alexametrics
25.6 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Dua Kecamatan di Lumajang Sudah Bebas Krisis Air Bersih

Sepuluh Desa Tetap Lakukan Dropping Air

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Hujan yang turun di Lumajang beberapa hari ini membawa manfaat. Pasalnya, dua kecamatan di Lumajang kini sudah bebas krisis air bersih. Yakni Kecamatan Padang dan Randuagung. Sementara itu, lima kecamatan lain masih krisis air bersih, sehingga dropping air bersih terus dilakukan.

Lima kecamatan tersebut terdiri atas Kecamatan Ranuyoso, Klakah, Kedungjajang, Gucialit, dan Lumajang. Sementara, dari puluhan desa yang mengalami krisis, kini menyisakan sepuluh desa saja. Artinya, krisis air bersih di Lumajang mulai tertangani. Salah satunya di Desa Blukon, Kecamatan Lumajang, yang sudah bebas dari krisis.

“Kebutuhan air bersih di Desa Blukon, Kecamatan Lumajang, sekarang sudah tercukupi. Sehingga, kemarin (8/10), kepala desanya melayangkan surat ke kami dan menyatakan kebutuhan air bersih sudah cukup,” kata Wawan Hadi Siswo, Kabid Pencegahan, Kesiapsiagaan, dan Logistik Badan Penanganan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang.

Mobile_AP_Rectangle 2

Oleh sebab itu, dropping air bersih di Desa Blukon dihentikan. Sementara itu, di titik dan desa lain, dropping terus dilakukan sesuai kebutuhan. Khususnya di Desa Boreng, Kecamatan Lumajang. Sebab, sebagian titik masih memerlukan air bersih. Sementara, di titik lain desa setempat, kebutuhan air bersih sudah tercukupi dari air sumur yang sudah normal kembali.

Wawan menjelaskan, pihaknya berupaya agar kebutuhan air bersih masyarakat terpenuhi. Khususnya di kawasan yang sulit diakses seperti di pegunungan. “Kami sampaikan ke personel agar mendahulukan titik seperti itu. Sebab, kalau hujan medannya sulit dan membahayakan bagi personel dan tangki airnya. Untuk menghindari itu, kami informasikan ke masyarakat setempat untuk mengambil air di titik bawahnya. Jadi, kebutuhan mereka tetap terpenuhi. Hanya saja, letak pengambilannya berbeda,” jelasnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Hujan yang turun di Lumajang beberapa hari ini membawa manfaat. Pasalnya, dua kecamatan di Lumajang kini sudah bebas krisis air bersih. Yakni Kecamatan Padang dan Randuagung. Sementara itu, lima kecamatan lain masih krisis air bersih, sehingga dropping air bersih terus dilakukan.

Lima kecamatan tersebut terdiri atas Kecamatan Ranuyoso, Klakah, Kedungjajang, Gucialit, dan Lumajang. Sementara, dari puluhan desa yang mengalami krisis, kini menyisakan sepuluh desa saja. Artinya, krisis air bersih di Lumajang mulai tertangani. Salah satunya di Desa Blukon, Kecamatan Lumajang, yang sudah bebas dari krisis.

“Kebutuhan air bersih di Desa Blukon, Kecamatan Lumajang, sekarang sudah tercukupi. Sehingga, kemarin (8/10), kepala desanya melayangkan surat ke kami dan menyatakan kebutuhan air bersih sudah cukup,” kata Wawan Hadi Siswo, Kabid Pencegahan, Kesiapsiagaan, dan Logistik Badan Penanganan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang.

Oleh sebab itu, dropping air bersih di Desa Blukon dihentikan. Sementara itu, di titik dan desa lain, dropping terus dilakukan sesuai kebutuhan. Khususnya di Desa Boreng, Kecamatan Lumajang. Sebab, sebagian titik masih memerlukan air bersih. Sementara, di titik lain desa setempat, kebutuhan air bersih sudah tercukupi dari air sumur yang sudah normal kembali.

Wawan menjelaskan, pihaknya berupaya agar kebutuhan air bersih masyarakat terpenuhi. Khususnya di kawasan yang sulit diakses seperti di pegunungan. “Kami sampaikan ke personel agar mendahulukan titik seperti itu. Sebab, kalau hujan medannya sulit dan membahayakan bagi personel dan tangki airnya. Untuk menghindari itu, kami informasikan ke masyarakat setempat untuk mengambil air di titik bawahnya. Jadi, kebutuhan mereka tetap terpenuhi. Hanya saja, letak pengambilannya berbeda,” jelasnya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Hujan yang turun di Lumajang beberapa hari ini membawa manfaat. Pasalnya, dua kecamatan di Lumajang kini sudah bebas krisis air bersih. Yakni Kecamatan Padang dan Randuagung. Sementara itu, lima kecamatan lain masih krisis air bersih, sehingga dropping air bersih terus dilakukan.

Lima kecamatan tersebut terdiri atas Kecamatan Ranuyoso, Klakah, Kedungjajang, Gucialit, dan Lumajang. Sementara, dari puluhan desa yang mengalami krisis, kini menyisakan sepuluh desa saja. Artinya, krisis air bersih di Lumajang mulai tertangani. Salah satunya di Desa Blukon, Kecamatan Lumajang, yang sudah bebas dari krisis.

“Kebutuhan air bersih di Desa Blukon, Kecamatan Lumajang, sekarang sudah tercukupi. Sehingga, kemarin (8/10), kepala desanya melayangkan surat ke kami dan menyatakan kebutuhan air bersih sudah cukup,” kata Wawan Hadi Siswo, Kabid Pencegahan, Kesiapsiagaan, dan Logistik Badan Penanganan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang.

Oleh sebab itu, dropping air bersih di Desa Blukon dihentikan. Sementara itu, di titik dan desa lain, dropping terus dilakukan sesuai kebutuhan. Khususnya di Desa Boreng, Kecamatan Lumajang. Sebab, sebagian titik masih memerlukan air bersih. Sementara, di titik lain desa setempat, kebutuhan air bersih sudah tercukupi dari air sumur yang sudah normal kembali.

Wawan menjelaskan, pihaknya berupaya agar kebutuhan air bersih masyarakat terpenuhi. Khususnya di kawasan yang sulit diakses seperti di pegunungan. “Kami sampaikan ke personel agar mendahulukan titik seperti itu. Sebab, kalau hujan medannya sulit dan membahayakan bagi personel dan tangki airnya. Untuk menghindari itu, kami informasikan ke masyarakat setempat untuk mengambil air di titik bawahnya. Jadi, kebutuhan mereka tetap terpenuhi. Hanya saja, letak pengambilannya berbeda,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/