alexametrics
30.5 C
Jember
Wednesday, 18 May 2022

Lebih Banyak Jaring Warga Lokal yang Ingin Mudik

Temukan Warga Luar yang Ingin Mudik

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Penyekatan mudik Lebaran memang diterapkan beberapa hari lalu, namun tidak banyak pemudik luar kota yang terjaring dan diminta untuk putar balik. Meskipun dalam sehari bisa menjaring ratusan orang, tetapi orang tersebut kebanyakan warga lokal yang melanggar lalu lintas.

Pelanggar lalin tersebut didominasi pengendara sepeda motor yang tidak mengenakan helm atau masker saat berkendara. Ada yang ditegur hingga dilakukan penindakan secara hukum. Sebab, cukup banyak pengendara yang melintasi penyekatan tersebut tanpa membawa surat kendaraan lengkap.

Kasat Lantas Polres Lumajang AKP Bayu Halim Nugroho mengatakan, jembatan timbang Klakah menjadi perbatasan rayon antara Lumajang dan Probolinggo yang harus dijaga. Selama dilakukan penyekatan, cukup banyak pemudik yang nekat melintas. Sebagian besar dipersilakan putar balik lantaran tidak memenuhi persyaratan.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Petugas masih menemukan warga luar kota yang memaksa ingin mudik. Alhasil, karena tidak bisa menunjukan surat bebas Covid-19, berikutnya surat izin keluar masuk atau SIKM, mereka dipaksa putar balik. Catatan kami, selama beberapa hari terakhir, berbagai jenis kendaraan yang diperiksa,” jelasnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Penyekatan mudik Lebaran memang diterapkan beberapa hari lalu, namun tidak banyak pemudik luar kota yang terjaring dan diminta untuk putar balik. Meskipun dalam sehari bisa menjaring ratusan orang, tetapi orang tersebut kebanyakan warga lokal yang melanggar lalu lintas.

Pelanggar lalin tersebut didominasi pengendara sepeda motor yang tidak mengenakan helm atau masker saat berkendara. Ada yang ditegur hingga dilakukan penindakan secara hukum. Sebab, cukup banyak pengendara yang melintasi penyekatan tersebut tanpa membawa surat kendaraan lengkap.

Kasat Lantas Polres Lumajang AKP Bayu Halim Nugroho mengatakan, jembatan timbang Klakah menjadi perbatasan rayon antara Lumajang dan Probolinggo yang harus dijaga. Selama dilakukan penyekatan, cukup banyak pemudik yang nekat melintas. Sebagian besar dipersilakan putar balik lantaran tidak memenuhi persyaratan.

“Petugas masih menemukan warga luar kota yang memaksa ingin mudik. Alhasil, karena tidak bisa menunjukan surat bebas Covid-19, berikutnya surat izin keluar masuk atau SIKM, mereka dipaksa putar balik. Catatan kami, selama beberapa hari terakhir, berbagai jenis kendaraan yang diperiksa,” jelasnya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Penyekatan mudik Lebaran memang diterapkan beberapa hari lalu, namun tidak banyak pemudik luar kota yang terjaring dan diminta untuk putar balik. Meskipun dalam sehari bisa menjaring ratusan orang, tetapi orang tersebut kebanyakan warga lokal yang melanggar lalu lintas.

Pelanggar lalin tersebut didominasi pengendara sepeda motor yang tidak mengenakan helm atau masker saat berkendara. Ada yang ditegur hingga dilakukan penindakan secara hukum. Sebab, cukup banyak pengendara yang melintasi penyekatan tersebut tanpa membawa surat kendaraan lengkap.

Kasat Lantas Polres Lumajang AKP Bayu Halim Nugroho mengatakan, jembatan timbang Klakah menjadi perbatasan rayon antara Lumajang dan Probolinggo yang harus dijaga. Selama dilakukan penyekatan, cukup banyak pemudik yang nekat melintas. Sebagian besar dipersilakan putar balik lantaran tidak memenuhi persyaratan.

“Petugas masih menemukan warga luar kota yang memaksa ingin mudik. Alhasil, karena tidak bisa menunjukan surat bebas Covid-19, berikutnya surat izin keluar masuk atau SIKM, mereka dipaksa putar balik. Catatan kami, selama beberapa hari terakhir, berbagai jenis kendaraan yang diperiksa,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/