alexametrics
27.3 C
Jember
Saturday, 28 May 2022

Letusan Gunung Semeru Keluarkan Lava Pijar

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Sejak sepekan lalu, aktivitas Gunung Semeru semakin meningkat. Rabu (08/09) malam kemarin, gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut terpantau mengeluarkan letusan hingga mencapai 50 kali. Lava pijar juga keluar dengan jarak luncur hampir dua kilometer.

Lava pijar tersebut jelas melalui Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Pronojiwo. Sekitar pukul 02.00, guguran lava pijar itu terjadi. Secara visual, luncuran lava itu terlihat keluar dari arah puncak Kawah Jonggring Saloko ke arah bukaan kawah tenggara menuju Besuk Curah Kobokan, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo.

Kabid Kedaruratan, Rehabilitasi, dan Rekonstruksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang Joko Sambang mengatakan, informasi yang diterima dari pos pengamatan gunung api yang terletak di Pos Gunung Sawur menyebutkan, lava pijar terjadi sejauh satu hingga dua kilometer.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Itu turun dari bibir kawah, masih sangat jauh dari lokasi permukiman penduduk. Karena jaraknya masih sekitar 12 sampai 15 kilometer. Kalau dilihat secara visual dari Gunung Sawur memang sedikit berkabut. Namun, lava itu benar keluar dari Gunung Semeru,” katanya.

Namun, meski gunung itu mengeluarkan lava pijar serta letusan hingga puluhan kali, tingkat aktivitas berstatus waspada. Artinya, warga setempat diimbau tidak boleh beraktivitas dalam radius satu kilometer dari puncak gunung. Warga harus mewaspadai awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Sejak sepekan lalu, aktivitas Gunung Semeru semakin meningkat. Rabu (08/09) malam kemarin, gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut terpantau mengeluarkan letusan hingga mencapai 50 kali. Lava pijar juga keluar dengan jarak luncur hampir dua kilometer.

Lava pijar tersebut jelas melalui Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Pronojiwo. Sekitar pukul 02.00, guguran lava pijar itu terjadi. Secara visual, luncuran lava itu terlihat keluar dari arah puncak Kawah Jonggring Saloko ke arah bukaan kawah tenggara menuju Besuk Curah Kobokan, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo.

Kabid Kedaruratan, Rehabilitasi, dan Rekonstruksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang Joko Sambang mengatakan, informasi yang diterima dari pos pengamatan gunung api yang terletak di Pos Gunung Sawur menyebutkan, lava pijar terjadi sejauh satu hingga dua kilometer.

“Itu turun dari bibir kawah, masih sangat jauh dari lokasi permukiman penduduk. Karena jaraknya masih sekitar 12 sampai 15 kilometer. Kalau dilihat secara visual dari Gunung Sawur memang sedikit berkabut. Namun, lava itu benar keluar dari Gunung Semeru,” katanya.

Namun, meski gunung itu mengeluarkan lava pijar serta letusan hingga puluhan kali, tingkat aktivitas berstatus waspada. Artinya, warga setempat diimbau tidak boleh beraktivitas dalam radius satu kilometer dari puncak gunung. Warga harus mewaspadai awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Sejak sepekan lalu, aktivitas Gunung Semeru semakin meningkat. Rabu (08/09) malam kemarin, gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut terpantau mengeluarkan letusan hingga mencapai 50 kali. Lava pijar juga keluar dengan jarak luncur hampir dua kilometer.

Lava pijar tersebut jelas melalui Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Pronojiwo. Sekitar pukul 02.00, guguran lava pijar itu terjadi. Secara visual, luncuran lava itu terlihat keluar dari arah puncak Kawah Jonggring Saloko ke arah bukaan kawah tenggara menuju Besuk Curah Kobokan, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo.

Kabid Kedaruratan, Rehabilitasi, dan Rekonstruksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang Joko Sambang mengatakan, informasi yang diterima dari pos pengamatan gunung api yang terletak di Pos Gunung Sawur menyebutkan, lava pijar terjadi sejauh satu hingga dua kilometer.

“Itu turun dari bibir kawah, masih sangat jauh dari lokasi permukiman penduduk. Karena jaraknya masih sekitar 12 sampai 15 kilometer. Kalau dilihat secara visual dari Gunung Sawur memang sedikit berkabut. Namun, lava itu benar keluar dari Gunung Semeru,” katanya.

Namun, meski gunung itu mengeluarkan lava pijar serta letusan hingga puluhan kali, tingkat aktivitas berstatus waspada. Artinya, warga setempat diimbau tidak boleh beraktivitas dalam radius satu kilometer dari puncak gunung. Warga harus mewaspadai awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/