alexametrics
26.6 C
Jember
Sunday, 29 May 2022

Rencana Program Pesantren di Lapas Lumajang Tinggal Teken MoU

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Rencana program keagamaan (pesantren, Red) di lembaga pemasyarakatan (lapas) mulai memasuki tahap final. Draf kerja sama antara Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Lumajang dengan Lapas II B Lumajang tinggal disepakati. Kedua pihak sudah saling menyiapkan. Mereka menunggu kesepakatan bersama.

Muhammad Muslim, Ketua Kantor Kemenag Lumajang, mengungkapkan bahwa draf perjanjian kerja sama dengan Lapas II B sudah dibuat. Namun, pihaknya belum berkoordinasi lebih lanjut. Meski demikian, pembinaan keagamaan di lapas akan dilakukan secepatnya.

“Orientasinya seperti mendirikan pesantren atau ma’had di lapas. Kami optimistis di Lumajang ini bisa lebih baik. Karena potensi-potensi yang ada di sini lebih bagus. Tentu, kami sudah mengumpulkan para penyuluh. Koordinasi dengan para penyuluh, mereka siap meningkatkan pembinaan di lapas. Memang, selama ini sudah ada, tetapi kami akan lebih tingkatkan lagi,” katanya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dia berharap penandatanganan bisa segera direalisasikan. Sebab, hal tersebut akan menentukan kebutuhan apa saja sebelum program dilakukan. “Yang jelas, kami sudah siap semua. Kurikulum dan program unggulan adalah hafalan Alquran di lapas,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Lapas II B Lumajang Agus Wahono menjelaskan, pihaknya menyesuaikan kebutuhan yang diminta oleh Kemenag. Sebab, dari sisi narapidana, mereka sudah siap. Fasilitas yang dibutuhkan juga akan dilengkapi. Baik tempat ibadah ataupun pembelajaran keagamaan.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Rencana program keagamaan (pesantren, Red) di lembaga pemasyarakatan (lapas) mulai memasuki tahap final. Draf kerja sama antara Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Lumajang dengan Lapas II B Lumajang tinggal disepakati. Kedua pihak sudah saling menyiapkan. Mereka menunggu kesepakatan bersama.

Muhammad Muslim, Ketua Kantor Kemenag Lumajang, mengungkapkan bahwa draf perjanjian kerja sama dengan Lapas II B sudah dibuat. Namun, pihaknya belum berkoordinasi lebih lanjut. Meski demikian, pembinaan keagamaan di lapas akan dilakukan secepatnya.

“Orientasinya seperti mendirikan pesantren atau ma’had di lapas. Kami optimistis di Lumajang ini bisa lebih baik. Karena potensi-potensi yang ada di sini lebih bagus. Tentu, kami sudah mengumpulkan para penyuluh. Koordinasi dengan para penyuluh, mereka siap meningkatkan pembinaan di lapas. Memang, selama ini sudah ada, tetapi kami akan lebih tingkatkan lagi,” katanya.

Dia berharap penandatanganan bisa segera direalisasikan. Sebab, hal tersebut akan menentukan kebutuhan apa saja sebelum program dilakukan. “Yang jelas, kami sudah siap semua. Kurikulum dan program unggulan adalah hafalan Alquran di lapas,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Lapas II B Lumajang Agus Wahono menjelaskan, pihaknya menyesuaikan kebutuhan yang diminta oleh Kemenag. Sebab, dari sisi narapidana, mereka sudah siap. Fasilitas yang dibutuhkan juga akan dilengkapi. Baik tempat ibadah ataupun pembelajaran keagamaan.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Rencana program keagamaan (pesantren, Red) di lembaga pemasyarakatan (lapas) mulai memasuki tahap final. Draf kerja sama antara Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Lumajang dengan Lapas II B Lumajang tinggal disepakati. Kedua pihak sudah saling menyiapkan. Mereka menunggu kesepakatan bersama.

Muhammad Muslim, Ketua Kantor Kemenag Lumajang, mengungkapkan bahwa draf perjanjian kerja sama dengan Lapas II B sudah dibuat. Namun, pihaknya belum berkoordinasi lebih lanjut. Meski demikian, pembinaan keagamaan di lapas akan dilakukan secepatnya.

“Orientasinya seperti mendirikan pesantren atau ma’had di lapas. Kami optimistis di Lumajang ini bisa lebih baik. Karena potensi-potensi yang ada di sini lebih bagus. Tentu, kami sudah mengumpulkan para penyuluh. Koordinasi dengan para penyuluh, mereka siap meningkatkan pembinaan di lapas. Memang, selama ini sudah ada, tetapi kami akan lebih tingkatkan lagi,” katanya.

Dia berharap penandatanganan bisa segera direalisasikan. Sebab, hal tersebut akan menentukan kebutuhan apa saja sebelum program dilakukan. “Yang jelas, kami sudah siap semua. Kurikulum dan program unggulan adalah hafalan Alquran di lapas,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Lapas II B Lumajang Agus Wahono menjelaskan, pihaknya menyesuaikan kebutuhan yang diminta oleh Kemenag. Sebab, dari sisi narapidana, mereka sudah siap. Fasilitas yang dibutuhkan juga akan dilengkapi. Baik tempat ibadah ataupun pembelajaran keagamaan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/