alexametrics
28.4 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

Santunan Kematian Terlambat Berbulan-bulan

Padahal Pencairan Maksimal Dua Minggu Setelah Diajukan

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Program santunan kematian yang diberikan kepada ahli waris memang berjalan cukup sukses. Sayangnya, pencairan bantuan tidak terencana tersebut belakangan ini molor cukup lama. Ribuan keluarga yang ditinggalkan harus menunggu hingga berbulan-bulan.

Informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Semeru, setidaknya ada sekitar 2.203 pengajuan bantuan yang dilakukan sejak akhir Desember tahun kemarin. Padahal, pengajuan tersebut tidak melebihi batas satu bulan yang sudah ditentukan. Tetapi, sampai saat ini santunannya belum dicairkan.

Kasi Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial dan Orang Telantar Dinas Sosial (Dinsos) Lumajang Romawati Biana mengatakan, keterlambatan pencairan tersebut karena anggaran pada akhir tahun sempat habis. Kemudian, tahun ini juga pihaknya masih melakukan penyesuaian dengan aturan yang baru.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Senin kemarin kami sudah mengajukan ke Badan Pengelola Keuangan Daerah Lumajang. Sudah kami terima anggarannya.Tinggaldisalurkan ke masing-masing kecamatan. Mulai 17 Desember 2020 anggaran itu tidak ada, makanya dicairkan tahun ini. Ternyata, sekarang kami harus menyesuaikan dengan Permendagri yang baru,” jelasnya.

Menurut dia, seluruh warga yang meninggal, baik dari keluarga kaya maupun miskin, dapat bantuan. Tahun 2020 kemarin, total realisasi penyaluran santunan kematian itu mencapai 10.156 orang. Nominal yang diterima sebesar Rp 1 juta. Praktis, jika ditotal sekitar Rp 10 miliar lebih.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Program santunan kematian yang diberikan kepada ahli waris memang berjalan cukup sukses. Sayangnya, pencairan bantuan tidak terencana tersebut belakangan ini molor cukup lama. Ribuan keluarga yang ditinggalkan harus menunggu hingga berbulan-bulan.

Informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Semeru, setidaknya ada sekitar 2.203 pengajuan bantuan yang dilakukan sejak akhir Desember tahun kemarin. Padahal, pengajuan tersebut tidak melebihi batas satu bulan yang sudah ditentukan. Tetapi, sampai saat ini santunannya belum dicairkan.

Kasi Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial dan Orang Telantar Dinas Sosial (Dinsos) Lumajang Romawati Biana mengatakan, keterlambatan pencairan tersebut karena anggaran pada akhir tahun sempat habis. Kemudian, tahun ini juga pihaknya masih melakukan penyesuaian dengan aturan yang baru.

“Senin kemarin kami sudah mengajukan ke Badan Pengelola Keuangan Daerah Lumajang. Sudah kami terima anggarannya.Tinggaldisalurkan ke masing-masing kecamatan. Mulai 17 Desember 2020 anggaran itu tidak ada, makanya dicairkan tahun ini. Ternyata, sekarang kami harus menyesuaikan dengan Permendagri yang baru,” jelasnya.

Menurut dia, seluruh warga yang meninggal, baik dari keluarga kaya maupun miskin, dapat bantuan. Tahun 2020 kemarin, total realisasi penyaluran santunan kematian itu mencapai 10.156 orang. Nominal yang diterima sebesar Rp 1 juta. Praktis, jika ditotal sekitar Rp 10 miliar lebih.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Program santunan kematian yang diberikan kepada ahli waris memang berjalan cukup sukses. Sayangnya, pencairan bantuan tidak terencana tersebut belakangan ini molor cukup lama. Ribuan keluarga yang ditinggalkan harus menunggu hingga berbulan-bulan.

Informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Semeru, setidaknya ada sekitar 2.203 pengajuan bantuan yang dilakukan sejak akhir Desember tahun kemarin. Padahal, pengajuan tersebut tidak melebihi batas satu bulan yang sudah ditentukan. Tetapi, sampai saat ini santunannya belum dicairkan.

Kasi Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial dan Orang Telantar Dinas Sosial (Dinsos) Lumajang Romawati Biana mengatakan, keterlambatan pencairan tersebut karena anggaran pada akhir tahun sempat habis. Kemudian, tahun ini juga pihaknya masih melakukan penyesuaian dengan aturan yang baru.

“Senin kemarin kami sudah mengajukan ke Badan Pengelola Keuangan Daerah Lumajang. Sudah kami terima anggarannya.Tinggaldisalurkan ke masing-masing kecamatan. Mulai 17 Desember 2020 anggaran itu tidak ada, makanya dicairkan tahun ini. Ternyata, sekarang kami harus menyesuaikan dengan Permendagri yang baru,” jelasnya.

Menurut dia, seluruh warga yang meninggal, baik dari keluarga kaya maupun miskin, dapat bantuan. Tahun 2020 kemarin, total realisasi penyaluran santunan kematian itu mencapai 10.156 orang. Nominal yang diterima sebesar Rp 1 juta. Praktis, jika ditotal sekitar Rp 10 miliar lebih.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/