alexametrics
24.9 C
Jember
Saturday, 2 July 2022

Pemasangan Papan Nama Disoal

Dinilai Belum Ada Izin dari Pihak TNBTS

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID– Destinasi wisata pendakian Gunung Semeru kembali dibuka pada 1 Oktober kemarin. Banyak yang menyambut dengan suka cita. Namun, tak banyak yang mengetahui bahwa ada perdebatan terkait pemasangan papan nama di sejumlah titik jalur puncak pendakian tersebut.

Salah seorang anggota komunitas pecinta lingkungan mengatakan, sebenarnya sudah ada suatu kesepakatan untuk tidak memberi simbol dalam bentuk bangunan di area taman nasional. “Sudah diatur, ada peraturannya tentang pelarangan membuat atau menambah bangunan dalam bentuk apa pun tanpa seizin taman nasional,” ucapnya.

Untuk itu, aktivis pecinta alam asal Lumajang ini sangat menyayangkan adanya pemasangan plakat atau plang berisi papan nama seseorang yang meninggal di pendakian. Sebab, sampai sekarang belum mendapat izin taman nasional. Ketika dilihat dari aspek lingkungan, diakui memang kurang baik. Sebab, alam seharusnya bersih dari simbol-simbol.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dilihat dari aspek sosiologis, misalnya Soe Hok Gie dan Idhan Lubis, memiliki sejarah yang besar. Namun, tidak bisa dimungkiri, setiap manusia memiliki sejarahnya masing-masing. “Ada banyak orang mendaki Semeru yang gugur di perjalanan. Jika banyak manusia yang meninggal dan diberi papan nama semua, pasti yang lain mengikuti. Dan tentu kemurnian alam bisa berkurang,” ucapnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID– Destinasi wisata pendakian Gunung Semeru kembali dibuka pada 1 Oktober kemarin. Banyak yang menyambut dengan suka cita. Namun, tak banyak yang mengetahui bahwa ada perdebatan terkait pemasangan papan nama di sejumlah titik jalur puncak pendakian tersebut.

Salah seorang anggota komunitas pecinta lingkungan mengatakan, sebenarnya sudah ada suatu kesepakatan untuk tidak memberi simbol dalam bentuk bangunan di area taman nasional. “Sudah diatur, ada peraturannya tentang pelarangan membuat atau menambah bangunan dalam bentuk apa pun tanpa seizin taman nasional,” ucapnya.

Untuk itu, aktivis pecinta alam asal Lumajang ini sangat menyayangkan adanya pemasangan plakat atau plang berisi papan nama seseorang yang meninggal di pendakian. Sebab, sampai sekarang belum mendapat izin taman nasional. Ketika dilihat dari aspek lingkungan, diakui memang kurang baik. Sebab, alam seharusnya bersih dari simbol-simbol.

Dilihat dari aspek sosiologis, misalnya Soe Hok Gie dan Idhan Lubis, memiliki sejarah yang besar. Namun, tidak bisa dimungkiri, setiap manusia memiliki sejarahnya masing-masing. “Ada banyak orang mendaki Semeru yang gugur di perjalanan. Jika banyak manusia yang meninggal dan diberi papan nama semua, pasti yang lain mengikuti. Dan tentu kemurnian alam bisa berkurang,” ucapnya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID– Destinasi wisata pendakian Gunung Semeru kembali dibuka pada 1 Oktober kemarin. Banyak yang menyambut dengan suka cita. Namun, tak banyak yang mengetahui bahwa ada perdebatan terkait pemasangan papan nama di sejumlah titik jalur puncak pendakian tersebut.

Salah seorang anggota komunitas pecinta lingkungan mengatakan, sebenarnya sudah ada suatu kesepakatan untuk tidak memberi simbol dalam bentuk bangunan di area taman nasional. “Sudah diatur, ada peraturannya tentang pelarangan membuat atau menambah bangunan dalam bentuk apa pun tanpa seizin taman nasional,” ucapnya.

Untuk itu, aktivis pecinta alam asal Lumajang ini sangat menyayangkan adanya pemasangan plakat atau plang berisi papan nama seseorang yang meninggal di pendakian. Sebab, sampai sekarang belum mendapat izin taman nasional. Ketika dilihat dari aspek lingkungan, diakui memang kurang baik. Sebab, alam seharusnya bersih dari simbol-simbol.

Dilihat dari aspek sosiologis, misalnya Soe Hok Gie dan Idhan Lubis, memiliki sejarah yang besar. Namun, tidak bisa dimungkiri, setiap manusia memiliki sejarahnya masing-masing. “Ada banyak orang mendaki Semeru yang gugur di perjalanan. Jika banyak manusia yang meninggal dan diberi papan nama semua, pasti yang lain mengikuti. Dan tentu kemurnian alam bisa berkurang,” ucapnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/