alexametrics
27.8 C
Jember
Sunday, 26 June 2022

Harga Naik, Petani Cabai Gigit Jari

Dinas Datangkan Cabai dari Luar Daerah

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Dalam sepekan terakhir, harga cabai mengalami peningkatan. Namun, lagi-lagi nasib petani tidak diuntungkan. Sebab, harga yang diambil dari petani masih tetap murah.

Muslih, salah satu petani asal Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, mengalami nasib buntung tersebut. Lelaki berumur 52 tahun itu cukup kaget ketika mendengar harga cabai besar di pasar lokal naik. Awalnya, dia cukup senang mendengar kabar tersebut. Tapi, tidak lama setelah itu, mukanya datar. Sebab, harga cabai miliknya terjual dengan harga murah.

Dia mengaku, cabainya hanya terjual dengan harga Rp 42 ribu per kilogram. Padahal di pasaran, harga semua jenis cabai sedang naik. Bahkan ada yang meroket. “Punya saya laku rata-rata Rp 40 ribu dan yang kualitas bagus hanya laku Rp 47 ribu per kilogram,” ucapnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kondisi harga yang melambung tinggi ternyata sangat berbeda jauh dengan harga yang ada di petani. Hampir setiap tahun, ketika terjadi lonjakan harga, mereka tetap dirugikan. Harga di petani dengan pasar selisihnya paling tinggi 20 persen. Padahal ketika mengalami penurunan harga, korbannya selalu petani yang barangnya tidak laku.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Dalam sepekan terakhir, harga cabai mengalami peningkatan. Namun, lagi-lagi nasib petani tidak diuntungkan. Sebab, harga yang diambil dari petani masih tetap murah.

Muslih, salah satu petani asal Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, mengalami nasib buntung tersebut. Lelaki berumur 52 tahun itu cukup kaget ketika mendengar harga cabai besar di pasar lokal naik. Awalnya, dia cukup senang mendengar kabar tersebut. Tapi, tidak lama setelah itu, mukanya datar. Sebab, harga cabai miliknya terjual dengan harga murah.

Dia mengaku, cabainya hanya terjual dengan harga Rp 42 ribu per kilogram. Padahal di pasaran, harga semua jenis cabai sedang naik. Bahkan ada yang meroket. “Punya saya laku rata-rata Rp 40 ribu dan yang kualitas bagus hanya laku Rp 47 ribu per kilogram,” ucapnya.

Kondisi harga yang melambung tinggi ternyata sangat berbeda jauh dengan harga yang ada di petani. Hampir setiap tahun, ketika terjadi lonjakan harga, mereka tetap dirugikan. Harga di petani dengan pasar selisihnya paling tinggi 20 persen. Padahal ketika mengalami penurunan harga, korbannya selalu petani yang barangnya tidak laku.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Dalam sepekan terakhir, harga cabai mengalami peningkatan. Namun, lagi-lagi nasib petani tidak diuntungkan. Sebab, harga yang diambil dari petani masih tetap murah.

Muslih, salah satu petani asal Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, mengalami nasib buntung tersebut. Lelaki berumur 52 tahun itu cukup kaget ketika mendengar harga cabai besar di pasar lokal naik. Awalnya, dia cukup senang mendengar kabar tersebut. Tapi, tidak lama setelah itu, mukanya datar. Sebab, harga cabai miliknya terjual dengan harga murah.

Dia mengaku, cabainya hanya terjual dengan harga Rp 42 ribu per kilogram. Padahal di pasaran, harga semua jenis cabai sedang naik. Bahkan ada yang meroket. “Punya saya laku rata-rata Rp 40 ribu dan yang kualitas bagus hanya laku Rp 47 ribu per kilogram,” ucapnya.

Kondisi harga yang melambung tinggi ternyata sangat berbeda jauh dengan harga yang ada di petani. Hampir setiap tahun, ketika terjadi lonjakan harga, mereka tetap dirugikan. Harga di petani dengan pasar selisihnya paling tinggi 20 persen. Padahal ketika mengalami penurunan harga, korbannya selalu petani yang barangnya tidak laku.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/