alexametrics
31.3 C
Jember
Wednesday, 25 May 2022

Semeru Muntahkan Lava Pijar

Situasi Tidak Membahayakan

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Guguran lava pijar Gunung Semeru kembali terlihat, Sabtu malam (8/5). Sebanyak sebelas kali, lava panas itu dimuntahkan dari mulut Gunung Semeru. Meski menunjukkan aktivitas guguran, kondisi tersebut dinilai tidak membahayakan.

Informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Semeru, ada 27 kali gempa letusan dengan amplitudo 10-22 mm dan lama gempa 60-149 detik. Ada dua kali gempa guguran dengan amplitudo 2-13 mm dan lama gempa 40-80 detik. Sebanyak 12 kali gempa embusan dengan amplitudo 1-8 mm dan lama gempa 35-80 detik. Serta 4 kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 4-23 mm dan lama gempa 35-135 detik.

Liswanto, Ketua Pos Pengamatan Gunung Aktif (PPGA) Semeru, mengatakan, ada aktivitas guguran lava pijar. Namun, kondisi tersebut masih normal. “Benar, pada Sabtu malam ada aktivitas guguran lava pijar. Namun, kondisi tersebut masih normal dan tidak berbahaya,” katanya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Guguran lava pijar Gunung Semeru kembali terlihat, Sabtu malam (8/5). Sebanyak sebelas kali, lava panas itu dimuntahkan dari mulut Gunung Semeru. Meski menunjukkan aktivitas guguran, kondisi tersebut dinilai tidak membahayakan.

Informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Semeru, ada 27 kali gempa letusan dengan amplitudo 10-22 mm dan lama gempa 60-149 detik. Ada dua kali gempa guguran dengan amplitudo 2-13 mm dan lama gempa 40-80 detik. Sebanyak 12 kali gempa embusan dengan amplitudo 1-8 mm dan lama gempa 35-80 detik. Serta 4 kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 4-23 mm dan lama gempa 35-135 detik.

Liswanto, Ketua Pos Pengamatan Gunung Aktif (PPGA) Semeru, mengatakan, ada aktivitas guguran lava pijar. Namun, kondisi tersebut masih normal. “Benar, pada Sabtu malam ada aktivitas guguran lava pijar. Namun, kondisi tersebut masih normal dan tidak berbahaya,” katanya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Guguran lava pijar Gunung Semeru kembali terlihat, Sabtu malam (8/5). Sebanyak sebelas kali, lava panas itu dimuntahkan dari mulut Gunung Semeru. Meski menunjukkan aktivitas guguran, kondisi tersebut dinilai tidak membahayakan.

Informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Semeru, ada 27 kali gempa letusan dengan amplitudo 10-22 mm dan lama gempa 60-149 detik. Ada dua kali gempa guguran dengan amplitudo 2-13 mm dan lama gempa 40-80 detik. Sebanyak 12 kali gempa embusan dengan amplitudo 1-8 mm dan lama gempa 35-80 detik. Serta 4 kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 4-23 mm dan lama gempa 35-135 detik.

Liswanto, Ketua Pos Pengamatan Gunung Aktif (PPGA) Semeru, mengatakan, ada aktivitas guguran lava pijar. Namun, kondisi tersebut masih normal. “Benar, pada Sabtu malam ada aktivitas guguran lava pijar. Namun, kondisi tersebut masih normal dan tidak berbahaya,” katanya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/