alexametrics
27.9 C
Jember
Friday, 20 May 2022

Pelanggar Prokes Langsung Sidang di Tempat

Juga Dites Swab hingga Bayar Denda

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Pemberlakuan sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan (prokes) selama PPKM darurat mulai diterapkan, kemarin. Mereka yang melanggar akan menjalani sidang di tempat. Selain itu, mereka juga akan dites swab antigen secara acak dan menerima sanksi sosial hingga denda.

Hal tersebut mulai gencar dilakukan aparat gabungan TNI, Polri, Dishub, dan satpol PP. Bahkan mereka melibatkan jaksa penuntut umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Lumajang dan hakim Pengadilan Negeri Lumajang. Hasilnya, puluhan pelanggar yang terjaring langsung disidang di Balai Desa Kutorenon, Sukodono.

Mereka terjaring aparat saat patroli di kawasan Lumajang kota. Mereka asyik berkerumun dan nongkrong di warung kopi atau kafe. Bahkan, mereka juga tidak menerapkan prokes seperti memakai masker dan menjaga jarak. Alhasil, mereka diciduk menggunakan dua truk polisi menuju balai desa.

Mobile_AP_Rectangle 2

Data yang berhasil dihimpun, sanksi yang diberikan berbeda-beda. Perinciannya, sebelas pelanggar menjalani sidang di tempat dan membayar denda Rp 50 ribu. Sementara itu, 25 pelanggar dilakukan tes swab antigen, dan sisanya menjalani sanksi sosial.

“Operasi yustisi ini dilakukan dengan tujuan memberikan pemahaman dan pelajaran bagi warga Lumajang. Dalam situasi darurat seperti ini, sanksi tegas sudah mulai diberlakukan. Baik sanksi sosial maupun denda. Mereka yang melanggar akan langsung disidang oleh JPU dan hakim. Mereka juga membayar denda sebesar Rp 50 ribu,” kata Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Pemberlakuan sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan (prokes) selama PPKM darurat mulai diterapkan, kemarin. Mereka yang melanggar akan menjalani sidang di tempat. Selain itu, mereka juga akan dites swab antigen secara acak dan menerima sanksi sosial hingga denda.

Hal tersebut mulai gencar dilakukan aparat gabungan TNI, Polri, Dishub, dan satpol PP. Bahkan mereka melibatkan jaksa penuntut umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Lumajang dan hakim Pengadilan Negeri Lumajang. Hasilnya, puluhan pelanggar yang terjaring langsung disidang di Balai Desa Kutorenon, Sukodono.

Mereka terjaring aparat saat patroli di kawasan Lumajang kota. Mereka asyik berkerumun dan nongkrong di warung kopi atau kafe. Bahkan, mereka juga tidak menerapkan prokes seperti memakai masker dan menjaga jarak. Alhasil, mereka diciduk menggunakan dua truk polisi menuju balai desa.

Data yang berhasil dihimpun, sanksi yang diberikan berbeda-beda. Perinciannya, sebelas pelanggar menjalani sidang di tempat dan membayar denda Rp 50 ribu. Sementara itu, 25 pelanggar dilakukan tes swab antigen, dan sisanya menjalani sanksi sosial.

“Operasi yustisi ini dilakukan dengan tujuan memberikan pemahaman dan pelajaran bagi warga Lumajang. Dalam situasi darurat seperti ini, sanksi tegas sudah mulai diberlakukan. Baik sanksi sosial maupun denda. Mereka yang melanggar akan langsung disidang oleh JPU dan hakim. Mereka juga membayar denda sebesar Rp 50 ribu,” kata Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Pemberlakuan sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan (prokes) selama PPKM darurat mulai diterapkan, kemarin. Mereka yang melanggar akan menjalani sidang di tempat. Selain itu, mereka juga akan dites swab antigen secara acak dan menerima sanksi sosial hingga denda.

Hal tersebut mulai gencar dilakukan aparat gabungan TNI, Polri, Dishub, dan satpol PP. Bahkan mereka melibatkan jaksa penuntut umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Lumajang dan hakim Pengadilan Negeri Lumajang. Hasilnya, puluhan pelanggar yang terjaring langsung disidang di Balai Desa Kutorenon, Sukodono.

Mereka terjaring aparat saat patroli di kawasan Lumajang kota. Mereka asyik berkerumun dan nongkrong di warung kopi atau kafe. Bahkan, mereka juga tidak menerapkan prokes seperti memakai masker dan menjaga jarak. Alhasil, mereka diciduk menggunakan dua truk polisi menuju balai desa.

Data yang berhasil dihimpun, sanksi yang diberikan berbeda-beda. Perinciannya, sebelas pelanggar menjalani sidang di tempat dan membayar denda Rp 50 ribu. Sementara itu, 25 pelanggar dilakukan tes swab antigen, dan sisanya menjalani sanksi sosial.

“Operasi yustisi ini dilakukan dengan tujuan memberikan pemahaman dan pelajaran bagi warga Lumajang. Dalam situasi darurat seperti ini, sanksi tegas sudah mulai diberlakukan. Baik sanksi sosial maupun denda. Mereka yang melanggar akan langsung disidang oleh JPU dan hakim. Mereka juga membayar denda sebesar Rp 50 ribu,” kata Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/