alexametrics
23.7 C
Jember
Sunday, 25 September 2022

Terus Pangkas Pohon yang Halangi Jaringan Kabel di Lumajang

Mobile_AP_Rectangle 1

TUKUM, Radar Semeru – Meski sudah memasuki musim kemarau, Lumajang masih diguyur hujan, beberapa hari lalu. Kondisi itu membuat masyarakat waswas. Khususnya para pedagang kaki lima yang membuka lapaknya di bawah pohon. Sebab, ranting pohon yang kering bisa terjatuh saat hujan deras hingga disertai angin.

BACA JUGA : Resiliensi dan Daya Saing Ekonomi Nasional Terus Diperkuat

Salah satu PKL di Desa Tukum, Tekung, Alvin, mengaku khawatir dengan kondisi ranting pohon yang mulai kering. Menurutnya, beberapa hari terakhir, ranting kecil itu jatuh tertiup angin. Oleh karena itu, penanganan perlu dilakukan segera. “Kalau dibiarkan, ranting besarnya bisa jatuh dan mengenai pembeli atau pengendara yang melintas di sekitar sini,” ungkapnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Pantauan di lapangan, sudah banyak pohon yang dilakukan pemangkasan. Namun, lokasinya masih di sekitar kecamatan kota. Sementara, di luar itu, masih banyak ranting pohon kering dibiarkan.

Tak hanya itu, ranting pohon juga tumbuh dekat dengan jaringan utama listrik. Hal itu berisiko besar. Sebab, jarak pohon yang dekat dengan jaringan listrik itu bisa menimbulkan gangguan. “Oleh karena itu, kami lakukan pemeliharaan jaringan listrik di Lumajang dengan tujuh tim gabungan. Dari Lumajang, Jember, Gresik, Sidoarjo, Malang, Pasuruan, dan Banyuwangi,” kata Manajer ULP PLN Lumajang M Nur Prima.

Prima menyebut, ada 117 titik pemeliharaan yang dilakukan. Sebanyak 49 di antaranya merupakan titik pemeliharaan berupa perbaikan jaringan tanpa pemadaman. Sementara, sisanya merupakan perapian ranting atau pemangkasan di sekitar jaringan listrik. Pihaknya juga bekerja sama dengan DLH dan Dinas Perhubungan.

“Pemangkasan atau rabas pohon ini tersebar. Ada yang di Tukum, Sukodono, Pronojiwo, dan kecamatan lainnya,” lanjutnya.

Pihaknya memang melakukan pemangkasan saat ini. Sebab, kondisi cuaca yang bersahabat memungkinkan pemeliharaan ratusan titik dilakukan. “Ini meminimalisasi gangguan. Karena biasanya pada akhir Desember nanti cuaca ekstrem itu menyebabkan jaringan listrik terganggu. Makanya kami mulai dari sekarang pemeliharaannya,” jelasnya. (kin/c2/bud)

- Advertisement -

TUKUM, Radar Semeru – Meski sudah memasuki musim kemarau, Lumajang masih diguyur hujan, beberapa hari lalu. Kondisi itu membuat masyarakat waswas. Khususnya para pedagang kaki lima yang membuka lapaknya di bawah pohon. Sebab, ranting pohon yang kering bisa terjatuh saat hujan deras hingga disertai angin.

BACA JUGA : Resiliensi dan Daya Saing Ekonomi Nasional Terus Diperkuat

Salah satu PKL di Desa Tukum, Tekung, Alvin, mengaku khawatir dengan kondisi ranting pohon yang mulai kering. Menurutnya, beberapa hari terakhir, ranting kecil itu jatuh tertiup angin. Oleh karena itu, penanganan perlu dilakukan segera. “Kalau dibiarkan, ranting besarnya bisa jatuh dan mengenai pembeli atau pengendara yang melintas di sekitar sini,” ungkapnya.

Pantauan di lapangan, sudah banyak pohon yang dilakukan pemangkasan. Namun, lokasinya masih di sekitar kecamatan kota. Sementara, di luar itu, masih banyak ranting pohon kering dibiarkan.

Tak hanya itu, ranting pohon juga tumbuh dekat dengan jaringan utama listrik. Hal itu berisiko besar. Sebab, jarak pohon yang dekat dengan jaringan listrik itu bisa menimbulkan gangguan. “Oleh karena itu, kami lakukan pemeliharaan jaringan listrik di Lumajang dengan tujuh tim gabungan. Dari Lumajang, Jember, Gresik, Sidoarjo, Malang, Pasuruan, dan Banyuwangi,” kata Manajer ULP PLN Lumajang M Nur Prima.

Prima menyebut, ada 117 titik pemeliharaan yang dilakukan. Sebanyak 49 di antaranya merupakan titik pemeliharaan berupa perbaikan jaringan tanpa pemadaman. Sementara, sisanya merupakan perapian ranting atau pemangkasan di sekitar jaringan listrik. Pihaknya juga bekerja sama dengan DLH dan Dinas Perhubungan.

“Pemangkasan atau rabas pohon ini tersebar. Ada yang di Tukum, Sukodono, Pronojiwo, dan kecamatan lainnya,” lanjutnya.

Pihaknya memang melakukan pemangkasan saat ini. Sebab, kondisi cuaca yang bersahabat memungkinkan pemeliharaan ratusan titik dilakukan. “Ini meminimalisasi gangguan. Karena biasanya pada akhir Desember nanti cuaca ekstrem itu menyebabkan jaringan listrik terganggu. Makanya kami mulai dari sekarang pemeliharaannya,” jelasnya. (kin/c2/bud)

TUKUM, Radar Semeru – Meski sudah memasuki musim kemarau, Lumajang masih diguyur hujan, beberapa hari lalu. Kondisi itu membuat masyarakat waswas. Khususnya para pedagang kaki lima yang membuka lapaknya di bawah pohon. Sebab, ranting pohon yang kering bisa terjatuh saat hujan deras hingga disertai angin.

BACA JUGA : Resiliensi dan Daya Saing Ekonomi Nasional Terus Diperkuat

Salah satu PKL di Desa Tukum, Tekung, Alvin, mengaku khawatir dengan kondisi ranting pohon yang mulai kering. Menurutnya, beberapa hari terakhir, ranting kecil itu jatuh tertiup angin. Oleh karena itu, penanganan perlu dilakukan segera. “Kalau dibiarkan, ranting besarnya bisa jatuh dan mengenai pembeli atau pengendara yang melintas di sekitar sini,” ungkapnya.

Pantauan di lapangan, sudah banyak pohon yang dilakukan pemangkasan. Namun, lokasinya masih di sekitar kecamatan kota. Sementara, di luar itu, masih banyak ranting pohon kering dibiarkan.

Tak hanya itu, ranting pohon juga tumbuh dekat dengan jaringan utama listrik. Hal itu berisiko besar. Sebab, jarak pohon yang dekat dengan jaringan listrik itu bisa menimbulkan gangguan. “Oleh karena itu, kami lakukan pemeliharaan jaringan listrik di Lumajang dengan tujuh tim gabungan. Dari Lumajang, Jember, Gresik, Sidoarjo, Malang, Pasuruan, dan Banyuwangi,” kata Manajer ULP PLN Lumajang M Nur Prima.

Prima menyebut, ada 117 titik pemeliharaan yang dilakukan. Sebanyak 49 di antaranya merupakan titik pemeliharaan berupa perbaikan jaringan tanpa pemadaman. Sementara, sisanya merupakan perapian ranting atau pemangkasan di sekitar jaringan listrik. Pihaknya juga bekerja sama dengan DLH dan Dinas Perhubungan.

“Pemangkasan atau rabas pohon ini tersebar. Ada yang di Tukum, Sukodono, Pronojiwo, dan kecamatan lainnya,” lanjutnya.

Pihaknya memang melakukan pemangkasan saat ini. Sebab, kondisi cuaca yang bersahabat memungkinkan pemeliharaan ratusan titik dilakukan. “Ini meminimalisasi gangguan. Karena biasanya pada akhir Desember nanti cuaca ekstrem itu menyebabkan jaringan listrik terganggu. Makanya kami mulai dari sekarang pemeliharaannya,” jelasnya. (kin/c2/bud)

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/