alexametrics
22.3 C
Jember
Friday, 19 August 2022

Kisah Tasya, Beli Sepeda Motor dari Jualan Roti

Banyak ide yang bisa didapat sebelum memulai usaha. Dari sekadar obrolan hingga bermain media sosial. Salah satunya Tasya. Penjual roti asal Desa/Kecamatan Sumbersuko tersebut memulai usaha roti dari video di Youtube.

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Ketika ditemui Jawa Pos Radar Semeru, ibu dua anak itu tengah sibuk mencampur adonan. Tangannya lihai menggulung adonan roti di dapur rumahnya. Warga Desa/Kecamatan Sumbersuko yang akrab disapa Tasya ini merupakan seorang ibu rumah tangga yang menggeluti usaha roti sejak lima tahun lalu.

Ide usaha itu muncul saat dia sedang hamil. Dia awalnya adalah seorang karyawan kantoran. Namun, karena hamil, dia memilih keluar dari pekerjaannya dan menjadi ibu rumah tangga. “Daripada saya diam di rumah, saya bikin roti,” katanya.

Dia memulai usaha tersebut dari modal menonton video di YouTube. Memang, secara dasar, dia tidak memiliki kemampuan tersebut. Namun, dia tidak menyerah dan terus mencoba. Belajar autodidak membuatnya terlatih. Hingga usaha rotinya bisa berjalan sedikit demi sedikit.

Mobile_AP_Rectangle 2

Alumnus SMKN 1 Lumajang tersebut mengungkapkan, dia menjajakan roti tersebut di sekitar rumahnya. Lambat laun, dia mulai berani menjual di sejumlah kantin sekolah dan pusat perbelanjaan.

Pasang surut usaha tetap dia rasakan. Namun, berkat keuletan dan kegigihannya, dia bisa membeli sepeda motor dari hasil usahanya. “Memang banyak juga roti yang sisa kalau saya titipkan ke toko. Tapi, alhamdulillah saat usaha berjalan dua tahun, saya bisa membeli sepeda motor,” ungkapnya.

Selanjutnya, dia mulai fokus berjualan secara daring. Dia memasarkan melalui sosial media seperti WhatsApp, Instagram, dan Facebook. Hal tersebut membuat pesanan roti semakin membeludak. “Saya kewalahan. Jadi, saya putuskan untuk menambah orang lagi. Pertama memang hanya sendiri. Tapi, sekarang sudah punya dua karyawan. Sistemnya juga diubah. Sekarang sistem pre-order. Artinya, jika ada orang yang memesan, baru diproduksi,” jelasnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Ketika ditemui Jawa Pos Radar Semeru, ibu dua anak itu tengah sibuk mencampur adonan. Tangannya lihai menggulung adonan roti di dapur rumahnya. Warga Desa/Kecamatan Sumbersuko yang akrab disapa Tasya ini merupakan seorang ibu rumah tangga yang menggeluti usaha roti sejak lima tahun lalu.

Ide usaha itu muncul saat dia sedang hamil. Dia awalnya adalah seorang karyawan kantoran. Namun, karena hamil, dia memilih keluar dari pekerjaannya dan menjadi ibu rumah tangga. “Daripada saya diam di rumah, saya bikin roti,” katanya.

Dia memulai usaha tersebut dari modal menonton video di YouTube. Memang, secara dasar, dia tidak memiliki kemampuan tersebut. Namun, dia tidak menyerah dan terus mencoba. Belajar autodidak membuatnya terlatih. Hingga usaha rotinya bisa berjalan sedikit demi sedikit.

Alumnus SMKN 1 Lumajang tersebut mengungkapkan, dia menjajakan roti tersebut di sekitar rumahnya. Lambat laun, dia mulai berani menjual di sejumlah kantin sekolah dan pusat perbelanjaan.

Pasang surut usaha tetap dia rasakan. Namun, berkat keuletan dan kegigihannya, dia bisa membeli sepeda motor dari hasil usahanya. “Memang banyak juga roti yang sisa kalau saya titipkan ke toko. Tapi, alhamdulillah saat usaha berjalan dua tahun, saya bisa membeli sepeda motor,” ungkapnya.

Selanjutnya, dia mulai fokus berjualan secara daring. Dia memasarkan melalui sosial media seperti WhatsApp, Instagram, dan Facebook. Hal tersebut membuat pesanan roti semakin membeludak. “Saya kewalahan. Jadi, saya putuskan untuk menambah orang lagi. Pertama memang hanya sendiri. Tapi, sekarang sudah punya dua karyawan. Sistemnya juga diubah. Sekarang sistem pre-order. Artinya, jika ada orang yang memesan, baru diproduksi,” jelasnya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Ketika ditemui Jawa Pos Radar Semeru, ibu dua anak itu tengah sibuk mencampur adonan. Tangannya lihai menggulung adonan roti di dapur rumahnya. Warga Desa/Kecamatan Sumbersuko yang akrab disapa Tasya ini merupakan seorang ibu rumah tangga yang menggeluti usaha roti sejak lima tahun lalu.

Ide usaha itu muncul saat dia sedang hamil. Dia awalnya adalah seorang karyawan kantoran. Namun, karena hamil, dia memilih keluar dari pekerjaannya dan menjadi ibu rumah tangga. “Daripada saya diam di rumah, saya bikin roti,” katanya.

Dia memulai usaha tersebut dari modal menonton video di YouTube. Memang, secara dasar, dia tidak memiliki kemampuan tersebut. Namun, dia tidak menyerah dan terus mencoba. Belajar autodidak membuatnya terlatih. Hingga usaha rotinya bisa berjalan sedikit demi sedikit.

Alumnus SMKN 1 Lumajang tersebut mengungkapkan, dia menjajakan roti tersebut di sekitar rumahnya. Lambat laun, dia mulai berani menjual di sejumlah kantin sekolah dan pusat perbelanjaan.

Pasang surut usaha tetap dia rasakan. Namun, berkat keuletan dan kegigihannya, dia bisa membeli sepeda motor dari hasil usahanya. “Memang banyak juga roti yang sisa kalau saya titipkan ke toko. Tapi, alhamdulillah saat usaha berjalan dua tahun, saya bisa membeli sepeda motor,” ungkapnya.

Selanjutnya, dia mulai fokus berjualan secara daring. Dia memasarkan melalui sosial media seperti WhatsApp, Instagram, dan Facebook. Hal tersebut membuat pesanan roti semakin membeludak. “Saya kewalahan. Jadi, saya putuskan untuk menambah orang lagi. Pertama memang hanya sendiri. Tapi, sekarang sudah punya dua karyawan. Sistemnya juga diubah. Sekarang sistem pre-order. Artinya, jika ada orang yang memesan, baru diproduksi,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/