alexametrics
28.4 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

Antre Berebut Minyak Goreng, Syaratnya Hanya Bawa KTP

Rela Antre Berjam-Jam dan Berdesakan Depan Gerbang

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Keterbatasan minyak goreng sampai saat ini belum betul-betul tertangani. Warga harus rela mengantre berjam-jam dan berdesakan dengan memnuhi syarat mengumpulkan fotocopy KTP.

Pagi kemarin, suasana di depan sebuah gudang minyak dipadati warga yang sedang antre membeli minyak curah. Dengan membawa beberapa jurigen, ada yang diangkut menggunakan bentor, ada pula yang menggunakan bajong sepeda.

Informasinya gudang tersebut memproduksi minyak curah yang dijual dengan harga murah. Per kilogramnya kurang lebih Rp 12 ribu. Disana, warga rela mengantre berjam-jam untuk mendapatkan minyak curah. Sembari duduk di besi jembatan, ada juga ibu-ibu yang duduk di teras toko. “Saya antre dari pukul 08.00 sampai 10.15 masih belum dapat,” kata Imelia warga yang antre membeli minyak.

Mobile_AP_Rectangle 2

Pembeli wajib membawa KTP sebagai syarat untuk mendapatkan minyak. Meski begitu, mereka juga harus berdesakan menuju petugas tiap kali membuka gerbangnya. Sebab, aturan yang dibuat tidak efektik. Warga saling berebut agar KTPnya cepat diambil.

Kesalnya warga sampai memunculkan keluhan saat antrean. “Bantuan BLT gak sampek rebutan koyok ngene rek,” celetuk Satuman warga Klanting. Tak jarang warga sering kecele dengan gerbang yang sewaktu-waktu dibuka. Hingga mereka langsung berbondong-bondong memadati gerbang.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Keterbatasan minyak goreng sampai saat ini belum betul-betul tertangani. Warga harus rela mengantre berjam-jam dan berdesakan dengan memnuhi syarat mengumpulkan fotocopy KTP.

Pagi kemarin, suasana di depan sebuah gudang minyak dipadati warga yang sedang antre membeli minyak curah. Dengan membawa beberapa jurigen, ada yang diangkut menggunakan bentor, ada pula yang menggunakan bajong sepeda.

Informasinya gudang tersebut memproduksi minyak curah yang dijual dengan harga murah. Per kilogramnya kurang lebih Rp 12 ribu. Disana, warga rela mengantre berjam-jam untuk mendapatkan minyak curah. Sembari duduk di besi jembatan, ada juga ibu-ibu yang duduk di teras toko. “Saya antre dari pukul 08.00 sampai 10.15 masih belum dapat,” kata Imelia warga yang antre membeli minyak.

Pembeli wajib membawa KTP sebagai syarat untuk mendapatkan minyak. Meski begitu, mereka juga harus berdesakan menuju petugas tiap kali membuka gerbangnya. Sebab, aturan yang dibuat tidak efektik. Warga saling berebut agar KTPnya cepat diambil.

Kesalnya warga sampai memunculkan keluhan saat antrean. “Bantuan BLT gak sampek rebutan koyok ngene rek,” celetuk Satuman warga Klanting. Tak jarang warga sering kecele dengan gerbang yang sewaktu-waktu dibuka. Hingga mereka langsung berbondong-bondong memadati gerbang.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Keterbatasan minyak goreng sampai saat ini belum betul-betul tertangani. Warga harus rela mengantre berjam-jam dan berdesakan dengan memnuhi syarat mengumpulkan fotocopy KTP.

Pagi kemarin, suasana di depan sebuah gudang minyak dipadati warga yang sedang antre membeli minyak curah. Dengan membawa beberapa jurigen, ada yang diangkut menggunakan bentor, ada pula yang menggunakan bajong sepeda.

Informasinya gudang tersebut memproduksi minyak curah yang dijual dengan harga murah. Per kilogramnya kurang lebih Rp 12 ribu. Disana, warga rela mengantre berjam-jam untuk mendapatkan minyak curah. Sembari duduk di besi jembatan, ada juga ibu-ibu yang duduk di teras toko. “Saya antre dari pukul 08.00 sampai 10.15 masih belum dapat,” kata Imelia warga yang antre membeli minyak.

Pembeli wajib membawa KTP sebagai syarat untuk mendapatkan minyak. Meski begitu, mereka juga harus berdesakan menuju petugas tiap kali membuka gerbangnya. Sebab, aturan yang dibuat tidak efektik. Warga saling berebut agar KTPnya cepat diambil.

Kesalnya warga sampai memunculkan keluhan saat antrean. “Bantuan BLT gak sampek rebutan koyok ngene rek,” celetuk Satuman warga Klanting. Tak jarang warga sering kecele dengan gerbang yang sewaktu-waktu dibuka. Hingga mereka langsung berbondong-bondong memadati gerbang.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/