alexametrics
23.7 C
Jember
Sunday, 25 September 2022

Harga Jeruk di Bayeman Lumajang Diobral

Mobile_AP_Rectangle 1

BAYEMAN, Radar Semeru – Pedagang buah jeruk rela banting harga untuk menyiasati stok buah yang melimpah. Khawatir membusuk dan tak laku, per kilogramnya dijual murah, yaitu Rp 5 ribu. Dari harga normal biasanya Rp 15 ribu. Meski demikian, banyak warga yang tetap memburu.

BACA JUGA : Masyarakat Diminta Tak Ragu Konsumsi Daging, PMK Tak Menular Pada Manusia

Seperti pedagang jeruk yang berada di Jalan Semeru, Bayeman, Citrodiwangsan. Sebanyak satu mobil pikap atau setara dengan 6 kuintal jeruk ludes terjual dalam kurun waktu dua hari. Baik saat harganya naik maupun turun. Sebab, rasanya yang manis tetap jadi incaran warga.

Mobile_AP_Rectangle 2

Menurut Rosi, pedagang asal Jember itu, harga jeruk memang anjlok drastis. Biasanya Rp 15 ribu per kilogramnya, kini bisa Rp 10 ribu saja. Menurutnya, hal itu disebabkan banyaknya stok jeruk. Juga banyak pedagang di kabupaten tetangga yang hampir berjajar berjualan buah tersebut. “Di Jember banyak pedagang jeruknya. Stoknya juga banyak. kalau nggak cepet dijual, takut membusuk. Mending dijual murah,” ucapnya.

Tak hanya Rosi, Hermawan pun mengaku sama. Jeruk asal Kota Tembakau memang banyak diminati warga. Apalagi harganya yang kian anjlok mebuatnya makin diburu warga. Dagangan miliknya yang dibawa menggunakan sepeda motor itu ludes tiap hari. Anjloknya harga itu pun dirasakan sejak dua hari yang lalu. Beruntung, penjualannya masih stabil. “Sudah dua harian yang turun. Untungnya warga masih banyak yang mencari jeruk. Karena rasanya memang manis meskipun kulitnya masih hijau,” pungkasnya. (dea/c2/bud)

 

- Advertisement -

BAYEMAN, Radar Semeru – Pedagang buah jeruk rela banting harga untuk menyiasati stok buah yang melimpah. Khawatir membusuk dan tak laku, per kilogramnya dijual murah, yaitu Rp 5 ribu. Dari harga normal biasanya Rp 15 ribu. Meski demikian, banyak warga yang tetap memburu.

BACA JUGA : Masyarakat Diminta Tak Ragu Konsumsi Daging, PMK Tak Menular Pada Manusia

Seperti pedagang jeruk yang berada di Jalan Semeru, Bayeman, Citrodiwangsan. Sebanyak satu mobil pikap atau setara dengan 6 kuintal jeruk ludes terjual dalam kurun waktu dua hari. Baik saat harganya naik maupun turun. Sebab, rasanya yang manis tetap jadi incaran warga.

Menurut Rosi, pedagang asal Jember itu, harga jeruk memang anjlok drastis. Biasanya Rp 15 ribu per kilogramnya, kini bisa Rp 10 ribu saja. Menurutnya, hal itu disebabkan banyaknya stok jeruk. Juga banyak pedagang di kabupaten tetangga yang hampir berjajar berjualan buah tersebut. “Di Jember banyak pedagang jeruknya. Stoknya juga banyak. kalau nggak cepet dijual, takut membusuk. Mending dijual murah,” ucapnya.

Tak hanya Rosi, Hermawan pun mengaku sama. Jeruk asal Kota Tembakau memang banyak diminati warga. Apalagi harganya yang kian anjlok mebuatnya makin diburu warga. Dagangan miliknya yang dibawa menggunakan sepeda motor itu ludes tiap hari. Anjloknya harga itu pun dirasakan sejak dua hari yang lalu. Beruntung, penjualannya masih stabil. “Sudah dua harian yang turun. Untungnya warga masih banyak yang mencari jeruk. Karena rasanya memang manis meskipun kulitnya masih hijau,” pungkasnya. (dea/c2/bud)

 

BAYEMAN, Radar Semeru – Pedagang buah jeruk rela banting harga untuk menyiasati stok buah yang melimpah. Khawatir membusuk dan tak laku, per kilogramnya dijual murah, yaitu Rp 5 ribu. Dari harga normal biasanya Rp 15 ribu. Meski demikian, banyak warga yang tetap memburu.

BACA JUGA : Masyarakat Diminta Tak Ragu Konsumsi Daging, PMK Tak Menular Pada Manusia

Seperti pedagang jeruk yang berada di Jalan Semeru, Bayeman, Citrodiwangsan. Sebanyak satu mobil pikap atau setara dengan 6 kuintal jeruk ludes terjual dalam kurun waktu dua hari. Baik saat harganya naik maupun turun. Sebab, rasanya yang manis tetap jadi incaran warga.

Menurut Rosi, pedagang asal Jember itu, harga jeruk memang anjlok drastis. Biasanya Rp 15 ribu per kilogramnya, kini bisa Rp 10 ribu saja. Menurutnya, hal itu disebabkan banyaknya stok jeruk. Juga banyak pedagang di kabupaten tetangga yang hampir berjajar berjualan buah tersebut. “Di Jember banyak pedagang jeruknya. Stoknya juga banyak. kalau nggak cepet dijual, takut membusuk. Mending dijual murah,” ucapnya.

Tak hanya Rosi, Hermawan pun mengaku sama. Jeruk asal Kota Tembakau memang banyak diminati warga. Apalagi harganya yang kian anjlok mebuatnya makin diburu warga. Dagangan miliknya yang dibawa menggunakan sepeda motor itu ludes tiap hari. Anjloknya harga itu pun dirasakan sejak dua hari yang lalu. Beruntung, penjualannya masih stabil. “Sudah dua harian yang turun. Untungnya warga masih banyak yang mencari jeruk. Karena rasanya memang manis meskipun kulitnya masih hijau,” pungkasnya. (dea/c2/bud)

 

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/