alexametrics
23.4 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Kasus Kekerasan dan Perkawinan Anak di Lumajang Masih Tinggi

Bikin Pelatihan, Dorong Anak-anak Jadi Agen Perubahan

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID– Angka kasus kekerasan dan perkawinan anak di Lumajang masih tinggi. Tak heran, Lumajang menjadi salah satu di antara empat kabupaten lokus pencegahan kekerasan berbasis gender (KBG) dan perkawinan anak di Jatim. Praktis, Unicef bersama Lembaga Pelatihan dan Konsultan Inovasi Pendidikan Indonesia (LPKIPI) terpanggil untuk menuntaskan hal itu.

Team Leader program.perlindungan LPKIPI Wasis Jatmiko Aji mengatakan, ada empat kabupaten yang menjadi lokus. Yakni Kabupaten Trenggalek, Lumajang, Bondowoso dan Kota Malang. Empat kawasan tersebut bakal mengembangkan pemahaman pencegahan KBG dan perkawinan anak ke pesantren dan desa.

“Jadi, ini bentuk tindak lanjut pelatihan pendidikan keterampilan hidup atau PKH di Batu beberapa waktu lalu. Ada beberapa perwakilan baik dari Kemenag, Dinas Sosial dan PPPA maupun dari anak-anak. Di Lumajang ini baru dimulai untuk teman-teman forum anak dengan harapan anak-anak terdorong menjadi agen perubahan,” katanya.

Mobile_AP_Rectangle 2

BACA JUGA: Edan! Stunting Lumajang Peringkat Empat Se-Jatim

Miko, sapaan akrabnya menjelaskan, hasil pelatihan ini bisa dikembangkan di pesantren dan desa. Sebab, rencananya dalam waktu dekat, pihaknya akan menggelar pelatihan yang sama bagi santri Ponpes Wahyu Hidayatul Islam dan anak-anak Desa Kloposawit, Kecamatan Candipuro.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID– Angka kasus kekerasan dan perkawinan anak di Lumajang masih tinggi. Tak heran, Lumajang menjadi salah satu di antara empat kabupaten lokus pencegahan kekerasan berbasis gender (KBG) dan perkawinan anak di Jatim. Praktis, Unicef bersama Lembaga Pelatihan dan Konsultan Inovasi Pendidikan Indonesia (LPKIPI) terpanggil untuk menuntaskan hal itu.

Team Leader program.perlindungan LPKIPI Wasis Jatmiko Aji mengatakan, ada empat kabupaten yang menjadi lokus. Yakni Kabupaten Trenggalek, Lumajang, Bondowoso dan Kota Malang. Empat kawasan tersebut bakal mengembangkan pemahaman pencegahan KBG dan perkawinan anak ke pesantren dan desa.

“Jadi, ini bentuk tindak lanjut pelatihan pendidikan keterampilan hidup atau PKH di Batu beberapa waktu lalu. Ada beberapa perwakilan baik dari Kemenag, Dinas Sosial dan PPPA maupun dari anak-anak. Di Lumajang ini baru dimulai untuk teman-teman forum anak dengan harapan anak-anak terdorong menjadi agen perubahan,” katanya.

BACA JUGA: Edan! Stunting Lumajang Peringkat Empat Se-Jatim

Miko, sapaan akrabnya menjelaskan, hasil pelatihan ini bisa dikembangkan di pesantren dan desa. Sebab, rencananya dalam waktu dekat, pihaknya akan menggelar pelatihan yang sama bagi santri Ponpes Wahyu Hidayatul Islam dan anak-anak Desa Kloposawit, Kecamatan Candipuro.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID– Angka kasus kekerasan dan perkawinan anak di Lumajang masih tinggi. Tak heran, Lumajang menjadi salah satu di antara empat kabupaten lokus pencegahan kekerasan berbasis gender (KBG) dan perkawinan anak di Jatim. Praktis, Unicef bersama Lembaga Pelatihan dan Konsultan Inovasi Pendidikan Indonesia (LPKIPI) terpanggil untuk menuntaskan hal itu.

Team Leader program.perlindungan LPKIPI Wasis Jatmiko Aji mengatakan, ada empat kabupaten yang menjadi lokus. Yakni Kabupaten Trenggalek, Lumajang, Bondowoso dan Kota Malang. Empat kawasan tersebut bakal mengembangkan pemahaman pencegahan KBG dan perkawinan anak ke pesantren dan desa.

“Jadi, ini bentuk tindak lanjut pelatihan pendidikan keterampilan hidup atau PKH di Batu beberapa waktu lalu. Ada beberapa perwakilan baik dari Kemenag, Dinas Sosial dan PPPA maupun dari anak-anak. Di Lumajang ini baru dimulai untuk teman-teman forum anak dengan harapan anak-anak terdorong menjadi agen perubahan,” katanya.

BACA JUGA: Edan! Stunting Lumajang Peringkat Empat Se-Jatim

Miko, sapaan akrabnya menjelaskan, hasil pelatihan ini bisa dikembangkan di pesantren dan desa. Sebab, rencananya dalam waktu dekat, pihaknya akan menggelar pelatihan yang sama bagi santri Ponpes Wahyu Hidayatul Islam dan anak-anak Desa Kloposawit, Kecamatan Candipuro.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/