alexametrics
23.5 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

Ternyata Ini Pelaku Penendang Sesajen Viral di Lumajang! Simak Lengkapnya

Penyebar Video Juga Terancam UU ITE

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Video viral yang diduga tindakan intoleransi di Lumajang, beberapa hari lalu, dilaporkan ke Kepolisian Resor (Polres) Lumajang, pagi kemarin. PC Gerakan Pemuda Ansor Lumajang melaporkan secara resmi penendang sesajen di Dusun Sumbersari, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, tersebut. Terbaru, kepolisian sudah mengantongi identitas terduga pelaku tersebut.

RESMI: PC GP ANSOR Lumajang melaporkan secara resmi penendang sesajen yang viral di media sosial ke Polres Lumajang, kemarin. Polres mengklaim peristiwa tersebut sudah menemukan titik terang.

Ketua PC GP ANSOR Lumajang Abdul Mugits Naufal menganggap tindakan tersebut sudah mencederai kekompakan dan kebersamaan masyarakat Lumajang. Menurutnya, sesajen merupakan tradisi lokal yang sudah turun-temurun dilakukan masyarakat Lumajang. Terlebih saat ada kejadian seperti bencana awan panas guguran (APG) Gunung Semeru, ritual tersebut dilakukan.

“Secara resmi kami melaporkan tindakan penendangan sesajen di tempat penanganan bencana Gunung Semeru. Kami juga sudah menerjunkan beberapa satuan tugas. Karena hal tersebut sudah jelas-jelas menyakiti kami. Sehingga kami mengutuk keras tindakan itu,” ujarnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kasat Reskrim Polres Lumajang AKP Fajar Bangkit Sutomo membenarkan laporan tersebut. Pihaknya kini tengah melakukan penyelidikan terkait video tersebut. Dalam waktu dekat penendang sesajen itu bisa diungkap. Sebab, kepolisian sudah menemukan titik terang video viral tersebut. Selain GP Ansor, pegiat budaya dan sejarah Lumajang, Mansur Hidayat, juga melaporkan kejadian tersebut ke polres, kemarin siang.

Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti Hananto Seno menjelaskan, pihaknya masih terus mendalami kasus tersebut. Dia mengungkapkan, identitas terduga pelaku sudah dikantongi. Hal tersebut berdasarkan bukti-bukti dokumentasi yang identik dengan terduga pelaku. Tidak hanya penelusuran oleh tim gabungan di lapangan, kepolisian juga mencari jejak terduga pelaku melalui media sosial. Sejauh ini pelaku berinisial HF.

“Kami terus melakukan pencarian terhadap terduga pelaku intoleransi sesuai instruksi Bupati Lumajang. Terhadap terduga pelaku tentunya kami akan pelajari delik pidananya. Kami sampaikan yang bersangkutan melanggar Pasal 156 KUHP dengan ancaman pidana empat tahun penjara,” jelasnya. Sementara itu, penyebar video juga bisa dikenakan UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) Nomor 19 Tahun 2016. 

 

Dianggap Ganggu Penanganan Bencana

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Video viral yang diduga tindakan intoleransi di Lumajang, beberapa hari lalu, dilaporkan ke Kepolisian Resor (Polres) Lumajang, pagi kemarin. PC Gerakan Pemuda Ansor Lumajang melaporkan secara resmi penendang sesajen di Dusun Sumbersari, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, tersebut. Terbaru, kepolisian sudah mengantongi identitas terduga pelaku tersebut.

RESMI: PC GP ANSOR Lumajang melaporkan secara resmi penendang sesajen yang viral di media sosial ke Polres Lumajang, kemarin. Polres mengklaim peristiwa tersebut sudah menemukan titik terang.

Ketua PC GP ANSOR Lumajang Abdul Mugits Naufal menganggap tindakan tersebut sudah mencederai kekompakan dan kebersamaan masyarakat Lumajang. Menurutnya, sesajen merupakan tradisi lokal yang sudah turun-temurun dilakukan masyarakat Lumajang. Terlebih saat ada kejadian seperti bencana awan panas guguran (APG) Gunung Semeru, ritual tersebut dilakukan.

“Secara resmi kami melaporkan tindakan penendangan sesajen di tempat penanganan bencana Gunung Semeru. Kami juga sudah menerjunkan beberapa satuan tugas. Karena hal tersebut sudah jelas-jelas menyakiti kami. Sehingga kami mengutuk keras tindakan itu,” ujarnya.

Kasat Reskrim Polres Lumajang AKP Fajar Bangkit Sutomo membenarkan laporan tersebut. Pihaknya kini tengah melakukan penyelidikan terkait video tersebut. Dalam waktu dekat penendang sesajen itu bisa diungkap. Sebab, kepolisian sudah menemukan titik terang video viral tersebut. Selain GP Ansor, pegiat budaya dan sejarah Lumajang, Mansur Hidayat, juga melaporkan kejadian tersebut ke polres, kemarin siang.

Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti Hananto Seno menjelaskan, pihaknya masih terus mendalami kasus tersebut. Dia mengungkapkan, identitas terduga pelaku sudah dikantongi. Hal tersebut berdasarkan bukti-bukti dokumentasi yang identik dengan terduga pelaku. Tidak hanya penelusuran oleh tim gabungan di lapangan, kepolisian juga mencari jejak terduga pelaku melalui media sosial. Sejauh ini pelaku berinisial HF.

“Kami terus melakukan pencarian terhadap terduga pelaku intoleransi sesuai instruksi Bupati Lumajang. Terhadap terduga pelaku tentunya kami akan pelajari delik pidananya. Kami sampaikan yang bersangkutan melanggar Pasal 156 KUHP dengan ancaman pidana empat tahun penjara,” jelasnya. Sementara itu, penyebar video juga bisa dikenakan UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) Nomor 19 Tahun 2016. 

 

Dianggap Ganggu Penanganan Bencana

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Video viral yang diduga tindakan intoleransi di Lumajang, beberapa hari lalu, dilaporkan ke Kepolisian Resor (Polres) Lumajang, pagi kemarin. PC Gerakan Pemuda Ansor Lumajang melaporkan secara resmi penendang sesajen di Dusun Sumbersari, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, tersebut. Terbaru, kepolisian sudah mengantongi identitas terduga pelaku tersebut.

RESMI: PC GP ANSOR Lumajang melaporkan secara resmi penendang sesajen yang viral di media sosial ke Polres Lumajang, kemarin. Polres mengklaim peristiwa tersebut sudah menemukan titik terang.

Ketua PC GP ANSOR Lumajang Abdul Mugits Naufal menganggap tindakan tersebut sudah mencederai kekompakan dan kebersamaan masyarakat Lumajang. Menurutnya, sesajen merupakan tradisi lokal yang sudah turun-temurun dilakukan masyarakat Lumajang. Terlebih saat ada kejadian seperti bencana awan panas guguran (APG) Gunung Semeru, ritual tersebut dilakukan.

“Secara resmi kami melaporkan tindakan penendangan sesajen di tempat penanganan bencana Gunung Semeru. Kami juga sudah menerjunkan beberapa satuan tugas. Karena hal tersebut sudah jelas-jelas menyakiti kami. Sehingga kami mengutuk keras tindakan itu,” ujarnya.

Kasat Reskrim Polres Lumajang AKP Fajar Bangkit Sutomo membenarkan laporan tersebut. Pihaknya kini tengah melakukan penyelidikan terkait video tersebut. Dalam waktu dekat penendang sesajen itu bisa diungkap. Sebab, kepolisian sudah menemukan titik terang video viral tersebut. Selain GP Ansor, pegiat budaya dan sejarah Lumajang, Mansur Hidayat, juga melaporkan kejadian tersebut ke polres, kemarin siang.

Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti Hananto Seno menjelaskan, pihaknya masih terus mendalami kasus tersebut. Dia mengungkapkan, identitas terduga pelaku sudah dikantongi. Hal tersebut berdasarkan bukti-bukti dokumentasi yang identik dengan terduga pelaku. Tidak hanya penelusuran oleh tim gabungan di lapangan, kepolisian juga mencari jejak terduga pelaku melalui media sosial. Sejauh ini pelaku berinisial HF.

“Kami terus melakukan pencarian terhadap terduga pelaku intoleransi sesuai instruksi Bupati Lumajang. Terhadap terduga pelaku tentunya kami akan pelajari delik pidananya. Kami sampaikan yang bersangkutan melanggar Pasal 156 KUHP dengan ancaman pidana empat tahun penjara,” jelasnya. Sementara itu, penyebar video juga bisa dikenakan UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) Nomor 19 Tahun 2016. 

 

Dianggap Ganggu Penanganan Bencana

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/