alexametrics
27.3 C
Jember
Saturday, 28 May 2022

Selokambang Diruwat

Sebagai Bentuk Sedekah Wisata pada Destinasi Unggulan

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Masih segar ingatan pada tragedi meninggalnya salah seorang pengunjung pemandian alam Selokambang awal bulan lalu. Beberapa hari setelah kejadian, dilakukan ruwatan di lokasi pemandian. Ternyata bukan karena itu penyebabnya, melainkan dijadikan sebagai ritual sedekah wisata di lokasi wisata unggulan Lumajang.

Dinas Pariwisata Lumajang melakukan acara adat yakni Ruwat Rawat. Acara tersebut dilakukan di pinggir kolam pemandian tersebut. Abdul Wahid Koordinator pengelola Selokambang mengatakan acara ini baru pertama kali digelar.

Dibuka oleh Bupati Lumajang dan jajaran para Organisasi Pemerintah Daerah (OPD). Meski dilakukan acara adat tersebut namun kolam pemandian tetap dibuka seperti biasanya. “Pengunjung pada hari biasa adalah kurang dari 500 pengunjung. Di akhir pekan bisa lebih dari 1000 pengunjung,” jelasnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Masih segar ingatan pada tragedi meninggalnya salah seorang pengunjung pemandian alam Selokambang awal bulan lalu. Beberapa hari setelah kejadian, dilakukan ruwatan di lokasi pemandian. Ternyata bukan karena itu penyebabnya, melainkan dijadikan sebagai ritual sedekah wisata di lokasi wisata unggulan Lumajang.

Dinas Pariwisata Lumajang melakukan acara adat yakni Ruwat Rawat. Acara tersebut dilakukan di pinggir kolam pemandian tersebut. Abdul Wahid Koordinator pengelola Selokambang mengatakan acara ini baru pertama kali digelar.

Dibuka oleh Bupati Lumajang dan jajaran para Organisasi Pemerintah Daerah (OPD). Meski dilakukan acara adat tersebut namun kolam pemandian tetap dibuka seperti biasanya. “Pengunjung pada hari biasa adalah kurang dari 500 pengunjung. Di akhir pekan bisa lebih dari 1000 pengunjung,” jelasnya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Masih segar ingatan pada tragedi meninggalnya salah seorang pengunjung pemandian alam Selokambang awal bulan lalu. Beberapa hari setelah kejadian, dilakukan ruwatan di lokasi pemandian. Ternyata bukan karena itu penyebabnya, melainkan dijadikan sebagai ritual sedekah wisata di lokasi wisata unggulan Lumajang.

Dinas Pariwisata Lumajang melakukan acara adat yakni Ruwat Rawat. Acara tersebut dilakukan di pinggir kolam pemandian tersebut. Abdul Wahid Koordinator pengelola Selokambang mengatakan acara ini baru pertama kali digelar.

Dibuka oleh Bupati Lumajang dan jajaran para Organisasi Pemerintah Daerah (OPD). Meski dilakukan acara adat tersebut namun kolam pemandian tetap dibuka seperti biasanya. “Pengunjung pada hari biasa adalah kurang dari 500 pengunjung. Di akhir pekan bisa lebih dari 1000 pengunjung,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/