luar negeri. Kesehariannya bekerja menjadi pegawai swasta. Pasien itu telah meninggal 9 April lalu. Sebelumnya di bersatus pasien dalam pengawasan (PDP). “Kemudian meningkat menjadi positif,” ujarnya.

Sedangkan TLE, adalah aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Lumajang. Bersama dengan AL, TLE mengikuti pelatihan tenaga kesehatan haji indonesia (TKHI) di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, baru-baru ini. Oleh karena itu, Pemkab Lumajang akan melakukan verifikasi pada seluruh teman dan keluarga pasien positif tersebut. “Ini untuk mengidentifikasi tertular atau tidak,” tambahnya.

Dia menjelaskan, hasil pemetaan sementara yang dilakukan, rata-rata pasien terjangkit positif Covid-19 tergolong dalam tiga kategori. Pertama, datang dari luar negeri maupun daerah. Kedua, mengikuti pelatihan TKHI. Dan ketiga, pernah melakukan kontak langsung dengan kedua golongan sebelumnya, paling rentan adalah orang terdekat dan keluarga.

DITROTUNAN.RADARJEMBER.ID– Pemkab Lumajang serius menangani wabah Covid-19 di daerahnya. Terlebih saat ini, jumlah penderitanya terus bertambah. Jika sebelumnya, pasien yang dinyatakan positif berjumlah enam orang, kini bertambah dua pasien lagi. Sehingga menjadi delapan orang.

Bupati Lumajang Thoriqul Haq saat mengumumkan di Pendapa Arya Wiraraja, Sabtu (11/4), kedua korban merupakan warga Kecamatan Sukodono. Korban pertama adalah R, 49, dan telah meninggal dunia pada 9 April. Pasien berikutnya berinisial TLE, 46, yang diketahui berpofesi sebagai aparatur sipil negera (ASN).

Menurutnya, pasien berinisial R tidak memiliki perjalanan dari luar daerah maupun luar negeri. Kesehariannya bekerja menjadi pegawai swasta. Pasien itu telah meninggal 9 April lalu. Sebelumnya di bersatus pasien dalam pengawasan (PDP). “Kemudian meningkat menjadi positif,” ujarnya.

Sedangkan TLE, adalah aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Lumajang. Bersama dengan AL, TLE mengikuti pelatihan tenaga kesehatan haji indonesia (TKHI) di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, baru-baru ini. Oleh karena itu, Pemkab Lumajang akan melakukan verifikasi pada seluruh teman dan keluarga pasien positif tersebut. “Ini untuk mengidentifikasi tertular atau tidak,” tambahnya.

Dia menjelaskan, hasil pemetaan sementara yang dilakukan, rata-rata pasien terjangkit positif Covid-19 tergolong dalam tiga kategori. Pertama, datang dari luar negeri maupun daerah. Kedua, mengikuti pelatihan TKHI. Dan ketiga, pernah melakukan kontak langsung dengan kedua golongan sebelumnya, paling rentan adalah orang terdekat dan keluarga.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/