alexametrics
23 C
Jember
Thursday, 11 August 2022

Sarankan Jual Beli Ternak via Daring

Mobile_AP_Rectangle 1

JOGOTRUNAN, Radar Semeru – Mewabahnya penyakit mulut dan kuku (PMK) di Lumajang membuat jual beli hewan ternak tersendat. Kondisi ini sudah berlangsung hampir sebulan terakhir. Terlebih, pemkab menutup pasar hewan dan melarang transaksi jual beli, baik ternak Lumajang maupun luar daerah.

BACA JUGA : Tim Line Dancing RSD Kalisat, Andalan Kabupaten Jember

Hal ini membuat para pemilik ternak yang terjangkit PMK khawatir hewan peliharaannya itu mati. Sementara, para penjual yang biasanya bisa menjual ternak hingga beberapa ekor harus menahan diri. Sebab, mereka tidak bisa bebas menjual ternak.

Mobile_AP_Rectangle 2

Satgas penanganan PMK menanggapi serius persoalan itu. Memang upaya penanganan terus dilakukan. Akan tetapi, kondisi tersebut tidak bisa dibiarkan terus-menerus. Oleh sebab itu, salah satu saran alternatifnya, transaksi ternak bisa dilakukan secara melalui daring.

Kapolres Lumajang AKBP Dewa Eka Putu D mengatakan, cara tersebut bisa menjadi upaya pencegahan PMK tidak menyebar luas. Sebab, transaksi dilakukan tanpa bertatap muka. “Sekarang ini mudah. Ada grup di media sosial antarpeternak dan pembeli. Bisa mengadopsi jual beli online. Foto dan video, silakan transaksi. Setuju, baru jemput dengan niat baik dan ternak dipastikan sehat,” katanya.

- Advertisement -

JOGOTRUNAN, Radar Semeru – Mewabahnya penyakit mulut dan kuku (PMK) di Lumajang membuat jual beli hewan ternak tersendat. Kondisi ini sudah berlangsung hampir sebulan terakhir. Terlebih, pemkab menutup pasar hewan dan melarang transaksi jual beli, baik ternak Lumajang maupun luar daerah.

BACA JUGA : Tim Line Dancing RSD Kalisat, Andalan Kabupaten Jember

Hal ini membuat para pemilik ternak yang terjangkit PMK khawatir hewan peliharaannya itu mati. Sementara, para penjual yang biasanya bisa menjual ternak hingga beberapa ekor harus menahan diri. Sebab, mereka tidak bisa bebas menjual ternak.

Satgas penanganan PMK menanggapi serius persoalan itu. Memang upaya penanganan terus dilakukan. Akan tetapi, kondisi tersebut tidak bisa dibiarkan terus-menerus. Oleh sebab itu, salah satu saran alternatifnya, transaksi ternak bisa dilakukan secara melalui daring.

Kapolres Lumajang AKBP Dewa Eka Putu D mengatakan, cara tersebut bisa menjadi upaya pencegahan PMK tidak menyebar luas. Sebab, transaksi dilakukan tanpa bertatap muka. “Sekarang ini mudah. Ada grup di media sosial antarpeternak dan pembeli. Bisa mengadopsi jual beli online. Foto dan video, silakan transaksi. Setuju, baru jemput dengan niat baik dan ternak dipastikan sehat,” katanya.

JOGOTRUNAN, Radar Semeru – Mewabahnya penyakit mulut dan kuku (PMK) di Lumajang membuat jual beli hewan ternak tersendat. Kondisi ini sudah berlangsung hampir sebulan terakhir. Terlebih, pemkab menutup pasar hewan dan melarang transaksi jual beli, baik ternak Lumajang maupun luar daerah.

BACA JUGA : Tim Line Dancing RSD Kalisat, Andalan Kabupaten Jember

Hal ini membuat para pemilik ternak yang terjangkit PMK khawatir hewan peliharaannya itu mati. Sementara, para penjual yang biasanya bisa menjual ternak hingga beberapa ekor harus menahan diri. Sebab, mereka tidak bisa bebas menjual ternak.

Satgas penanganan PMK menanggapi serius persoalan itu. Memang upaya penanganan terus dilakukan. Akan tetapi, kondisi tersebut tidak bisa dibiarkan terus-menerus. Oleh sebab itu, salah satu saran alternatifnya, transaksi ternak bisa dilakukan secara melalui daring.

Kapolres Lumajang AKBP Dewa Eka Putu D mengatakan, cara tersebut bisa menjadi upaya pencegahan PMK tidak menyebar luas. Sebab, transaksi dilakukan tanpa bertatap muka. “Sekarang ini mudah. Ada grup di media sosial antarpeternak dan pembeli. Bisa mengadopsi jual beli online. Foto dan video, silakan transaksi. Setuju, baru jemput dengan niat baik dan ternak dipastikan sehat,” katanya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/