alexametrics
28.4 C
Jember
Monday, 27 June 2022

Sulit Mencari Padanan Bahasa Madura dengan Indonesia 

Terjebak di penjara suci sejak dini tidak membuat lelaki itu mengurung diri. Justru, hal itu dimanfaatkan dengan menempa diri. Bergaul dengan santri, tawaduk dengan kiai, dan menjalankan ibadah sepenuh hati. Ditambah doa orang tua yang selalu berdetak di urat nadi, Misbahul Anwar menjawabnya dengan prestasi.

Mobile_AP_Rectangle 1

Kesulitan itu, lanjutnya, terdapat pada proses pencarian padanan kata bahasa Madura dalam bahasa Indonesia. Menyiasati itu, dia belajar secara luring melalui Youtube dari Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Situbondo. “Pondok itu satu-satunya yang memaknai kitab dengan bahasa Indonesia. Jadi, belajarnya dari sana. Karena tidak bisa secara langsung, jadi belajar dari Youtube,” lanjutnya.

Proses itu membuatnya bertambah semangat. Bahkan saat lomba, dia dihadapkan pada agenda besar yang membutuhkan perannya. “Ada acara juga, tapi saya kabur dan buat video lomba,” pungkasnya, lalu tertawa.

 

Mobile_AP_Rectangle 2

 

Jurnalis : mg2
Fotografer : mg2
Redaktur : Hafid Asnan

- Advertisement -

Kesulitan itu, lanjutnya, terdapat pada proses pencarian padanan kata bahasa Madura dalam bahasa Indonesia. Menyiasati itu, dia belajar secara luring melalui Youtube dari Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Situbondo. “Pondok itu satu-satunya yang memaknai kitab dengan bahasa Indonesia. Jadi, belajarnya dari sana. Karena tidak bisa secara langsung, jadi belajar dari Youtube,” lanjutnya.

Proses itu membuatnya bertambah semangat. Bahkan saat lomba, dia dihadapkan pada agenda besar yang membutuhkan perannya. “Ada acara juga, tapi saya kabur dan buat video lomba,” pungkasnya, lalu tertawa.

 

 

Jurnalis : mg2
Fotografer : mg2
Redaktur : Hafid Asnan

Kesulitan itu, lanjutnya, terdapat pada proses pencarian padanan kata bahasa Madura dalam bahasa Indonesia. Menyiasati itu, dia belajar secara luring melalui Youtube dari Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Situbondo. “Pondok itu satu-satunya yang memaknai kitab dengan bahasa Indonesia. Jadi, belajarnya dari sana. Karena tidak bisa secara langsung, jadi belajar dari Youtube,” lanjutnya.

Proses itu membuatnya bertambah semangat. Bahkan saat lomba, dia dihadapkan pada agenda besar yang membutuhkan perannya. “Ada acara juga, tapi saya kabur dan buat video lomba,” pungkasnya, lalu tertawa.

 

 

Jurnalis : mg2
Fotografer : mg2
Redaktur : Hafid Asnan

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/